Penggoda Iman di Sore Hari


Ku lirik jam meja yang duduk manis dengan jarum pendek di angka empat dan jarum panjang terpatri di angka duabelas. Ah Sedikit malas aku menyeret diri ini ke kamar mandi, rasanya masih ingin leyeh-leyeh dikamar saja deh. Namun matahari telah beranjak senja, dan kulit tubuh ini sudah berteriak-teriak minta dimanjakan oleh busa lembut sabun cair.... Continue Reading →

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: