Surat Untuk Sahabat


Disclaimer: Sebuah postingan yang cukup panjang karena ini curahan hati berbalut keping-keping memori. Hening subuhku riuh, dipecah oleh dering ponsel yang tak kunjung berhenti. Sedikit malas aku menghampiri meja diujung kamar untuk mematikannya. Namun sejenak aku tertegun memandang ponsel itu. Di situ, dilayar persegi itu, bukan tertera wake up u lazy gal seperti biasanya namun... Continue Reading →

Ayam Goreng buatan Ibu


h "Sayang, kenapa sich kamu selalu repot - repot memasak buatku?" tanya suamiku lembut. Kubalikkan punggungku hingga dapat kutatap wajahnya lekat-lekat. Senyum kecil tersungging dibibirku dan kutorehkan adonan tepung ke hidung besarnya. "Sebab aku gak mau kamu sakit karena jajan sembarangan, ntar gak bisa cari duit untuk beli kalung berlianku !" jawabku terkekeh. Ia tergelak... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: