Suatu Senja di Abhayagiri

Sudah lama sekali saya pengen mampir ke Abhayagiri Restoran yang bertempat di seputaran Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, resto yang famous itu. Namun entah kenapa, setiap kali saya ke Jogja, kok ya nggak sempat aja gitu. Kadang itin padat atau Basti maunya pergi ke tempat lain (maklum anak-anak, hobinya le tempat yang berbau binatang atau yang banyak mainannya :mrgreen: ), atau gak dapat tempat aja gitu alias tiap reservasi tuh penuh. Beuh, ini resto emang rame sekali.

Anw, saat pergantian akhir tahun kemarin akhirnya saya kebagian tempat juga reservasi di sini. Itu juga nggak langsung. Bikin reservasi pertama untuk dinner di tanggal 1 Jan dan harus kecewa karena nggak kebagian. Full.Bisanya di tanggal 2 Jan. Ya langsung gas poll ambil.

Perjalanan ke Abhayagiri ini cukup unik. Lokasinya ada di bukit dan kita akan melewati jalan-jalan kecil membelah desa penduduk. Jadi jangan heran jika di awal perjalanan kita melewati jalan utama yang besar lalu tiba-tiba diarahkan untuk belok ke jalan-jalan kecil. Saya sempat deg-deg.an kuatir kesasar, eh, ternyata emang gitu jalannya. Hahaha.

Abhayagiri with mom

Gurat Jingga dengan Latar Candi Prambanan

Begitu sampai di Abhayagiri, kami langsung disambut petugas yang menanyakan apakah sudah reservasi atau belum. Kemudian diarahkan parkir dan juga ke restorannya. Kami sampai sesaat sebelum senja dan saya pribadi langsung terpukau dengan pemandangannya. Foto-foto sebentar di tengah hamparan padi hijau seraya menikmati Candi Prambanan dari kejauhan. Dari atas sini rasanya lepas bebas dan itu sungguh menyenangkan.

Sambil menunggu pesanan datang (di mana menunya bisa diakses dengan scan barcode aja – yeay- 😀 ) saya dan mamak berjalan ke arah kiri restoran. Lalu saya bengong melihat stupa besar di areal restoran. Ini di luar dugaan, saya nggak tahu kalau Abhaygiri berada satu area dengan situs cagar budaya yaitu Sumberwatu Temple.

Stupa Sumberwatu (temple) di areal Abhayagiri Restoran

Candi Sumberwatu

Saya terpana melihat stupa besar berdiri kokoh tak tergerus zaman. Rasanya syahdu sekali di tengah sore dan semburat jingga-ungu yang menawan. Magis! Namanya Sumberwatu Temple dan ditemukan pada tahun 2013. Saat ini candi masih dalam proses restorasi dan dipagari dengan utas tali sehingga kita hanya bisa mendekat sampai jarak tertentu saja. Menurut saya gpp, daripada dipegang-pegang atau dipanjat-panjat dan malah jadi rusak. Dipandangi dari jarak sekian meter, tidak mengurangi keindahan dan suasana magisnya.

Kami memesan nasi goreng, fish and chips, udang dan beberapa main course lainnya. Maaf yang kefoto ini aja. Hahaha. Cahaya temaram soalnya karena udah gelap. Kami duduk di ruang terbuka jadi pencahayaan minim. Romantis-romantis gimana gitu. Hehehe. Mungkin kalau duduk di dalam restoran, pencahayaan lebih baik kali ya. Makanan so far so good meski agak lama nunggunya. Tapi gpp, malah jadi ada waktu foto-foto dan ngobrol seru bareng keluarga. Pssst, meski di ruang terbuka, ada di bukit dan deket sawah (buatan) tapi nggak ada nyamuk lho. Jadi tetap nyaman dan rileks duduk ngobrol bersama.

Ohya, di belakang stupa ada arena bermain kecil yang jadi favorit anak-anak. Beberapa ayunan dan round about (sorry gak tau Bahasa Indonesianya apa) benar-benar jadi charm buat anak-anak main. Saya suka idenya. Abisin energi anak-anak di arena bermain kemudian duduk manis makan malam. Hahaha.

Suasana malam di Abhayagiri

Kami menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam untuk santap malam setelah sebelumnya menikmati senja. In overall, pengalamannya menyenangkan dan bikin pengen balik lagi. Harga agak pricey, dibanding tempat makan lainnya di Jogja, tapi servis ramah banget, meski rame tapi nggak umpel-umpelan dan prokes banget. Terus, yang pasti pemandangannya emang kece sih. Jadi ya worth it aja gitu 🙂 Tetep akan balik lagi meski rada mahal. Hahaha.

Tips and Trick ke Abhayagiri:

  1. Sebaiknya buat reservasi terlebih dahulu untuk memastikan kesediaan tempat, apalagi kalau datang di saat long weekend atau hari-hari liburan lainnya. Resto ini sering jadi tujuan wisata juga soalnya.
  2. Waktu terbaik untuk berkunjung adalah di sore hari. Pemandangan senjanya cantik sekali. Semburat jingga dan ungu berpadu dengan sangat elegan.
  3. Tanyakan ke pelayan, apakah menunya menu sharing atau perorangan supaya nggak menyia-nyiakan makanan. Jangan seperti kami yang pesan menu 1-1 untuk setiap orang, terus begitu makanannya datang malah kaget. Porsinya gede banget. Saat ditanyakan, pelayannya baru bilang kalau yang kami pesan itu 1 porsi makanan untuk beberapa orang alias communal food (family sharing).

Selamat Hari Senin Sobat CE, kamu sudah pernah ke Abhayagiri belum?

Abhayagiri

Alamat:

Dusun Sumberwatu, RT.02/RW.01, Sambirejo, Prambanan, Dowang Sari, Sambirejo, Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55571, Indonesia

Reservasi: +628112934422

6 respons untuk ‘Suatu Senja di Abhayagiri

Add yours

  1. aku pernah ke sini cuma sekali, waktu acara kantor.. kalo ngga dibayari kantor, ngga bakal ke sini..

    setuju dengan pemandangannya yang cantik! dan lokasinya yang “terpencil” ini membuat kesan restoran ini tambah mewah!

  2. Jiaaahhhhh tau gitu mending makan tengah ya mba . Tapi memang kalo menu begini akupun LBH sukanya sharing aja, supaya bisa cobain berbagai macam 😄. Belum pernah makan di sini, tapi pernah denger resto nya.. jalan2 ah kalo ntr mudik ❤️.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: