Pria Berseragam Loreng itu MEMBUNUHKU


Setiap terang bulan bapak selalu duduk terpekur memandangi langit melalui beranda rumah. Malam ini pun tak terkecuali. Tak diindahkannya ajakku agar masuk ke dalam. Diusianya yang sekarang aku cemas paru – paru tuanya itu tak kuasa menahan dingin angin malam. Belum lagi rokok kretek yang selalu menjadi karibnya. Memperparah keadaan saja. Sekali ini pun jawabnya... Continue Reading →

Iklan

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: