Situ Gintung – dalam Nestapa


Aku tersadar oleh lolongan sendu seorang ibu. Jasad kaku ada dipangkuannya. Keras ia menggoncang-goncangkan tubuh anak lelakinya namun tetap ia tak bergerak – karena nafas pergi meninggalkan raga. Dan histerislah sang ibu. Jeritannya pilu, sepilu nyawa yang melayang sebelum genap ia berusia 17 tahun. Kulihat sekeliling, oh Tuhan tempat ini porak poranda, rumah hancur, mobil... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: