Tentang Mencintaimu

Engkaulah telaga, tempat di mana aku melepaskan penatku yang (kadang) tersaru duka. Tak pernah kau ijinkan bulir air mengalir membasahi pipiku. Tak pernah kau relakan aku terluka karena orang usil menyakiti dengan sengaja. Engkau akan meradang, menaut-nautkan dua alis tebalmu itu manakala aku bercerita tentang sesuatu yang tak cocok di hati, tentang orang-orang yang tak aku sukai namun terpaksa aku pasangi topeng manis demi relasi. Itulah nikmatnya sepasang suami istri. Satu terluka yang lain berduka. Segala sesatu dihadapi bersama sehingga selalu ada energi baru terpompa.
Engkau adalah telagaku
 Aku milikmu, itu katamu. Tidak ada yang boleh menganggu milikmu, tidak ada yang boleh membuatku menangis kecuali dirimu, karena aku adalah milikmu, itu katamu lagi. Dan aku menyukai rasa posesifmu itu, menyukai bagaimana engkau bersikap protective dan selalu berusaha menjaga agar hatiku tidak tergores hal-hal tak perlu. Aku merasa terlindungi. Seperti malam itu, pipiku panas karena sesuatu. Setelah menjejalkan beberapa opini agar dingin kepala ini, tiba-tiba tangan kekarmu, tangan yang selalu menjadi bantal di kala pagi hari itu mengusap rambut dan menyeka air mata ini kemudian menenggelamkan aku dalam hangat suhu tubuhmu.
Engkaulah telagaku, mata besarmu itu bagai penawar racun: mampu meneduhkanku. Dekap hangatmu mampu menjinakkan amarahku. Sampai di situ, di titik itu, satu pertanyaan bergejolak di kepalaku.
What did I do to deserve you?
.
.
.
Gambar dipinjam dari theodoradotcom
Iklan

26 respons untuk ‘Tentang Mencintaimu

Add yours

  1. Lakukan apa yg sepatutnya dilakukan seorang istri pada suaminya. Menjadi partner yang seimbang. Ibarat Kapal, walaupun cuma ada 1 awak, kalau Nahkodanya bisa menjadi siapa saja dalam kapal itu maka niscaya setiap ombak dan badai pasti berlalu (alah tempe… bahasa absurd)… Seperti Yin dan Yang, bukan Hitam Putih (nanti kesannya Good Bad). Yang penting jalani semuanya dengan Senyum dan Kebersamaan itu akan Priceless…

  2. so sweet, mbak eka..
    mencintai seorang suami dengan sepenuh hati, menjadi balasan yang cukup setimpal kok.. 🙂
    melewati cobaan bersama-sama dalam susah dan senang, tanpa pengkhianatan dan kebohongan.. itu menurutku akan jadi luar biasa…

    justru kasihan dengan orang-orang yang punya rumah tangga tapi penuh kepuraa-puraan dalam cinta.. ya gak?!

    eniwei.. aku selalu senyam senyum sendiri kalau baca tulisan mbak eka muji-muji suaminya lho.. jadi pengen muji-muji suamiku juga aah, hehe.. 😀

  3. aih, mancabsss Buuu… 🙂 Buatin junior si akang beralis teballl… hehehhe.

    Mbak, aku nginep di Econ Inn. Coba mbak search di Agoda.com, biasanya setiap jumat ada half price friday. aku dapat permalam sekitar 700 ribuan… hotelnya biasa aja sih. kecil, tapi aku cukup kok ber tiga sama si kecil.. 😉 Coba V-Lavender, tempatnya jauhhhhh lebih strategis. 🙂 Harga bisa dapat miring kalo jauh2 hari pesan, atau pas ada promo.
    Happy browsing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: