Cerita EKA

EKA – guru KILLER !

by Eka Situmorang-Sir on May.20, 2009, under Daily

Saya melangkahkan kaki dengan penuh percaya diri memasuki ruang kecil berisi 14 orang anak manusia yang sebagian besar, heem hampir 80% adalah pria. Suara hak sepatu setinggi 7 cm beradu dengan dingin lantai menciptakan aura galak, sedikit mencekam. Saya terseyum (tidak lebar) kepada semua yang hadir di dalam kelas. Ini adalah pertemuan pertama dari sesi-sesi pembelajaran yang telah saya sanggupi kepada seorang Sek-Jen untuk mentraining relawan – relawan binaannya.

Sudut mata ini menyapu seisi ruangan sebelum saya angkat bicara. “Ok, class saya akan memperkenalkan diri saya. Nama saya EKA SITUMORANG – SIR. Sebelum kelas ini dimulai, ada beberapa peraturan di dalam kelas ini yang perlu anda ketahui”


Pertama, “Panggil saya Miss EKA, bukan mbak, bukan ibu apalagi TANTE !” sengaja picth tone saya tekan ketika menyebutkan kata tante (ingat betapa kesalnya saya jika dipanggil tante ;) kalau belum ingat coba baca lagi disini). Dan beberapa senyum terulas di bibir murid – murid dewasa ini.

Kedua, “Saya tidak mentoleransi keterlambatan. Anda boleh mengikuti kelas dari luar walau terlambat 5 menit saja. “ Seyum yang tadi tersungging di wajah mereka sontak hilang.

Ketiga, “Semua ponsel adalah haram selama kelas berlangsung. Set dalam mode getar atau kalau perlu matikan saja. Saya tidak peduli, mau presiden sekalipun yang telepon, selama anda di kelas saya, anda tunduk aturan saya. Tidak ada yang keluar hanya untuk mengangkat telepon” Dan saya mendengus sinis penuh kepuasan melihat mereka mulai menghela nafas. Pasti mereka menganggap saya guru killer. Bagus ! Lebih baik begitu, toh nanti mereka tahu kualitas saya sebenarnya.

Keempat, ”Tidak ada makanan apalagi rokok. Saya tahu ini kelas informal namun rokok tidak termasuk didalam kelas ini.” Beberapa orang sedikit bersungut ketika mengadu ujung lintingan tembakau dengan lantai.

Kelima, “Buat saya berbuat salah itu normal. Karena kita disini untuk belajar. Saya tidak akan mentertawakan kalian, dan saya MAU anda juga tidak mentertawakan teman anda jika mereka melakukan kesalahan.” Sorot mata saya tajam dan mereka pun mengangguk. Saya mau setiap orang merasa nyaman di dalam kelas saya, tidak merasa takut ketika mereka salah. Tidak juga merasa terinitimidasi oleh rekan – rekan sekelasnya. Itulah alasan dibalik peraturan ke lima ini.

Saya diam sejenak melihat bisik – bisik mereka. “Baiklah, ada pertanyaan?” Suara saya menghentikan keriuhan pasar malam yang sempat tercipta setelah saya mendeklarasikan kelima peraturan tadi. Hening sebentar. Dan tiba – tiba seorang relawan dengan wajah polos mengangkat tangannya. Saya menyilahkan ia bertanya. Pertanyaan yang hampir saja membuat jantung saya copot….

“Miss, do you know that you are so SEXY when you mention those regulations?”

EKA in Borobudur

EKA in Borobudur

Dalam keterkejutan saya, meledaklah tawa dan suara suit-suit dari seluruh penjuru ruangan setelah relawan tadi menyelesaikan kalimatnya. Sukses membuat pipi saya merah tersipu malu. Capeek deeeh :mrgreen: image killer yang telah saya bangun dari awal langsung lumer ditelan tawa mereka.

*Semoga seorang sobat yang berjanji memberikan bukunya sebagai buah tangan, menepati janji setelah membaca postingan ini. Saya sudah lulus kualifikasi untuk mendapatkan buku itu, saya menjadi guru (walau cuma sementara) :) ku tagih janjimu mas

VN:F [1.8.4_1055]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.4_1055]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 4%

No related posts.

:, , ,

104 Comments for this entry

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

the Sponsors