Mudik dan Kearifan Lokal yang Saya Pelajari

Tips Mengusir Nyamuk dengan Cara Alami

Libur akhir tahun kemarin saya mengunjungi Simbah Putri di kampung halaman. Pengennya sih mudik pas Natal, tapi mengingat pengalaman tahun lalu di mana mama saya terjebak macet parah dan akhirnya malah Natalan di jalan, akhirnya kami pun memutuskan mudik sehari setelah Natal. Dan benar saja, jalanan kosong melompong, Jakarta-Jawa Tengah bisa ditempuh dalam waktu 11 jam itu pun sudah pakai istirahat 3x. Well, namanya bawa anak balita di dalam mobil tentu jadi sering-sering berhenti. Buat pipislah, buat jajanlah atau sekedar ngelurusin pinggang. Hehehe.

tips-mengusir-nyamuk-dengan-cara-alamiSaya selalu betah di rumah Simbah Putri. Selain karena di depan rumah simbah tuh pemandangannya seperti ini, burung-burung di halaman pun berkicau merdu sepanjang hari. Menghibur telinga dan bikin suasana hati jadi gembira. Belum lagi jaminan makanan enak dengan menu-menu tradisional seperti sayur lodeh, gudeg, trancam sampe sambel krecek selalu tersedia di meja makan. Pokoknya timbangan geser ke kanan deh! Hahaha. No, no, no… Nggak ada kata diet kalo lagi mudik hihihi.

B juga betah kalo saya bawa mudik, he managed to do this :D
B juga betah kalo saya bawa mudik, he managed to do this 😀

Tapi sayang mudik saya nggak berjalan sempurna. Kalau malam tiba, saya mesti bertarung sama nyamuk-nyamuk nakal. B jadi susah tidur dan bad mood gitu 😦 Tapi memang simbah saya adalah orang Jawa yang pandai menggunakan kearifan lokal. Instead of menggunakan obat nyamuk tinggi kandungan kimia yang bisa membahayakan pernafasan, Simbah menggunakan bahan-bahan alami yang bisa ditemukan di dapur buat mengusir nyamuk. Saya bagi tipsnya di bawah ya:

Tips Mengusir Nyamuk dengan Cara Alami:

  1. Menggunakan sereh, potong-potong sereh (iya sereh yang buat masak itu) lalu ditaruh di sudut-sudut rumah. Ternyata nyamuk itu nggak suka bau sereh lho.
  2. Kemangi, awalnya saya pikir kemangi itu buat ngurangin bau badan aja, tapi ternyata bisa dipakai buat menghalau nyamuk. Ulek kemangi terus olesin aja ke kulit tubuh.
  3. Bawang Putih. Weits jangan salah, bawang putih ternyata bukan cuma bikin vampire takut, tapi nyamuk juga! 😛 Bawang putihnya bisa dimakan atau dipotong-potong dan di taruh di piring kecil dan sebar di pelosok rumah.
  4. Kulit jeruk. Kata Simbah sih yang manjur itu kulit jeruk yang udah kering tapi kemarin sih kulit jeruknya masih fresh terus dibiarkan mengering sendiri gitu di pojokan rumah.
  5. Minyak Kayu Putih, selain dibalurkan ke kulit tubuh, minyak kayu putih juga bisa ditaruh di sudut-sudut kamar. Nyamuk nggak suka bau minyak kayu putih. Ohya biar nggak bangkrut karena harga minya kayu putih sekarang mahal, kemarin kami mencampur minyak kayu putihnya dengan air. Aroma minyak kayu putihnya tetep keras kok, ditaruh di piring kecil lalu disebar di pojok-pojok kamar.

Cara-cara alami tadi emang terbukti ampuh mengusir nyamuk dari rumah Simbah Putri. Saya nggak tau mana yang paling efektif karena semuanya digunakan sekaligus 😀 Tapi yang pasti sih anak saya bisa tertidur nyenyak sepanjang malam. Tapi semua cara mengusir nyamuk itu mengandalkan aroma buat bikin nyamuk pergi; ya aroma sereh, kulit jeruk, minyak kayu putih, kemangi sampai bawang putih. Nah, kalo nggak suka aroma tadi gimana? Apalagi bau bawang putih yang emang menusuk hidung itu… Apa dong solusi mengusir nyamuk yang ramah di kantong tapi juga nggak membahayakan kesehatan?

sharp-air-purifier-with-mosquito-catcher

Saya baru ingat kalau Sharp mengeluarkan produk ini. Kemarin sempat ditawari pas lagi jalan di Electronic City, tapi karena buru-buru jadi nggak terlalu nyimak. Setelah baca-baca lagi rasanya kok kayaknya seru juga kalau punya satu di rumah.

3in1 poin keunggulan Sharp Air Purifier with Mosquito Catcher:

  1. Teknologi plasmacluster Generator Ion secara aktif memurnikan udara sehingga menonaktifkan virus, jamur, aroma tidak sedap lainnya seperti bau rokok, bau binatang peliharaan sampai bau asap. Wah, pencinta binatang pasti senang alat ini.
  2. Air Purifying dengan kombinasi teknologi HEPA Filter + Coanda Airflow-nya mengisap dan menyaring debu, kuman dan partikel berbahaya.
  3. Mosquito catcher alias menangkap nyamuk dengan lima langkah efektif yaitu Sinar UV pemikat nyamuk, warna hitam yang memikat nyamuk, disain celah masuk yang ideal untuk nyamuk, aliran udara dan daya hisap yang kuat, dan lembar lem perekat yang kuat.

Duh, abis nulis ini kok saya makin kepengen punya ya? >.< Hahaha. Alat yang komplit sih, bisa digunakan menjaga kesehatan karena bikin udara bebas bau, bebas asap plus bebas nyamuk juga! Air purifier saya yang sekarang ada di rumah nggak bisa buat ngusir nyamuk soalnya. Hmmm, jadi kepikiran buat ganti 😀 mulai musim hujan nih, banyak bahaya mengintai kalo rumah nggak bebas nyamuk. Anyway, kalo nanti saya udah pakai Sharp Air Purifier with Mosquito Catcher, saya update reviewnya di blog ini ya.

Anyway, mudik tahun ini rasanya saya tambah pinter karena tau tips dan trik mengusir nyamuk dengan cara alami. Kalau Sobat CE sendiri gimana? Apa pengalaman menarik dari mudiknya? Share dong sini.

Sharp Air Purifier with Mosquito Catcher:

Tersedia 2 ukuran: untuk ruangan berukuran 21m & 30m persegi

Harga IDR 3.500.000,- (namun cek re-chek aja sebelum beli karena kadang ada promo atau diskon hingga 40%)

Dapat dibeli di berbagai Modern Market seperti Electronic Solution, Electronic City, dbest Denki dan beberapa online shop terkemuka di Indonesia.

Iklan

37 respons untuk ‘Mudik dan Kearifan Lokal yang Saya Pelajari

Add yours

  1. kakak jawa tengahnya dimana? kemaren aku mudik ke banyumas, jawa tengah juga, pas di hari natal, jalanan lancar banget… 8 jam uda nyampe, termasuk 1x stop… si suami pengen cepet2 nyampe rumah, jadi cuma berenti satu kali hehehehe… aku juga suka banget tiap kali mudik, mesti ngeliat yang ijo2 hehehehe…. kalo di banyumas ga terlalu banyak nyamuk sih… mungkin karena ujan terus kali ya…

      1. Mbak, aku biasanya silent reader tapi sekarang mau ikut komen, haha
        Klatennya mana nih? Kok itu keliatan gunung merapinya juga?
        Aku juga klaten soalnya mbak 😉

          1. Sama2 mbak, hehe
            Oh delanggu yak…tahu mbak. Aku sebelum delanggu kalo dari jogja, daerah pabrik gula gondang. View utaranya sama sih, si gagah merapi 😊

  2. waktu liburan Natal di Medan, nyamuknya jg banyak banget. jd susah mau ngobrol di teras. alat ini bisa diletakkan di luar ruangan jg kah? BTW, aku baru tau loh cara2 tradisional utk mengusir nyamuk…thx banget

    1. Aku pun baru tau kak. Dikasih tau nenekku. Tapi yang tradisional ini tiap beberapa jam sekali mesti diulang ya kak. Nggak tahan semalaman.
      Aku belom tau bisa ditaruh di luar ruangan atau enggak kak. Kalau udah tau aku kabari ya

  3. nyamuk emang ganggu. Kalo mo imlek gini sih ngga pusing karena stok jeruk biasanya tersedia banyak. tinggal makan jeruknya, trus kulitnya balur di kulit. hahahaha

  4. Pernah coba usir nyamuk pakai obat nyamuk bakar. Ternyata gak mempan. Tips yang nomor 5 itu paling mudah kayaknya. Pakai obat kayu putih. Pas lagi kalau cuaca lagi dingin juga.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: