Bagaimana Jika Tidak Ada Waktu Lagi?

“Jangan lupa ujian Sabtu ini,” begitu kata seorang teman mengingatkan.
“Sa.. Sabtu ujian?” Saya tergagap! Ah, sepertinya 3 minggu lalu saya telah mendengar kata-kata ini, 3 minggu lalu saya berkata dalam hati saya bahwa saya harus mencicil membaca. Tapi.. Apa yang telah saya lakukan selama 3 minggu ini? Belajarkah? Mempersiapkan dirikah untuk ujian ini? Tiba-tiba segala bayangan aktivitas saya selama 3 minggu terakhir berputar lagi di depan mata. Menari-nari seolah mengejek karena saya mempriotitaskan hal lain hingga melupakan satu hal penting yang dapat menunjang karier yang saya jalani.
Time flies easily
Dada saya sesak, tak ada waktu dan ujian tinggal satu hari lagi. Apa yang bisa dipersiapkan dalam satu hari? Dipaksakan belajar? Weleh! Bukannya besok segar untuk mengisi lembar-lembar jawaban itu, yang ada sepertinya malah stress. Gimana gak stress? Saya tidak pernah suka menghadapi ujian tanpa persiapan yang baik. Menyesal. Kemana perginya 3 minggu itu? Seolah menguap sia-sia ditelan kesibukan lain dan ini dikarenakan salah menyusun prioritas.
Ditengah kekesalan merutuki diri sendiri, saya berpikir, bagaimana jika sudah tidak ada waktu lagi? Bagaimana jika waktu SAYA di dunia ini sudah habis? Padahal bekal saya belum cukup untuk menghadapi kehidupan baru setelah ini? Karena Surga bukan kebetulan dan Neraka bukan kecelakaan, semuanya disusun berdasarkan bagaimana detik demi detik hidup saya dihabiskan. Apakah saya telah memaksimalkan waktu memelihara hubungan dengan Pencipta atau malah sibuk ora nggenah?
Saya begidik! Kesalahan tidak mempersiapkan diri sebelum ujian tidak sefatal apabila tidak mempersiapkan diri untuk kehidupan kekal setelah ini. Ah segala macam rasa berkecamuk tak tentu. Jikalau ada satu musuh yang tak akan mau bekerja sama dalam kehidupan ini adalah waktu. Tak bisa diulang, tak bisa dicegah. Ia tidak pernah mau kompromi, tidak pernah mau mengalah atau melambatkan detik-detiknya hanya untuk memperpanjang nafas kita. Waktu tak bisa disuap, waktu tak bisa diajak bernegosiasi! Either kita yang mengatur waktu dengan bijaksana atau kita yang akan digerusnya. Tangan saya dingin, perlahan saya melantunkan puji-pujian syukur berbicara dengan Dia yang menghembuskan nafas pada saya.

Bagaimanakah kamu menghabiskan waktumu?

Semoga tidak salah menyusun prioritas ya kawan πŸ™‚

.
.
.
Pics are borrowed from here amd here

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Galeri | Pos ini dipublikasikan di REFLECTION dan tag , , . Tandai permalink.

69 Balasan ke Bagaimana Jika Tidak Ada Waktu Lagi?

  1. tetep optimis, berpikir positif, dan ikhlas. itu sih yang biasa saya lakukan kalo sadar waktu yang tersisa begitu sedikit buat ke tahap berikutnya.

    Tuhan tahu koq, kita udah berusaha semampu yang kita bisa. tinggal kitanya aja, yang bisa nerima hasil akhirnya atau engga. πŸ™‚

  2. indobrad berkata:

    Pass me not, o gentle Savior
    Hear my humble cry
    While on others Thou art calling
    Do not pass me by

  3. niee berkata:

    Waahh,, postingannya bener2 menyadarkan banget mbak.. Bener banget klo tiba2 waktu kita akan habis dan kita selama hidup ini gak ada ngelakuin sesuatu yang bermanfaat pasti nyesel banget yak 😦

  4. Akiko berkata:

    pasrah aja deh Mbak…. Tapi, selama masih bernafas, walaupun tinggal sedetik, manfaatkan saja sebaik-baiknya. ^^

  5. susisetya berkata:

    maka ada pepatah orang tua jangan sia-sia kan waktu mu agar tidak menyesal dikemudian hari…
    yah itulah sifat manusia yang sering lupa dan menantikan atau mengesokan apa yang harus dikerjakan hari ini…..
    dan yang terpenting sekarang ayo kita bersahabat dengan waktu dan melakukan apa yang memang seharusnya kita lakukan sekarang… πŸ™‚

  6. Chici berkata:

    Wah makasih udah ngingetin mbak
    *masih sering lalai ama waktu

  7. hajarabis berkata:

    waktu berlari kian cepat yaa..

  8. Kimi berkata:

    Waktuku juga seringnya aku habiskan sia-sia. Ya tidur, main game, luntang-lantung gak jelas. Padahal udah pake acara jadwal hari ini mau ngapain aja misalnya. Tapi yaaaa… namanya juga prokras. Santai2, hahahihi, buang2 waktu gak jelas. Yang jadi prioritas malah terabaikan. *curcol*

  9. mawi wijna berkata:

    Andaikata sehari itu 48 jam. Yah, kehidupan saat ini entah mengapa saya merasa terlampau padaat, hingga menunggu datangnya satu bulan serasa menunggu satu hari saja. Ah waktu…

  10. Zippy berkata:

    Waduw…nusuk banget ni mbak postingannya πŸ˜€
    Kalo saya sih ya biasa aja, waktunya diisi dengan kuliah, online, tapi nggak lupa juga untuk beribadah πŸ™‚
    Setidaknya ada waktu yang diberikan untuk ucap syukur kepada-Nya πŸ™‚

  11. Mood berkata:

    Bingung mo koment apa, jadi merinding ngebacanya.
    Thank’s sudah mengingatkan.

    Salam.. .

  12. Budi berkata:

    kalau udah mepet hampir tidak ada waktu, Saya tetap optimis. karena klo dibawa panik malah buyar… πŸ™‚

  13. Dewi berkata:

    Jadi inget soal postingan terakhir. Meski jungkir balik menafikkan waktu, toh waktu tak akan peduli, bukan ? *lagi belajar bersahabat dg waktu* πŸ˜€

  14. DV berkata:

    Kenyataan yang kudapat tiga bulan lebih silam ketika Papa meninggal mendadak membuatku berpikir soal waktu πŸ™‚ Sebagai orang beriman, justru disitu kita ditantang untuk bersyukur atas waktu yang selalu diberikan

  15. vahrizi berkata:

    mengatur waktu itu kadang memang susah ya…waktu memang engga bisa di ulang…
    jadi kita harus mengatur waktu dengan lebih baik lagi πŸ˜€

    Salam…

  16. Dian berkata:

    Aaaaakkk ini hakjleb sekali mbak :(( pernah baca kalo waktu itu ibarat pedang bermata dua, kalo ga dipakai bener2 akan melukai kita sendiri.

  17. iLLa berkata:

    makjleb!
    itu baru ujian biasa aja kita udah kalang kabut kalo ga ada persiapan. gimana kalo sesuatu yang lebih besar ya? ah, tiba2 merinding, keingat sm dosa2 yg dibiarkan begitu saja πŸ˜₯

  18. nadiasabrina berkata:

    aku dari dulu selalllluuuuuuu aja kalo mau ujian sehari sebelum gituu.. hahaha..

  19. niQue berkata:

    terima kasih sudah mengingatkan πŸ™‚
    seringnya memang lupa tergerus rutinitas
    hingga kadang skala prioritas menjadi kabur

    semoga sukses ujiannya yaaaa

  20. AL berkata:

    Ah, saya mah jalanin aja, hehehe…

  21. tutinonka berkata:

    Eka, saya sering sekali merasa waktu lenyap begitu saja. Tidak, saya bukan pemalas, saya tidak pernah menganggur, tapi memang terlalu banyak yang ingin (dan perlu) saya kerjakan, sehingga waktu rasanya tidak pernah cukup. Ada yang bilang, seseorang yang mengatakan “saya tidak memiliki cukup waktu” adalah orang yang tidak bisa mengatur waktu. Mungkin benar ya …

  22. edratna berkata:

    Mengingatkan saya..sudahkan saya punya prioritas yang baik…?
    Doakan saya ya Eka…semoga diperkenankan oleh Allah swt melakukan tugas yang seharusnya saya selesaikan sejak dulu, cuma inginnya bareng suami. Amien.

  23. lidya berkata:

    kak Eka pha kabar?maaf baru mampir kesini lagi, blog listku ga update 😦

  24. tiarabee* berkata:

    dadakan mah kerjaan sayaa… hehehe

  25. Yessi Greena berkata:

    kita memang sering lupa…
    thanks for reminding, Ka πŸ™‚

  26. almascatie berkata:

    saya menghabiskan waktu buka2 website.. πŸ˜€

  27. marthauli berkata:

    postingan yg mengingatkan kita akan kematian. dan seharusnya kita mempersiapkan dr sekarang.

  28. lindaleenk berkata:

    😦
    ya kelemahan manusia,kadang ga bisa memprioritaskan, dan suka menunda2 segala sesuatunya
    pas udah mepet baru ‘blingsatan’

  29. ladeva berkata:

    Jelembeb, prioritas udah ditentuin tapi eksekusinya yang sulit…

  30. depz berkata:

    postingan yg #superjlebb lah pokoknya

  31. aniberta berkata:

    Waktu benar2 tak bisa menunggu, kadang menentukan skala prioritas sangat sulit saat ego membumbung, ego ingin melakukan semua hal dalam waktu yang singkat tanpa mengukur kemampuan,
    aku pun musti banyak belajar untuk manage waktu nih dek πŸ˜€

  32. Tiyo Kamtiyono berkata:

    Tulis sesuatu (list) dalam daftar aja, biar kita sedikit banyak lebih teratur πŸ˜‰
    BTW, salam kenal mbak, postingnya enteng, tapi mengena.

  33. nophakartika berkata:

    salam kenal……
    memang benar kita harus mempersiapkan diri untuk bekal kehidupan kita di sana nanti.
    karena kita di dunia ini hanya sementara,tidak ada yang abadi.
    kita tidak tau kapan kita akan di panggil,semua makhluk hidup akan merasakan kematian.
    mari kita gunakan waktu kita sebaik mungkin teman……

  34. chocoVanilla berkata:

    Waaa,….. tak berani membayangkan 😦

  35. ~Amela~ berkata:

    Aaah,, saya pun begitu,, masih suka terlena, tidak memanfaatkan waktu sebaik-baiknya..
    Semoga kita bukanlah termasuk orang yang menyia-nyiakan waktu..
    πŸ˜€

  36. helgaindra berkata:

    kita emang harus menggunakan waktu semaksimal mungkin
    soalnya kalo udah dipake untuk hal2 yang gak berguna bakal bikin kita rugi sendiri
    thanks pencerahannya kak!

  37. Indah berkata:

    Wah, Kaa.. makasih yaa udah mengingatkan kembali akan hal yang penting ini!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s