Sidang Tilang

Kena tilang? Dan harus datang sidang? Well, itu artinya dapat surat tilang dengan slip merah. Bingung? Tilang merah atau biru? Beberapa hari lalu, saya sudah menuliskan lho apabila Ditilang. Pilih Slip Merah atau Biru? Boleh dibaca lagi koq kalau ada waktu πŸ˜‰
Jadi gini, tempo hari suami saya melanggar rambu lalu lintas dan singkat cerita kami disetop pak polisi, STNK mobil ditahan dan gantinya kami mendapatkan surat cinta tilang berwarna merah muda :mrgreen:. Di dalam surat tilang tersebut dituliskan pasal pelanggaran apa yang dilanggar, waktu (tanggal dan jam) sidang serta pengadilan negeri mana yang ditunjuk bagi kita menghadiri sidang. Biasanya, waktu sidang itu antara 1 – 2 minggu kemudian dari tanggal kita melanggar (jadi bisa ngitung kan sekarang) πŸ˜€Anw, setelah dua minggu berkeliaran di ibukota tanpa STNK pada tanggal 26 November 2010 lalu saya dan suami meluncur ke arah Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang di Ampera itu. Boow.. jalannya macet abis yah. 1 km dari pengadilan, itu trotoar dan emperan jalan penuh ama motor-motor parkir. Jadi ternyata pada tanggal 26 November kemarin banyak yang kena tilang dan harus sidang (soalnya pak polisi ituh baru saja besar-besaran melakukan operasi Zebra).
Sampai di halaman… Β Saya kagum banget! Bagus nih Pengadilan Negeri Jaksel. Soalnya saya disambut spanduk gede bertuliskan:

Hindari Calo. Lebih terhormat menghadiri sidang sendiri

Tapi abis baca spanduk, hati ini miris sih. Beberapa meter dari spanduk tersebut, banyak orang yang nawarin jadi calo sidang :mrgreen:. Hiks spanduknya terkesan jadi hiasan pemanis doank 😦
Lalu, gimana sih sidang tilang itu?
1. Ambil nomor antrian sidang.
Begitu memasuki halaman PN Jaksel, langsung ke kiri. Dibawah spanduk yang tadi itu ada semacam ruangan yang gak terlalu besar. Masuk aja. Nanti akan ditanya, tilang dari polres atau dari polda, dan petugas akan mengarahkan kita ke loket mana.

Dapat nomor antrian sidang 321 cyin! So, usahakan datang sepagi mungkin, jam 8 pagi sampe juga bagus, agar dapat nomor antrian sidang yang kecil.

2. Duduk manis menunggu
Iya, abis itu ya tinggal duduk manis menunggu panggilan sidang. Ruang sidangnya gak terlalu jauh dari loket pengambilan nomor tadi koq. Tapiiiii…. jangan ngantri deket ruangan sidangnya boow… Sumpek and umpel-umpelan. Nih liat, begini nih:

Untunglah saya pake baju batik tanpa lengan dan high-heels pun saya istirahatkan. Semangat! Ayo ngantri giliran! Btw, jangan coba cari saya dikerumunan orang ini. Gak ada say! Lha wong saya yang ngambil potonya πŸ˜€

Saran saya, nunggu aja di depan perpustakaan pengadilan. Ada tamannya dengan bangku panjang dan udara disitu lebih segar. Kalo saya ikutan ngantri macam orang-orang diatas tadi, dijamin pingsan! Sapa yang mau bantu suami saya nggotong coba πŸ˜€ badan saya tebel begintong :mrgreen: #seduhtehijo *ceritanya diet gitu*

Tapi walopun nunggu agak jauh, tetep harus pasang kuping baik-baik yah. Karena dengan jubelan orang sedemikian banyak, ternyata petugas yang memanggil nomor antrian gak pake toa atau pengeras suara bow! Kalo kelewat kan males. Jadilah suami saya bentar-bentar mendekati ruangan sidang untuk ngecek antrian. Dan pas ditinggal itu, sayah kenalan ama cowok ganteng suaminya @keichirou, si @tiyangsae yang ternyata kena tilang jugak! Weleh… di pengadilan pun bisa kopdar πŸ˜€ hahaha. Btw, ternyata bangku taman (halah! Kayak judul pelem) tempat saya duduk nunggu itu dekat dengan ruang sidang utama yang akan dipake dipake buat sidang kasus Gayus lho. Jelaaas! Saya langsung benerin make up donk! Sapa tau masuk tipi gitu :mrgreen: tapi apa lacur, kameranya lebih memilih menyorot Susno daripada diriku :)) Udah dandan cantik-cantik, ndak disorot tipi jeh. Mbok ya, sekilas aja… sekilaaas aja masuk tipi gituh πŸ˜‰ hehe

3. Di dalam ruangan sidang

Setelah nomor kita dipanggil, maka dengan perjuangan empet-empetan, saya dan suami meringsek masuk kedalam ruangan sidang.

Petugas mengurutkan berkas-berkas

Di depan panitera dan pak Hakim, hubby duduk sebagai terdakwa sidang tilang.

Sebenarnya gak boleh ambil poto, tapi saya nekat ajah jeprat-jepret. Alhasil saya ditegur keras oleh petugas πŸ˜€ untung sih cuma ditegur doank, kalo sampe saya dicangking petugas-petugas berbadan besar itu.. Maaaak… malunyaaa! :D. Hubby duduk manis di depan pak Hakim, ditanya-tanya pelanggarannya. lalu untuk 2 kesalahan yaitu melanggar rambu lalin dan sim A mati, suami saya diputuskan harus membayar denda 150.500. Mahal yak? Tapi itu lebih murah sih daripada tilang slip biru, bisa abis jutaan bow! Anw sidangnya cepat! Gak nyampe 10 menit. Cuma antriannya ituuu.. alamakjaaan #pingsan. Kemarin saya bilang bahwa denda bervariasi karena ditentukan pada saat sidang. Nah, pada saat kita ditanya-tanya pak hakim itulah, pak hakim akan menimbang-nimbang besaran denda yang akan diberikan kepada kita. Jika terbukti tidak bersalah ya bisa NOL rupiah, tapi kalo bersalah ya.. ya gitulah πŸ˜€
4. Membayar ke loket pembayaran
Keluar dari ruang sidang, kita masih mengantri lagi untuk bayar di loket pembayaran. Sabar-sabar aja disini ya boow… Antriannya tetap mengular!
5. Ambil STNK
Yak, antri. Siapkan dendanya. Bayar. Laluuuuuu… Whooaaaa STNK pun dikembalikan!! Yeeaaay.. yeaay *joget-joget* Lega, selesai sudah prosesi sidang inih. Namun ada satu pertanyaan yang mengganjal siy, tanda terima pembayaran koq gak ada? 😐 Total tiga jam sahaja untuk mengikuti sidang tilang ini.Β  Kan sampe PNΒ  Jaksel jam 8.30 dan STNK ada ditangan jam 11.30. Gak lama-lama amat kan?
Anyway, saya bangga sama hubby: Adrian Sir yang memilih mendapatkan surat tilang akan pelanggaran lalin yang ia lakukan. Gak peduli antrian mengular dan panasnya ruangan sidang, maju terus menghadiri sidang tilang di PN Jaksel. Katanya….
β€œGak usah nunggu sistem yang mapan… Integritas dan pemutusan korupsi itu mulai dari diri sendiri, dari langkah kecil sehari-hari ^_^ Β Kita ini bukan malaikat yang gak punya salah, tapi paling tidak harus terus terus berusaha menjadi manusia yang lebih baik.
Dan saya diam. Lama…… Cukup lama. Wis, sudah… Selamat berakhir pekan sobat! πŸ˜‰

Tentang Ceritaeka

A Lifestyle and Travel Blogger. Choco addict. High-heels fans also a culinary worshiper. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Pos ini dipublikasikan di Tips dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

54 Balasan ke Sidang Tilang

  1. jejak annas berkata:

    wah saya baru tahu namanya sidang lalin. dulu saya pernah ditilang, dan harus sidang, katanya, tapi begitu sampe tempat sidang, alamak cuma nebus SIM yang sempet nginep saminggu, kelewat murah, kalo gak salah masih di bawah Rp50 ribu.

  2. chiil berkata:

    duluuuu banget, pernah ditilang dan memilih bayar di tempat dengan alasan “2 minggu lagi saya mau natalan di amerika, pak. jadi ga bisa datang sidang”
    alasan superdodol 😈
    *pecah celengan semar*

    tapi daripada disuruh milih antara sidang atau nyogok, saya lebih memilih menaati peraturan & ga membuat pelanggaran πŸ˜€

    • Ceritaeka berkata:

      Hahaha trus, kamu kena berapa itu tilangnya Mat?

      Btw yah, saya setuju buanget!! Ayoo mari lebih menaati peraturan dan tidak membuat pelanggaran πŸ™‚

      • chiil berkata:

        jaman dulu masih muraah.. naik motor pula, bukan mobil. pelanggaran macam ga bawa sim, sim mati, atau melanggar lampu/rambu2 sekitar 15-30ribu. jadi maksimal 45ribu untuk 2 pelanggaran πŸ˜›
        etapi ini 7-10 tahun yang lalu lho mba.. :mrgreen:

        dulu nitip tapi selalu minta tanda terima, kalo ga salah dapetnya warna biru. nah tapi ga tau juga itu beneran dibayarin atau dimasukin kantong :mrgreen:

  3. mawi wijna berkata:

    Menarik ini mba Eka, proses buat sidang ndak ribet tapi tetap aja ada antrian panjang. Yah, mungkin antrian yg panjang itu bisa jadi semacam pengingat,
    “Kalau ndak mau ngantri ya jangan dapet tilang alias jangan melanggar peraturan lalu-lintas”

    Semoga di kemudian hari ndak kena tilang lagi ya Mbaak πŸ˜€

  4. anny berkata:

    Saluuuutttt, memang bagus begitu eda sebagai bukti bahwa eda dan hubby taat hukum dan berani bertanggung jawab, btw masih inget saya thn 2004 lalu ditilang motor habis dana 500rb, karena kesalahannya banyak kali ya he..he…, STNK gak dibawa, spion motor dua duanya gak ada, adikku yang dibonceng gak pake helm, trus pas belokan di slipi itu arah buat selain motor aku nekad wkt itu karena ngeburu waktu, akhirnya ikut sidang juga dan bayar sekian ha..ha..ha.. πŸ˜€

  5. edratna berkata:

    Wahh ini perlu tak copy paste ke anak sulungku.
    Dia pas ditilang pengin banget sidang, pengin tahu rasanya..tapi tertipu ….jadi belum sempat merasakan sidang.
    Lha aneh, kok pengin merasakan sidang tilang.

    • Ceritaeka berkata:

      Ngikik :)) mungkin seperti makan kue tart gitu ya bunda? Pengin nyicipin sidang tilang? Hehehe

      Btw, tertipu gimana maksudnya bun?

      • kunderemp berkata:

        Itu yang sidang tilang pertama. Tertipu oleh calo berbaju safari yang duduk di meja di samping detektor logam di pintu masuk. Karena baru masuk, aku gak tahu kalau dia itu calo. Kukira petugas pengadilan.

        Yang sidang tilang kedua, sama menyebalkannya.
        Itu namanya bukan sidang tetapi ‘loket’ kedua. Tanpa menatap wajah pelanggar, cuma tanda tangan sambil bilang ‘bayar di sebelah’.

        Hah? Gue nunggu lima jam dari jam 9 sampai jam 2 hanya buat nunggu sidang main-mainan kayak gini?

        • Ceritaeka berkata:

          Iyaaa calonya emang pinter menyaru.. Keliatan kek petugas gitu… kalo baru pertama sidang, weh panteslah bisa ketipu.

          Etapi, saya doakan mas’e jangan kena sidang tilang yah.. krn itu artinya melanggar peraturan kan.. πŸ˜€

  6. anny berkata:

    eh, satu lagi eda, dan motorku langsung dibawa si pak polisi, ditebus saat sidang itu pake dana yg 500rb itu hi..hi…dan gak ada tanda terima nya juga πŸ˜€

  7. advertiyha berkata:

    Wow.. kata2 hubbymu ituh sangat bijak kak… daku jadi ikutan maluuu… lho, kok malu sih??hehehe…

    sidang begitu penggemarnya banyak juga yak?? kalah kontes-kontesan di Tipi.. πŸ™‚
    thanks inpohnya kak.. πŸ™‚

    have a great weekend

  8. gum berkata:

    ini jenis kopdar yang tidak sepatutnya diulang kembali :))

    btw, menurut saya efek jera tilang itu bukan di dendanya. Tapi ngantri sidangnya itu :))

  9. Kathy berkata:

    Ehm… cerita nyata dan ‘menggugah’… keberanian menanggung kesalahan adlh baik sekali… anyhow jadi gtu ya ceritanya 3 jam dgn membayar 150rb TANPA kuitansi/tanda terima bayar? ckckck… memprihatinkan ya?! Reformasi POLRI tdk jalan pantes aja nyari uang sendiri2 dijalan dgn modal srt tilang hahahaha… SALUTE buat usaha Adrian utk memiliki Integritas dan dukungan mu Eka utk menemani serta melaporkan lsg dr TKP… Two thumbs UP

  10. j4na berkata:

    kok jadi ribet ya…..!!!

  11. Asop berkata:

    Hahaha, kapan lagi kopdar di pengadilan? :mrgreen:

    Duh, saya sih berharap gak pernah ketilang selama hidup saya. Maless! Emoh! πŸ˜€
    Jadi, saya sebisa mungkin gak melanggar aturan. πŸ˜†

  12. andinoeg berkata:

    kayak nyolong ayam ae…

  13. dud koto bsk berkata:

    Tips terhindar dari Tilang & Ikut Sidang

    “Naik Kendaraan Umum”

  14. Danu Akbar berkata:

    Wah…. gimana ya rasanya..
    saya belum pernah yang namanya masuk ruang sidang.. hehe

  15. indobrad berkata:

    sidang lalin emang cepet kok. di Amrik juga rata-rata 5 menit. makanya yg bikin kesel antriannya itu kan.

    eh btw suamimu bijak banget ya. semoga istrinya ketularan.
    *kaboooooooor*

  16. septarius berkata:

    ..
    Apa khabar Mbak’E..?
    ..
    Kalo aku mungkin pilih slip merah..
    Karena bukan orang kantoran jadi punya banyak waktu luang.. πŸ˜€
    ..

  17. DV berkata:

    Suka tulisan ini… memang sikap seperti suamimu itu yang dibutuhkan orang2 Indonesia.
    Banyak yang tanya secanggih apa sistem penerapan hukum di Australia, jawabku “Sami mawon! malah terkadang lebih kuno” karena intinya memang bukan pada sistem tapi pada mentalitet orang per orangnya.

    Tapi kalau aku di Indo, jujur aku belum bisa berlaku seperti suamimu.. lebih memilih cara singkat ketimbang, uyel-uyelan πŸ™‚

  18. arip berkata:

    pasti lucunya tuh dikasih surat tilang warna pink, hehe πŸ˜€
    yg ngantri banyak juga tuh, ditilang juga yak?

  19. warm berkata:

    hoh pengalaman disidang itu mengerikan
    saya ga mauuu
    dan jangan sampee
    *ngeri*

  20. julicavero berkata:

    hehee…soal sidang tilang..saya teringat beberapa hari yg lalu temen sekantor saya kena tilang dan harus disidang…padahal sidangnya bntr aja mm…hh malah harus telat beberapa jam masuk kntornya…maunya langsung aja ditempat sidangnya..jd ga ganggu org kerja..cek..cek..

  21. mandor tempe berkata:

    kan kemaren saya nunggu pas bagian 0 rupiahnya itu. Kirain hubby ngeyel hingga permohonan dikabulkan, ternyata masih kena juga 😦

  22. vizon berkata:

    Ouw… segitunya ya kalau kita menghadiri sidang tilang?
    Semoga gak pernah kena deh..
    *berjanji dalam hati untuk menjadi pengendara yang baik hati dan tidak sombong, halah!*

    Eka… jujur, aku terkesima dengan paragraf terakhir. Salut aku sama Adrian… Salam ya untuknya… πŸ™‚

  23. tutinonka berkata:

    Wah …. segitu berjubelnya yang mau sidang tilang, berarti pelanggar la-lin buanyak juga ya? Tapi salut banget sama orang-orang yang mau mengantri dan menghabiskan banyak waktu (dan tenaga, hati juga kali … πŸ™‚ ) untuk menegakkan peraturan, dan nggak main suap polisi di jalan. Bravo untuk Adrian dan Eka juga … !

  24. bakulrujak berkata:

    huuuu… saya pingin banget duduk di kursi ituuuh… *labil*
    πŸ˜€

  25. anis berkata:

    salut sama mas Andrian, he3
    semoga semakin banyak orang yang berpikiran begitu ya mb eka πŸ™‚

  26. fairyteeth berkata:

    wogh… Abang nya keren mba Eka…. jadi semua dimulai dari diri sendiri gitu yaaa? πŸ˜‰

  27. riyandi berkata:

    hmmm…kalo misalnya ga dateng sidang gmn ya?
    soalnya pulis yg nilang malah nahan sim yg udah expired sejak jaman kuliah dulu..alamatnya pun beda sama yg skrg..

  28. Agung Baru Kenal Tilang berkata:

    INFO YANG SANGAT BAGUSS ,, LANJUTKAN MENULISNYA MBAK πŸ™‚

  29. Ping balik: Apakah Warna Harimu? | Cerita EKA

  30. atos kusnadi berkata:

    Perjuangannya lumayan berat ya?kalu ĞΒͺќ>:/ ikut sidangnya gimana?maksutnya lgs datang pas siang hari aja sekitar jam 1 gitu.Mohon diinfo lagi donk.Terima kasih sdh sharing pengalamannya nih

  31. harmawan berkata:

    Kalau kita bandingkan dengan tilang di Australia, di Indoensia dendanya tilang lebih murah tp prosesnya lebih rumit. Bagaimana kalau kita tiru aja sistem Australia, supaya tertib lalu lintas di Indonesia benar – benar terwujud. Memang di samping harus ada perubahan siatem juga perlu ada revolusi mental para aparatnya.

  32. ain berkata:

    kalau diambil nggk pas tanggalnya gimana ya ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s