EKA – guru KILLER !

Saya melangkahkan kaki dengan penuh percaya diri memasuki ruang kecil berisi 14 orang anak manusia yang sebagian besar, heem hampir 80% adalah pria. Suara hak sepatu setinggi 7 cm beradu dengan dingin lantai menciptakan aura galak, sedikit mencekam. Saya terseyum (tidak lebar) kepada semua yang hadir di dalam kelas. Ini adalah pertemuan pertama dari sesi-sesi pembelajaran yang telah saya sanggupi kepada seorang Sek-Jen untuk mentraining relawan – relawan binaannya.

Sudut mata ini menyapu seisi ruangan sebelum saya angkat bicara. “Ok, class saya akan memperkenalkan diri saya. Nama saya EKA SITUMORANG – SIR. Sebelum kelas ini dimulai, ada beberapa peraturan di dalam kelas ini yang perlu anda ketahui”


Pertama, “Panggil saya Miss EKA, bukan mbak, bukan ibu apalagi TANTE !” sengaja picth tone saya tekan ketika menyebutkan kata tante (ingat betapa kesalnya saya jika dipanggil tante ;) kalau belum ingat coba baca lagi disini). Dan beberapa senyum terulas di bibir murid – murid dewasa ini.

Kedua, “Saya tidak mentoleransi keterlambatan. Anda boleh mengikuti kelas dari luar walau terlambat 5 menit saja. “ Seyum yang tadi tersungging di wajah mereka sontak hilang.

Ketiga, “Semua ponsel adalah haram selama kelas berlangsung. Set dalam mode getar atau kalau perlu matikan saja. Saya tidak peduli, mau presiden sekalipun yang telepon, selama anda di kelas saya, anda tunduk aturan saya. Tidak ada yang keluar hanya untuk mengangkat telepon” Dan saya mendengus sinis penuh kepuasan melihat mereka mulai menghela nafas. Pasti mereka menganggap saya guru killer. Bagus ! Lebih baik begitu, toh nanti mereka tahu kualitas saya sebenarnya.

Keempat, ”Tidak ada makanan apalagi rokok. Saya tahu ini kelas informal namun rokok tidak termasuk didalam kelas ini.” Beberapa orang sedikit bersungut ketika mengadu ujung lintingan tembakau dengan lantai.

Kelima, “Buat saya berbuat salah itu normal. Karena kita disini untuk belajar. Saya tidak akan mentertawakan kalian, dan saya MAU anda juga tidak mentertawakan teman anda jika mereka melakukan kesalahan.” Sorot mata saya tajam dan mereka pun mengangguk. Saya mau setiap orang merasa nyaman di dalam kelas saya, tidak merasa takut ketika mereka salah. Tidak juga merasa terinitimidasi oleh rekan – rekan sekelasnya. Itulah alasan dibalik peraturan ke lima ini.

Saya diam sejenak melihat bisik – bisik mereka. “Baiklah, ada pertanyaan?” Suara saya menghentikan keriuhan pasar malam yang sempat tercipta setelah saya mendeklarasikan kelima peraturan tadi. Hening sebentar. Dan tiba – tiba seorang relawan dengan wajah polos mengangkat tangannya. Saya menyilahkan ia bertanya. Pertanyaan yang hampir saja membuat jantung saya copot….

“Miss, do you know that you are so SEXY when you mention those regulations?”

EKA in Borobudur

EKA in Borobudur

Dalam keterkejutan saya, meledaklah tawa dan suara suit-suit dari seluruh penjuru ruangan setelah relawan tadi menyelesaikan kalimatnya. Sukses membuat pipi saya merah tersipu malu. Capeek deeeh :mrgreen: image killer yang telah saya bangun dari awal langsung lumer ditelan tawa mereka.

*Semoga seorang sobat yang berjanji memberikan bukunya sebagai buah tangan, menepati janji setelah membaca postingan ini. Saya sudah lulus kualifikasi untuk mendapatkan buku itu, saya menjadi guru (walau cuma sementara) :) ku tagih janjimu mas

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
This entry was posted in Daily and tagged , , , . Bookmark the permalink.

105 Responses to EKA – guru KILLER !

  1. ceuceu says:

    saya pernah jadi lecture, sebagian muridnya dah tua2 juga.. waktu itu saya juga menciptakan image (dan mungkin semua pengajar melakukan hal sama) agar mahasiswa menghormati kelas.. tapi yang terutama image itu akan terbentuk jika kita sangat menguasai bahan kuliah yang diberikan tentu dengan gaya/metode yang ga bikin bete mereka… tapi ada aja murid yang iseng.. ga pernah dateng praktikum, tapi trus ngedeketin sambil ngedipin mata biar diluluskan…huahahaha…ga mempan la yaww..

    salam kenal yaa..miss eka emang sexy..

    #EKA
    salam kenal juga :)
    nantikan kunjungan balik saya ya

  2. firza abdi says:

    Anak muridnya pinter-pinter :D

    #EKA
    hahahhaa… die berpihak sama anak murid gue hahha

  3. latree says:

    huahahahaha….
    bu guru…

    kemaren aku juga barusan jadi guru, di hadapan 100 polisi. seru!

    #EKA
    pasti tuch… ;)
    ngajar apa mbak ?

  4. ikut nyiul ah…swiim suittttt..

    #EKA
    hahahha
    gak pake baju renang koq dibilang swim suit hehehe

  5. Wow!!! Great!! Great!! Great!!
    Tulisan ini keren! Sangat keren. Dari awal hingga akhir. Okelah soal tanda baca yang masih banyak salah. Tapi secara penuturan, tulisan ini mantap sekali.

    Tiba-tiba aku jadi setuju banget dengan pertanyaan seorang relawan itu: caramu memaparkan peraturan di atas sexy sekali. Sangat sexy! Cool!

    Tapi, mestinya foto di atas tidak mesti ikut-ikut dipasang. Bayanganku tentang cara seksimu sontak gugur. Hihihi… Apalagi foto itu tak ada korelasinya sama sekali :p

    Jadi minta buku apa, Ka… ;)

    #EKA
    lha daripada saya taro fotonya mother theresa, malah tambah gak nyambung mas :p hehehehe
    akhirnya sadar juga… bahwa mas DM yang saya maksudkan hehehe
    Hmmm buku apa ya?
    Terserah yang memberi.
    (sambil membetulkan letak kaca mata, tanpa senyum tentu saja)
    jika kalo mas DM mensyaratkan saya jadi guru biar dpt bukunya, maka saya mensyaratkan buku itu harus diberikan secara langsung – bertatap muka !
    Dan ini tidak bisa didebat lagi.
    Harga mati.
    weeeks hehehe

  6. titiw says:

    Ealah.. eneng eka tuh guru inglish toh..? hehe.. tapi yg aku pertanyakan apakah hubungan antar cerita tadi ama si foto di borobudur? (mungkin udah ada pertanyaan di komen2 sebelum aku, tapi terlalu males baca2,, soalnya komennya banyak banget!!) you;re so famous, indeed.. :D

    #EKA
    iseng naro poto.. drpd buat nakut2in tikus :p mending dipaajng di blog
    hahaha

  7. Imam S says:

    Apa iya??? jangan-jangan waktu mau menciptakan imej killer, tante pake seragam yang terpampang di pic pendukung pembasmi tikus ini. :lol:

    tapi, 5 peraturan itu jadi strategi perkanalan yg bagus… untuk sebuah kelas Taman Kaplak-kaplak. :mrgreen:
    buat tameng biar ngga sering digoda!!!

    #EKA
    hahahhaha
    bisa ajah..
    .-= Imam S´s last blog ..Bayi Ulat Jatuh =-.

  8. gmana ya ekspresinya mbak eka pas pipi memerah dan tersipu malu itu? :o
    truz, kelanjutannya gmana?
    .-= Berry Devanda´s last blog ..Sumatera Earthquake : How to Donate =-.

  9. Zippy says:

    Buseeet deh mbak, kejem amat too jadi pengajar, xixixixix…
    Ngeri ah, bikin jadi gak konsen, hihihihi…
    Tapi bagus sih, untuk menjaga kedisiplinan…
    Ya..biar gak banyak yang jam karet dan lebih menjaga kesopanan :D
    .-= Zippy´s last blog ..Streples dan Strepsils Bersaudara =-.

  10. zulhaq says:

    Aturan yang benar2 mengajarkan pentingnya sebuah kedisiplinan

  11. morishige says:

    mestinya langsung dilempar aja yang nanya itu.. pake pisau kalau perlu. biar kesan “killer”nya benar-benar nyata.. :mrgreen:

    #EKA#
    huahahhaa
    sadiiiis :)

    .-= morishige´s last blog ..Berburu Momen di Pasar Malam Sekaten =-.

  12. Hahahahah! Itu pinter banget deh yang kasih komen.

  13. Zippy says:

    Nah..permasalahannya disini…
    Sekarang malah jadi nakut2′in kita2, wkwkwkwkwkw….
    *Kabuuurrr, sebelum digorok :mrgreen:

  14. zulhaq says:

    Wowww keren banget jd guru dhadapan 100 polisi

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s