Nalar & Kalbu


alar mengatakan bahwa tak ada yang pantas untuk dipilih. Mereka semua telah tercemar. Bau bangkainya saja sudah tercium padahal bungkusnya belum terbuka, begitu argumennya. Namun Kalbu dengan suara kesejukannya mengingatkan bahwa kita harus ikut menentukan nasib bangsa. Harus ikut bertanggung jawab. Karena golput bukan pilihan (walaupun tidak memilih sebenarnya juga suatu pilihan waras ! )... Continue Reading →

Mana Visimu, Mana Misimu, Kuberi Suaraku


Menjelang pemilu, jalan – jalan ibu kota penuh sesak dengan atribut dan spanduk para anggota calon legislatif (caleg) yang menjual profil diri agar masyarakat mencontrengnya (saya tidak tahu apa kata dasar contreng ini sudah masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia atau belum, kalau ada yang tau boleh bantu saya?) Awalnya saya tak ambil peduli dengan spanduk... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: