Hari Ke Tujuh Ratus Tiga Puluh


Tidak akan ku lupa cara kita bertemu, Kekasih. Tidak lazim layaknya sepasang anak manusia lainnya. Bahkan hingga sekarang aku tak mampu mencerna bagaimana panah Cupid itu terbang lalu hinggap di hatimu kemudian dihatiku. Selalu, kuingat bagaimana engkau bersikeras meminta nomor teleponku. Kala itu, diusia menjelang seperempat abad, aku adalah tutor di sebuah tempat kursus dimana... Continue Reading →

Blog di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: