Bicara Tentang Perempuan dan Penghasilan Tambahan

Saya bersyukur menjadi perempuan, ia mempunya multi peran; menjadi perempuan, istri, dan ibu sekaligus.

Beberapa hari lalu saya terlibat pembicaraan yang asyik dengan kawan saya. Katanya ia bosan di rumah, ada waktu luang yang cukup banyak saat anak-anaknya sudah pergi ke sekolah dan ia bingung mau ngapain di jeda waktu itu. Saya tersenyum mendengarnya. Di sela-sela waktu mengurus keluarga, kalau kita cermat dan kreatif bisa memanfaatkan waktu untuk mendapatkan penghasilan tambahan lho!

Gak percaya? Hihi, saya kenal banyak perempuan yang penghasilan tambahan dari hobinya bisa menyamai gaji sebulan suaminya! ^_^ Menurut saya, kunci utama dari membuka usaha sampingan itu adalah disiplin yang ketat. Harus bisa mengatur waktu kapan harus mengurus keluarga, kapan juga harus mengurus bisnisnya. Lha bisnis kan memang harus diurus, kalau gak diurus mana bisa berkembang? Lagian meskipun usaha sampingan kan tetap harus diseriusi.

Foto diambil dari female.kompas.com

Terus langkah awal untuk membuka usaha itu apa?

Menurut saya, kita harus mengenali dulu minat kita apa. Jangan sampai salah pilih jenis usaha. Setelah tahu mau usaha apa, baru deh mulai pikirkan gimana caranya supaya bisnis tersebut jalan. Untuk itu, ada layanan keren dari Mentari nih, namanya Aplikasi MWomen. Aplikasi ini bisa diunduh melalui HP Nokia dengan menu Nokia Life+. Dan, MWOmen akan memberikan tips mudah dan cerdas untukย  memulai serta mengembangkan usaha sendiri. Tips-tipsnya dikirimin 5x dalam seminggu. Tentu pakai tariff GPRS yang berlaku ya. Tipsnya apa aja? Ada tips tentang Manajemen SDM, Manajemen pelanggan dan Pemasaran, Manajemen Keuangan, Pengembangan karakteristik, Kompetensi Pribadi Abad 21, Manajemen Bisnis, hingga Akses Kredit dan Perbankan! Komplit dan berguna banget! ^_^

Ngomong-ngomong, gimana sih caranya menghasilkan uang tambahan tanpa membuat peran sebagai istri dan ibu terbengkalai?

Ada banyak cara. Di tengah derasnya arus informasi melalui internet, saya pikir kita bisa memanfaatkan hal itu untuk jadi penghasilan tambahan. Ini sih yang kepikiran di kepala saya:

  1. Berjualan online. Saya teringat mbak Riana, pemilik belowcepek.com. Tau kan? Ini lho situs pakaian perempuan yang menjual baju dibawah 100ribu! Ia memulainya dengan berjualan online di Facebook sampai kemudian membuat web sendiri. Mulai dari jualan 5 potong baju, sekarang omsetnya mencapai 500 potong pakaian!
  2. Penerjemah. Ini gak harus ke kantor. Bisa dilakukan di rumah, bahan dan hasil terjemahan kan bisa dikirimkan via email. Ada beberapa sobat blogger yang saya kenal memiliki profesi sebagai penerjemah dan mereka bilang ini pekerjaan tambahan yang menyenangkan.
  3. Penulis lepas. Pekerjaan ini gak harus dilakukan di ngantor. Saya pun melakukan pekerjaan ini. Sudah sebulan terakhir menjadi kontributor di suatu portal ๐Ÿ˜‰ Dari passion jadi income. Asyik kan?
  4. Buat yang suka masak bisa buka usaha catering atau berjualan kue-kue. Ada sobat saya yang jago banget bikin klaapertaart. Jadi sambil nungguin anaknya sekolah, kalau ada pesanan ia membuat klapertaat. Walau bekerja berdasarkan pesanan, namun ia gak pernah sepi order. Kawan saya itu memanfaatkan banget internet, jadi ia promosikan kue buatannya melalui Facebook dan Twitter. Mantap!
  5. Kalau punya sedikit ruang di rumah, bisa juga membuka usaha laundry kiloan.
  6. Buat yang suka berkebun atau tanaman bisa juga membuat usaha tanaman organik. Dapat uang sambil menyehatkan anak bangsa, kenapa tidak?

Nah kan, buanyak banget ide-ide seru yang bisa dikembangkan jadi pendapatan penghasilan. Daripada bengong mending memanfaatkan waktu luang untuk berkarya, kan?

Ngomong-ngomong, apakah sobat CE punya ide pekerjaan sampingan lain?

Iklan

76 respons untuk โ€˜Bicara Tentang Perempuan dan Penghasilan Tambahanโ€™

Add yours

  1. saya kenal seorang wanita luar biasa yang kerjaan sampingannya sebagai ibu dan istri membuat dia terkenal ke seluruh dunia..

    namanya: Megawati Soekarnopoetri, kebetulan dia pernah nyambi jadi presiden. Eka kenal gak?

  2. bahkan perempuan yang udah dapet income bulanan aja masih suka kepengen cari penghasilan tambahan ya… kayanya emang yang namanya kebutuhan itu nggak ada habisnya..

  3. Kereen mbaak! Engkau idolaku deh masalah begini2an. hahaha.. Dan enaknya, kalo di Islam, uang cowok ya buat keluarga, uang cewek ya buat sendiri.. :))

  4. Kalo aku selain kerja di kantor, aku juga jadi penulis lepas dan penerjemah juga hehehe…dan yes, lumayan lah uangnya untuk belanja-belanji ๐Ÿ˜€

      1. Penerjemah laporan beberapa perusahaan Mbak dari bahasa Indonesia ke bahasa Inggris atau sebaliknya. Terus juga masuk ke tim pembuatan annual report sebuah perusahaan. Hehehe…
        Boleh lho Mbak kalo ada project ajak-ajak hahahahaa…*malah cari lapak* ๐Ÿ˜€

  5. Eka, untuk yang nomor 2 sudah kujalani beberapa tahun terakhir ini. Memang menyenangkan. Apalagi karena nggak harus kena macet. ๐Ÿ™‚ Penghasilan lumayan sih. Asal rajin dan menjaga kualitas sih, pasti order ada aja. ๐Ÿ˜€ ๐Ÿ˜€ Tapi masih pengin menyeriusi yang nomor 3. Hehe. Kemaruk nggak ya? ๐Ÿ˜€

  6. inspiratip…
    tapi ibue citra ga aku ijinin macem macem dulu
    kasian kalo sampe bantu bantu cari duit sementara ngurus anak-anak saja masih repot
    mungkin nanti kalo anak sudah rada gede dikit

      1. iya sih
        cuma kasihan liat kesibukannya ngurus bayi 2 biji aja sampe susah mau ngapa ngapain. lagian ibue ncip emang susah dibilangin sih. disuruh nyari asisten rumah tangga ga pernah mau.

  7. kalau jadi penterjemah itu butuh disumpah ga sih? atau bisa lepasan gitu juga ya?

    aku pinginnya sih kerjaan foto jadi sampingan.. ga fulltime..hihihi.. bisa ga yaa.. ๐Ÿ˜€

  8. perempuan khan biasanya ngurusi banyak hal, ngurus anak-anak, suami, apa gak keteteran tuh nantinya? Salut aja deh sama perempuan hebat yg bisa kayak gitu ๐Ÿ™‚

  9. Kyknya penghasilan tambahan itu harus, soalnya keinginan selalu bertambah klo ngandelin gaji bulanan
    Kan buat pengeluaran bulanan jg kan dan menabung, trus beli make up ama sepatu gimanq?

  10. Intinya kalau emang niat usaha, apapun bisa diusahain kok.. Kadang orang kita (indo) masih suka gengsian, apalagi kalau sebelum nikah mungkin termasuk dari golongan orang yang mampu.. nanti kalau buka usaha/nyari duit tambahan dikira suaminya gak mampu nafkahin yang cukup…

    Mari kita sama2 nyari uang lebihan (bukan melalui kerja tetap) yang halal ( ^o^)9

    1. Hahaha gitu ya? Aku malah gak mikir gitu lho. Pekerjaan sampingan itu kan bukan soal uangnya juga tapi aktualisasi diri kalau menurutku.
      Tapi mungkin karena aku gak berasal dari keluarga berada jadi gak mikir ke sana ya, Dit. Hihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: