Menghirup Udara Segar Gunung Papandayan

Awalnya saya bimbang apakah layak untuk mempublikasikan artikel jalan-jalan saat Indonesia sedang berkabung? Namun hasil dari diskusi sana-sini akhirnya saya memutuskan untuk tetap posting di blog tentang plesiran terakhir yang saya jalani. Bukan tidak bersimpati terhadap para korban (God know how I trully feel about this) tapi saya berpikir bahwa sebagai netizen maka kita juga sebaiknya mengimbangi dengan memberitakan hal-hal positif lainnya tentang Indonesia. Kalau semua berita diisi dengan yang negatif, rupiah merosot efek bola saljunya jadi besar. Lagian kalo kita sedih, panik dan ketakutan maka itu adalah tujuannya para teroris bukan? Dan saya menolak mengikuti hal tersebut.

***

Pengen mendaki gunung tapi takut tersesat atau takut nggak kuat fisiknya? Wah, wah.. Sini… Sini… Ke Gunung Papandayan aja. Temen saya bilang kalo Gunung Papandayan itu gunung anak-anak karena nggak pakai usaha pas mendaki, kalo kata saya ini gunung yang cocok buat latihan mendaki sebelum jajal gunung beneran ^_^. Well, ambil SIM aja ada latihannya, masa naik gunung enggak? 😉

Gunung Papandayan 1

Gunung Papandayan ini lokasinya sekitar satu jam dari Garut. Bisa dicapai dengan naik bus atau kalau nggak mau capek ya sewa mobil kayak saya :mrgreen: Rute ke Gunung Papandayan itu asyik banget, jalan mulus, kelok-kelok dikit aja nggak bikin pusing tapi kiri kanan hijau kece penuh pepohonan rimbun! Kadang pinus, kadang semak-semak, seringnya ya pepohonan aja. Sepanjang jalan sering ada penjual durian, strawberry dan buah-buahan gitu. Seneng banget deh.

Biaya Retribusi

Sampai di kaki gunung, kita akan diminta membayar retribusi. Nggak mahal kok., Rp. 7.500,-/ orang. Mobil kena biaya Rp.10.000,- saja. Setelah itu mobil masih bisa naik sampai ke lapangan parkir. Nah di sini ada base camp gitu. Kena retribusi lagi dengan biaya yang sama. Suasana di base camp cukup ramai dan banyak penjaja makanan. Kopi, mie rebus sampai jagung bakar tersebar aja gituh 😉

Pemandangan yang Memanjakan Mata

Tidak seperti Gunung Gede di mana pohon-pohon besar mendominasi, Gunung Papandayan ditumbuhi pepohonan sejenis semak gitu. Hanya ada sedikit pohon agak tinggi di bagian bawah saat awal mendaki. Udaranya sendiri masih terbilang segar, sementara sinar mentari agak menyengat. Jadi pakai baju yang agak menutupi badan lumayan membantu mengurangi nylekitnya sinar matahari di kulit. Awalnya saya pikir gunung Papandayan ini bakal bikin capek mendakinya. Ternyata enggak. Udah ada jalan setapak yang rapi. Cukup 30 menit saya sudah sampai di area kawah. Nggak pake usaha banget. Total 3 jam saya berada di sini, udah pakai poto-poto seru. Gunung ini cocok buat didaki bareng keluarga ^_^ gendong baby juga menyenangkan. Hehehe.

Gunung Papandayan a

Gunung Papandayan 4

Gunung Papandayan 6

Seperti biasa kalau saya ke pantai atau ke gunung. Saya selalu mengambil momen untuk sendirian. Berdialog dengan alam, dengan semilir angin, birunya langit, terlebih bicara dengan inner self. Dan saya tahu, saya harus kembali ke sini lagi. Harus!

Gunung Papandayan 14

Porternya naik motor lho!
Porternya naik motor lho!

Ohiya, saya berpapasan dengan orang-orang yang mau kemping. Barang bawaannya sedikit aja. Sempet bingung kok bawaannya minim gitu. Ternyata sekarang tuh kalau mendaki asyik. Ada porter segala! Overall, Gunung Papandayan ini recommended deh kalo buat iseng-iseng daki atau obat rindu gunung. Hehehe.

Pota-poto mah wajib hukumnya

Poto di sebelah kiri waktu naik dan belum berkabut. Poto yang kanan saat kabut mulai turun. Pandangan jadi terbatas.

Tips mendaki Gunung Papandayan

  1. Usahakan mulai mendaki di pagi hari. Maksimal jam 9 pagi deh. Soalnya kabut sering turun sehingga jalanan serta langit jadi gelap. Rute setapaknya agak kurang jelas jadinya. Lalu sekitar jam 12 siang juga sering hujan, daripada basah kuyup mendingan pagi deh.
  2. Pakai pakaian dan sepatu yang nyaman. Bahan kaos atau katun biar kalo keringetan gemobyos pas mendaki badan nggak bau. Sepatu juga tentunya yang enak biar nggak gampang tergelincir saat menginjak batu. Lagian kalo sepatunya nyaman kan jadi nggak gampang capek.
  3. Jika memungkinkan sedia masker. Mendekati kawah, bau belerang cukup keras tercium. Kalo kuat sih gpp ya, tapi kalo nggak kuat bisa puyeng bahkan mabok.
  4. Tentukan tujuan saat mau ke Gunung Papandayan. Mau mampir bentar mendaki obat rindu dan coba-coba aja atau mau camping. Ini akan memengaruhi barang yang akan dibawa.
  5. Kalau misalnya mau camping, ya bawa perlengkapan tenda, persediaan makanan dst. Soal makanan sih santai, di bawah tuh banyak penjaja makanan. Hehehe. Terus kalo bawaan kemping banyak dan malas ngangkut, tenang aja ada porter lho. Porternya keren banget, bisa naik motor trail gitu sampe ke kawah!

 

Sobat CE, sudah pernah mendaki gunung apa aja? Stay safe ya!

Iklan

39 respons untuk ‘Menghirup Udara Segar Gunung Papandayan

Add yours

  1. mba eka keren ih… masih sempet hiking.. aku trakhir hiking waktu kuliaah, ke semeru, itu pun gak sampe puncak, sampe ranu kumbolo ajaa.. gunung trakhir ya bromo << itu wisata sih :))

  2. aduh, pengen deh ka. soalnya juli ada yg ngajakin muncak rinjani. hahahaha entahlah aku berani atau gak. belum pernah naik gunung euy :)))

  3. Sedang cari hunian dengan view dan udara yang bagus? Perumahan CitraGarden City di Malang membangun rumah dengan konsep hijau dan sengaja dibangun di lokasi dengan view yang keren dan udara yang pastinya segar.

  4. wuiiih keren bangett mba, aku juga sempat kesana dulu. walaupun trek nya lumayan tetapi kita harus tetap terjaga. dingin nya yang menusuk pada saat menuju tegal alun wow, summit ceritanya, dan jam 7 aku sampe melihat bunga bunga edelwuis ,,, kereemnnn

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: