Jalan Tuhan Bukan Jalanku

Dalam perjalanan menuju Yogyakarta melalui pantai Utara Jawa kemarin, saya mengamati jalanan yang telah saya lalui dengan mobil kecil kami si Atoz biru a.k.a Lafly Blue. Setelah dimanjakan dengan pemandangan indah, kerusakan jalan, juga kemacetan (heran, kenapa ya si Komo ngikutin saya terus. Mo… Komo.. mbok ya kamu di Jakarta aja.. ngapain sih ngikutin sampai ke pantura segala :P), saya dihadiahi kelokan, turunan dan tanjakan yang lumayan agak curam di alas roban. Alas roban adalah jalur dua arah memotong bukit antara Batang dan Kendal. Mengamati medan Alas Roban, saya sedikit tergelitik. Saya perhatikan ada masa jalanannya menurun sehingga kami dapat melaju dengan kencang dan mudah, namun terkadang jalanannya sedikit menanjak sehingga si Lafly Blue mesti berjuang untuk melewatinya, ada juga masa jalannannya tenang lurus-lurus aja, menyenangkan deh!

Jalan Berliku

Saya terdiam cukup lama. Bukankah hidup saya ini juga sebuah perjalanan? Perjalanan singkat menuju rumah keabadian bersama Bapa kita di surga? Dan dalam perjalanan menuju kesana kadang Tuhan memberi saya jalanan yang menanjak curam, yang membuat langkah kaki terseok-seok, bahkan berdarah terantuk bebatuan di sepanjang jalan curam tersebut. Itu dilakukanNya demi mengeluarkan karakter terbaik saya yang mungkin tersembunyi jauh di dalam dan tidak akan pernah keluar bila tidak menghadapi masalah. Ya namanya manusia, kalo gak kepepet gak lari bukan? 😛

Namun ada masa Tuhan memberikan jalan yang lurus-lurus sehingga saya dapat tertawa lepas (ah jalanan curam pun saya juga tertawa karena saya tahu Tuhan menjaga saya), dan merasakan nikmat kebahagiaan sebagai umat ciptaanNya.

Jalan Tuhan bukan jalanku

Jangan bimbang ataupun ragu

Nantikan Tuhan jadikan semua

Indah pada waktunya

Hari esok tiada kutahu

Namun tetap langkahku maju

Kuyakin Tuhan jadikan semua

Indah pada waktunya

Pada Tuhan masa depanku

Pada Tuhan ku s’rahkan hidupku

Nantikan Tuhan berkarya

Indah pada waktunya

Sepotong bait lagu itu saya lantunkan dalam doa saya pagi ini. Sungguh saya merasa bahwa pujian ini begitu pas dengan kehidupan yang saya lalui sekarang. Pertengahan tahun ini Tuhan mengizinkan saya berada di dalam lembah kelam, rasanya gelap dan tak menentu. Tapi sungguh tidak ada rasa kuatir sedikitpun, ada rasa percaya yang demikian besar bahwa Tuhan menjaga jalan hidup saya. Bahwa saya aman dalam tangan pengasihanNya (sungguh rasanya damai sekali ketika berada di stage ini). Dan benar, saya aman dalam jalan-jalan yang telah ditentukanNya. Ketika saya diam dan tak menuntut balas malah Tuhan memberikan saya berkat berlimpah. Jalan Tuhan bukan jalan saya, karena sebaik-baik saya merencanakan sesuatu, tetapi keputusan Tuhanlah yang terencana. Perjalanan hidup saya begitu berliku dengan naik turun yang tak pasti diselipi canda, tawa, cinta, terkadang juga air mata. Namun satu yang pasti, Tuhan selalu membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Dan ini menyadarkan saya bahwa seberapapun tinggi pencapaian kita di dunia; merupakan anugerah dan terjadi atas seizin Tuhan. Demikian juga hari ini. Sujud syukurku padaMu ya Abba.

Iklan

65 respons untuk ‘Jalan Tuhan Bukan Jalanku

Add yours

  1. wah alas roban emang indah..
    dulu waktu tugas 2 tahun dipekalongan, si alas roban makanan sehari2 tuh..apalagi kalo abis pulang dari jogja (perjalanan malam), tantangannya luar biasa
    yang penting…OJO BANTER-BANTER ya EKAAAA
    :p

  2. mbak ke jogja ? mampir ke rumah mertua saya dong….bilang aja teman saya. 🙂

    itulah, semoga kita bisa selalu berada di jalan-Nya. meski berkelok, curam, terjal, dan akhirnya meluncur dengan ringan…
    .-= lina´s last blog ..Ladies Nite =-.

  3. Tulisanmu sungguh menyentuh….benar-benar melalui perenungan yang dalam.
    Yahh Eka, kita memang diwajibkan untuk melalui tahapan-yahapan, kelokan yang terkadang tajam dan nyaris membuat kita terpelanting, namun rencana Tuhan sungguh nikmat dan pasti sesuai dengan kita.
    .-= edratna´s last blog ..French toast ala edratna =-.

  4. saya kasih hadiah juga nie…. untuk yang ultah

    apa yang kau alami kini
    mungkin tak dapat engkau mengerti
    satu hal yang engkau alami
    indah semua yang Tuhan bri

    Tuhan mu tak akan memberi
    ular beracun pada yang minta roti
    cobaan yang engkau alami
    tak melebihi kekuatan mu

    tangan Tuhan sedang merenda
    suatu karya yang agung mulia
    saatnya kan tiba nanti
    kau lihat pelangi kasih Nya

    salam kenal,
    dj martha

  5. Mbak Eka sayang…Happy birthday ya 😉
    maaf kemarin daku cuman bisa sms karena ternyata lagi nun jauh di sana 😀

    dan dirimu ternyata lagi di jogja…wew…oleh2 dunk 😉
    .-= Ria´s last blog ..Koala Baruku =-.

  6. Ekaaa, met jalan2 ya say.. Ati2 di jalan, jangan ngebut2 yaa
    Oiya, Selamat ulang tahun yaa.. Semoga tahun2 ke depan lebih baik dan Tuhan menjadikan semua buat Eka indah pada waktunyaa.. Amiin
    .-= Ade´s last blog ..2012 =-.

  7. Jalan hidup yang kita pilih seringkali memang terjal dan berliku. Diperlukan kesabaran yang tak bertepi untuk menelusuri jalan itu seraya senantiasa memohon pada-Nya agar selamat menuju ke Rumah Keabadiaan-Nya.

    Maaf, lama nggak blogwalking, nih.

  8. Ikuti PARADE PUISI CINTA di blog saya,biasa ada souvenir murah-meriah disana.

    Many happy returns of the day honey. May God blessing always be showered on to you on every breath taking by you.
    Regards

  9. pilihan Tuhan selalu yang terbaik bagi kita, meskipun ketika menjalani prosesnya kita merasa ada kejanggalan atau kesalahan.

    dan ketika kita berserah penuh dan mempercayakan hidup kita ke dalam tangan-NYA memang ada jaminan penyertaan dan damai sejahtera.

    Selamat Ulang Tahun ya..
    semoga di usia yang bertambah ini, kamu bertambah bijak dan bersinar bagi DIA. Amin
    .-= Riris E´s last blog ..Sayaaang, Mamaa !! =-.

  10. jadi iri banget dah, lama gak ke sekitaran solo jogja

    yah, semua memang harus ada perenungan. hidup ini juga perjalanan, perjalanan yang berujung. kalo gak hati2, kita akan terjerumus dan celaka

  11. Pertengahan tahun ini Tuhan mengizinkan saya berada di dalam lembah kelam, rasanya gelap dan tak menentu. Tapi sungguh tidak ada rasa kuatir sedikitpun, ada rasa percaya yang demikian besar bahwa Tuhan menjaga jalan hidup saya. Bahwa saya aman dalam tangan pengasihanNya (sungguh rasanya damai sekali ketika berada di stage ini).

    => Aahh.. gua sukaa bangets ama bagian ini, Kaa.. semoga2 soon gua juga bisa sampai pada tahap ini dalam hidup gua 😉

    Happy weekend ^o^
    .-= Indah´s last blog ..When I’m Mad.. =-.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: