Ketika Kewarasan Dipertanyakan

Katanya hidup itu pahit. Sepahit jalan berliku yang harus ditempuh agar bisa kuliah. Tak ada yang membimbing, tak ada yang memberitahu, terbawa arus dari Pelosok Timur hingga terdampar di ibu kota. Luntang-luntung kayak gembel. Numpang sana, numpang sini, bahkan numpang di rumah orang yang baru dikenal di dalam bus! Namun takdir memang sudah mempunyai jalannya sendiri, walau tertampar kejamnya ibu kota tetap sang takdir dapat menemukan jalannya.  Akhirnya dapat berkuliah juga di suatu kota ningrat sana.

Katanya liburan itu menakjubkan. Semenakjubkan nikmat kuliner dan elok pemandangan. Namun tidak baginya. Evacator yang terperosok karena salah perhitungan, sesak angkutan massal ternyata lebih menarik untuk diulas. Ragam manusia dan perilakunya lebih menarik dalam liputan perjalanannya. Bentuk keprihatinan akan ironi bangsa tapi di sisi lain membawa siar akan keindahan alam Indonesia kenarsisannya. Walau tak dapat dipungkiri, titipan uang bensin dari emak temannya terlihat lebih menggiurkan, sudah romantis – rokok, makan, gratis- dapat uang pula.

Katanya urusan buang air adalah pribadi. Sepribadi cincin yang disematkan di jari manis. Namun baginya buang air besar maupun kecil bukan halangan untuk di paparkan gamblang, dibaca sejelas-jelasnya. Terlihat jorok namun juga kocak. Terdengar menjijikan namun bikin penasaran.

Katanya ia selalu berusaha tersenyum dalam kesederhanaan. Sesederhana senyum yang dikembangkan ketika mengabadikan momen pengesahan menjadi pengangguran di depan kamera bersama sahabat dan keluarga sahabatnya. Sesederhana senyum kemenangan ketika berhasil membuat wanita yang pedenya selangit jadi memble jumemble di halte bus. Namun dalam senyum yang sederhana tersebut terbenam suatu kearifan.

Searif falsafahnya yang mengedepankan keselamatan. Bahasa linggisnya, Safety first. Itu jugalah yang menyelamatkannya dari kecelakaan tunggal tempo hari. Searif keinginannya untuk selalu membalas keramahan blogger yang bertandang ke rumahnya dengan bombardir komen ketika balik bertandang. Searif harapannya untuk menemukan sosok pendamping hidup yang berhidung mancung (jelas karena hidungnya sendiri pesek), berkulit putih (mungkin karena ia gelap), berambut panjang terurai dengan tutur kata halus memaknai hidup (mungkinkah dia selama ini memakai wig untuk menutupi kebotakannya? :mrgreen: ). Intinya perbaikan keturunanlah :P

Katanya ia narsis, katanya ia sinting, katanya ia cuek dan aku percaya itu. Namun ketika ia bilang jomblo, entah mengapa aku sulit untuk percaya.

Katanya orang antara waras dan tidak waras itu sangatlah tipis, setipis sehelai rambut dibelah tujuh. Dan tidak bisa tidak, aku harus setuju ;) Buktikan sendiri, silahkan mampir ke home page TOP KOMENTATOR CE Bulan September: Zulhaq Waras yang juga sangat Sinting. Dan silahkan terkekeh sekaligus mengambil hikmah dalam setiap perjalanannya.

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Catatan ini telah ditulis dalam abrakadabra dan di-tag dengan , . Penunjuk permalink.

57 Respon untuk Ketika Kewarasan Dipertanyakan

  1. Gandi Wibowo berkata:

    Oh iya mba… sorry ada yang lupa.
    OOT:
    Selamat ya theme barunya udah jadi. BTW Kekontrasan background di komentar kurang jelas ya? jadi gak tau komen dibawah sebuah komen lain itu sebuah “balesan komen” atau “komen baru”. Atau jangan2 LCD laptop saya yang kontrasnya kurang… :think:
    .-= Gandi Wibowo´s last blog ..Malu =-.

  2. Zippy berkata:

    Wkekekekek….kasian si mas Zulhaq…
    Selalu aja berhubungan erat dengan pertanyaan, “Waras gak ni orang..??”, wkwkwkwkwkwk….
    Tapi hebat, pemikirannya gak sebanding dengan ikonnya yang selalu berbunyi “Zulhaq Sinting” :D
    .-= Zippy´s last blog ..Kesetiaan Tanpa Makna =-.

  3. Nusantaraku berkata:

    Bermodal “katanya”, menjadikan tulisan.. :)

  4. zee berkata:

    Aku selalu berusaha jadi top comentator, apa daya tak sanggup. Menyempatkan waktu membaca semua postinganmu yg rutin jg hrs dilakukan sekaligus. Jd tak apalah kali ini mengalah sama zulhaq :)

  5. Nyubi berkata:

    hmmm… sing waras ngalah’e :)
    .-= Nyubi´s last blog ..How facebook Are You? =-.

  6. jensen99 berkata:

    Evacator yang terperosok karena [...]

    Err… evacator itu apa, mbak? :roll:
    *ngertinya cuma excavator*

  7. quinie berkata:

    oooowwww ini reviewannya si zia? xixixix….
    hm… setuju ama review an elu, ada hal yang gua ga percaya juga… xixixi
    but, nanti kita liat pas pb ya… xixixi
    nantikanlaaahhhh

    @zia, get ready? gua bakalan taro name tag gede buat lu… hihihi dan liat siapa ajah yang mau poto bareng ama lu.

    @arman, ntar lu liat poto2 PB yaa :D

  8. quinie berkata:

    have i told you all that many people curious to meet him??? xixixixi
    sumpe deh gua ga boong…

  9. quinie berkata:

    oiya mba ek, gua lupa tanya, berapa lama lu ngereview si zia jadi bisa bikin postingan ini?

  10. kamisama berkata:

    bkn kah kita jg adalah bagian dr org2 yg tidak waras..selama ini apakah waras dgn pa yg kita lkukan..klo waras napa suka brbuat dosa

    haha….pis ah..salam
    .-= kamisama´s last blog ..Meneladani Cara Makan Rosululloh =-.

  11. DM berkata:

    Uh, awalnya sudah menduga-duga: tulisan ini sarat dengan beban filosofi. Jebuuulll… :x
    .-= DM´s last blog ..Suksma =-.

  12. Ping-balik: Stop Press! - Cerita EKA

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s