Five White Sins

Hei, kamu suka warna putih? Saya suka, karena kesannya tuh bersih dan indah. Tapiiiii, ternyata ada 5 makanan berwarna putih yang sebaiknya dikurangi atau kalau bisa dihindari pada saat kita diet.  Kenapa? Karena pada dasarnya our body doesn’t live by that. Sudah tau kan kalau beberapa bulan terakhir ini saya berusaha menjalani pola hidup sehat? So, now, allow me to share these Five White Sins I learnt from my doctor.
1.    Nasi
Nasi  putih sebaiknya dihindari, karena nasi (putih) adalah karbohidrat kompleks yang susah dicerna oleh tubuh. Untuk kebutuhan karbohidrat saya mengganti asupan nasi putih dengan nasi merah yang lebih kaya serat. Selain itu nasi juga dapat digantikan dengan kentang rebus. So far baru itu sih, apakah ada yang punya ide karbohidrat lain yang baik untuk diet?
Bye bye noodles! Bahkan ketika di Bandung suami saya asyik dengan Bakmi Naripannya, saya memilih mengunyah rumput :mrgreen: Haha
2.    Terigu
Terigu biasa dijumpai di kue-kue dan mie serta antek-anteknya. Kayak mie ayam, kuetiau, bihun, dsb. Kalau kue-kue sih gampang menghindarinya, tapi buat pencinta mie ayam kayak saya, ini berat jendral! Tapi kemudian saya ingat bahwa saya ingin hidup 1000 tahun lagi (lebay :D) maka saya pun sudah 4 bulan  terakhir ini tidak makan mie ayam lho. EMPAT BULAAAN MAN! Kalau usia kehamilan, ini udah masuk trisemester yang kedua dan itu artinya berat bos! :mrgreen:
3.    Garam
Gunakan dengan takaran yang cukup ^_^ kelebihan atau pun kekurangan garam itu sama-sama berbahaya buat tubuh. Garam bisa meningkatkan tekanan darah yang pada akhirnya memicu serangan jantung dan stroke. Gak cuma itu, menurut Prevention Magazine konsumsi garam berlebihan terbukti menjadi pemicu osteoporosis, demensia, dan kanker. Efek samping lainnya menambah besar ukuran lingkar pinggang. *tepok jidat*
4.    Gula
Apabila kita tidak mengatur jumlah gula yang masuk ke dalam tubuh maka diabetes tingkat 2 mengintip! Tapi kekurangan gula juga membebani fungsi liver. Oleh karena itu penting untuk mengatur jumlah gula yang kita konsumsi. Dulu saya bisa minum manis-manis di pagi, siang dan malam. Sekarang sih saya minum manis sekali saja, saya pilih salah satu. Kalau pagi udah minum teh manis maka siang atau malam hari saya minum yang tawar entah air putih atau teh tawar. Awalnya berat 🙂 tapi Allah bisa karena biasa, dan setelah beradaptasi ternyata bisa koq.
Hati-hati dengan gula. Sedikit jadi kawan, kebanyakan bisa jadi salah satu pemicu diabetes!
5.    Dairy
Whooaaa ini yang paling sulit, produk dairy macam susu dan keju itu udah jadi menu sehari-hari :(( Tapi, sekali lagi.. Mau sehat? Makanan adalah obat natural terbaik buat tubuh kita, dengan mengatur asupannya maka tubuh kita dapat sehat. Tidak percaya? Tidak taukah kamu bahwa brokoli itu kaya antioksidan pencegah kanker? Nah, banyak makanan itu berkhasiat atau malah bermaksiat. Kali lain saya tulis di tulisan terpisah ya ^_^.  So saya pegang kata-kata dari pendeta saya:

Makanan adalah obatmu, atau obat yang akan menjadi makananmu. Pilih mana? Yang bijak tentu tahu harus memilih yang mana. 🙂


Iklan

52 respons untuk ‘Five White Sins

Add yours

  1. Prinsipku sih, semua harus seimbang sampai ambang dimana kita tak boleh mengkonsumsi lagi. Yang lebih prinsip lagi, hidup hanya sekali, nikmatilah 🙂

    1. Setujuuu 😉
      Tapi menikmati hidup sampai makannya kacau ya nanti umur belum tua udah gak bisa nikmati hidup lagi karena kebanyakan penyakit :mrgreen:
      Yang penting seimbang. Siiip

    1. Hihi sorry to dissapoint you..
      Sayangnya dirimu bukan pertamax 😉
      Sebenarnya aku masih pengen mengkritisi soal 4 sehat 5 sempurna itu, kalo porsi nasinya lebih banyak dari sayur dan lauk ya bisa bahaya

  2. kalau aku sejauh ini mengkonsumsi nasi putihnya hanya pagi atau siang. Kadang aku konsumsi oatmeal. Aku sih mau aja mengonsumsi nasi merah, cuma, orang rumah ga ada yg doyan, makanya aku menyiasatinya dengan oatmeal saja.

  3. Ngomongin terigu, garam, dan gula. Hmmm.. Sudah 3 tahun aku tidak mengonsumsi mie instan. Kue2 pun sudah jarang. Mie ayam, mie bakso pun sama (sampe2 kangen makan itu) kecuali mie aceh. AKU TIDAK DAPAT MENAHANNYA. Ah, mie aceh itu makanan surga. Gula. Aku tidak minum teh, soalnya aku fikir, gula sudah aku dapat di nasi putih. Lagian, ibu kalu masak mengganti penyedap dengan campuran garam+gula. Hehehe. Mari hidup sehat.

    1. Huahaha mie Aceh memang maknyos 😉 untung aku gak kecanduan. 3 bulan terakhir cuma sekali makan mie Aceh.
      Siipp pemahamanmu tentang gula itu bagus bahwa makanan sehari-hari juga udah mengandung gula makanya gula tambahan itu mesti diatur asupannya.
      Salam hidup sehat!

  4. Iyaaa setelah 4 bulan, gue nyerah makan mie di Makassar hahha
    Tapi gpp, sekali-sekali asal bisa ngerem gpp daripada ntar gue ileran terus balik ke Jakarta?
    Hayoo gimana?
    Btw ubi rebus itu sehat lhoo

  5. bener. susah kalau harus bener-bener menghindari.
    menurutku sih, diet yang baik itu: kamu makan apa aja, tapi tidak berlebihan dan seimbang.
    well, it works for me, so far 😀

  6. Nasi sepertinya susah untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Bahkan saking terbiasanya, jika terdampar di suatu negara yang tidak ada nasinya, akan terus kelaparan sampai dimasukannya nasi ke dalam mulut.

    Tapi, selama ada kemauan pasti bisa. Terima kasih info sehatnya

  7. kakak sedang diet sehat?
    au..au…

    tersentuh saya yang beratnya makin meningkat kayak harga BBM inihhhh T__T

    *berusaha contek gaya hidup kakak ahhhh*

  8. Wah penyuka mie ayam seperti saya juga mbak. Ehm om EKOshp dari blogger bekasi pernah mengenalkan mie sehati mbak. Kayaknya itu bisa buat kangen mie ayam 🙂
    Kalau nasi, aku juga mengkonsumsi nasi merah organik mbak, ya walau sdkt lebih mahal 🙂

  9. Aku dan Bro juga lagi memulai untuk mengatur asupan agar lebih sehat, Ka… Kalau untuk Bro sih, aku memang berharap supaya berat badannya bisa turun pelan-pelan… 😀

  10. Astagaaa.. Astagaa!! Tidaaaaak.. Jadi harus say goodbye sama indomie rebus panas pedas di kala hari sedang hujan? Cobaan yang sangat berat, haha..
    BTW, aku lagi mulai makan kentang rebus sebagai pengganti nasi, selama ini sih sekali makan satu buah kentang ukuran besar gtu mbak, cukup apanggak ya? Kok masih terasa lapar ya? Apa karena tubuh belum terbiasa transisi dari nasi ya?
    *maaf banyak nanya, hihi”

  11. wahhh,, baru denger ni kalo ada beras merah.. hehe.. maklum kampung ane.. 😀 tapi yang penting bisa makan .. hehe,, dijaga juga perlu agar senantiasa sehat selalu.. 😀

  12. Berat memang mengurangi yang enak-enak itu Ka.
    Kalau aku karena terbiasa makan nasi, agak susah kalau gak kena nasi, sekali dalam sehari aja rasanya kurang :D. Untuk gula sih sudah dikurangi sejak dua tiga tahun terakhir ini, sudah mulai ganti pakai gula jagung… awalnya jg masih pakai 2 sachet, trs lama2 kurangi jadi 1 sachet, dan ternyata itu pun sekarang rasanya kok udah manis banget ya.

  13. sudah beberapa waktu ini mengurangi konsumsi nasi putih dan menggantinya dgn nasi merah. tp untuk urusan gula, ehhhm, mengingat badan justru kurang asupan gulanya, jd mau tidak mau trpaksa meminum teh hangat dua kali sehari, prnh diganti ama pemanis lainnya tp sy malah drop 😦

  14. Memang segala sesuatunya tidak boleh berlebihan namun juga tidak boleh tidak ada sama sekali. Jadi yang terpenting adalah seimbang. Sebab sama seperti siang tanpa malam, dingin tanpa panas maka menjadi tidak seimbang.

  15. Semua ada resikonya tapi kita harus bijak memilih antara satu makanan dan makanan yang lain biar gak berlebihan gitu aja,,, ternyata blogwalking emang asyik dapat informasi yang menyenangkan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: