Sejempol Saja Jauhnya

Di dalam ruangan yang besarnya tak lebih dari ruang tamu kita ini, ada riuh orang di penghujung lorong. Ada senandung liar para burung pipit di dahan. Ada tuts-tuts keyboard beradu riuh mengetikkan namamu. Ada degub jantungku yang bising tak teratur meminta jeda untuk bertemu. Kamu dimana?
Di sebuah kota nun jauh dari hangat pelukmu, ada rintik hujan yang terus jatuh. Tak mau ia berhenti. Tak mau ia mengerti kalau tiap tetesnya bagai pedang menusuk hati. Syahdu yang ia bawa kian lama kian membuat aku ingin pulang. Bertemu teduh matamu, bertemu lembut bibirmu. Bertemu kamu.
Ada dentum dada ingin berjumpa
Di negara yang jika dipeta hanya sejempol saja jauhnya dari Indonesia, ada ribuan anak tangga teratur berjajar yang setiap pagi harus aku lalui. Ada awan putih yang bergumpal-gumpal besar di langit. Ada rimbun bunga di sudut taman. Dahlia dan bunga Sepatu. Indah berpadu. Ada ramai jalak bicara, ada ramah orang menyapa. Ada aku, tanpa kamu. Kamu sedang apa? Besok aku pulang.
Gambar pinjam dari sini
Iklan

32 respons untuk ‘Sejempol Saja Jauhnya

Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: