Sederhana Saja


Cintaku sederhana, Sesederhana kecup pagi selepas dibuai mimpi Tanda aku membutuhkanmu. . Cintaku sederhana Sesederhana bekal siang yang kusiapkan untukmu. Tentu, telah kumantrai sayang juga ribuan jampi agar kamu sehat selalu. . Cintaku sederhana Sesederhana manis teh yang kusiapkan Menghangatkan sel-sel lelah tubuhmu selepas kerja . Cintaku sederhana Sesederhana rindu yang cepat menyembul, padahal baru... Continue Reading →

Legam Terbakar Mentari


Jamal berlari kecil mengejar mentari Dipundaknya tergantung karung dengan dua tali Tak hirau jalanan panas berdebu disusuri Mengais – ngais demi sesuap nasi . . Jamal berlari kecil mengejar mentari Rasa aneh menyelinap di relung hati Melihat sebaya berseragam merah putih dengan topi dan dasi Mungkinkah ini yang disebut iri ? . . Jamal berlari... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: