Dari Hobi jadi Duit: Tips Membangun Usaha Hidroponik

Suatu kali saya pernah memposting foto bercocok tanam dengan hidroponik ke sosial media. Eh, nggak berapa lama ada yang komentar… “Wah dari hobi hidroponik bisa jadi duit nih.” Saya mikir lama banget baca komentarnya. “Ah masa, yang bener, masa iya…” gitu deh batin saya bertanya. Tapi emang dasar restless mind, otak saya penasaran dan nggak berhenti mikir. Setelah ulik-ulik, ternyata hidroponik tuh bisa dijadiin usaha dan menguntungkan! Akhirnya saya coba berjualan sayuran hidroponik ke teman-teman kantor dan tetangga. Dan…, lumayan juga hasilnya. Hehehe.

Kenapa hidroponik?

Ada banyak alasan sih kenapa milih hidroponik buat dijadiin usaha, kalo saya ya karena saya suka. Tapi alasan lainnya mungkin bisa bikin kamu ngelirik peluang usaha ini juga:

  1. Bisa dilakukan di lahan sempit (pekarangan, halaman  rumah, dak, dll)
  2. Media tanam adalah air, lebih mudah diukur  karena penggunaan air dan hara bersamaan
  3. Nggak mengenal musim. Bisa panen kapan aja jadi setiap tahun bisa panen berkali-kali
  4. Tanaman tumbuh lebih cepat
  5. Lingkungan kerja lebih bersih
  6. Instalasi dapat digunakan berulang kali (tanpa olah tanah) tapi emang harus dirawat dan dibesihin juga

Nah, udah tau ya kenapa saya jatuh hati sama metode ini. Saya memulai hidroponik berangkat dari pengisi waktu luang saat pandemi. Mendadak nggak bisa ke mana-mana dan bosen banget. Akhirnya saya coba hidroponik dan ternyata selain memberi manfaat kesehatan (karena banyak berjemur di bawah sinar matahari), manfaat ketenangan emosional, hidroponik juga bisa memberi manfaat finansial. Berangkat dari hobi, lumayan deh akhirnya bisa menghasilkan. Hehehe.

Kalau saya sih, termasuk skala kecil tapi ada teman-teman yang belajar hidroponik mulai bareng sama-sama dengan saya, sekarang usahanya berkembang maju banget. Sampai punya lahan khusus segala! Ini adalah bukti bahwa hidroponik bisa jadi cuan saat pandemi gini. 

Hidroponik memberikan banya manfaat. Baik dari sisi kesehatan fisik maupun mental serta finansial. Bisa cuan, Cyin!

Tips Membangun Usaha Hidroponik:

1. Mulai dari yang disukai dulu

Yes, paling gampang emang mulai dari yang disukai terlebih dulu. Dari demen bikin kita antusias dan akhirnya cari tau sebanyak-banyaknya tentang tanaman yang mau kita buat bisnis. Saya nggak terlalu suka kalo rumah kotor makanya saya cocok sama hidroponik dan karena suka, saya jadi mau meluangkan waktu buat mempelajari seluk beluk hidroponik.

2. Bikin Business Plan

Ini sedikit butuh waktu. Pahami terlebih dulu apa dan gimana hidroponik, berapa lama masa persiapan (semai), pertumbuhan dan panen-nya, cara dan waktu yang dibutuhkan untuk pengemasan atau pengiriman ke pelanggan. Hal-hal ini akan memudahkan rencana bisnis yang kita buat. Learning by doing is the best teacher. Karena sudah ada pengalaman dari hobi bertanam secara hidroponik, hal ini memudahkan saya membuat rencana bisnis secara lebih detil dan akurat. Tapi kalaupun belum ada pengalaman, yuk coba yuk. Kalau nggak mulai ya nggak bakalan punya pengalaman kan? Hehehe.

3. Buat proyeksi bisnis dan target marketnya

Namanya usaha kan maunya ada untung dong ya. Nah, setelah rencana bisnis jadi, buat proyeksi bisnis dan targetnya. Berapa modal awal, harga jual, risiko rusak dst. Tentukan juga target marketnya, karena ini akan berpengaruh juga sama jenis tanaman yang akan kita tanam. Apa preferensi sayuran dari target market yang kita sasar? Serta kemampuan finansial dari target market yang kita tuju masuk sebagai pertimbangan. Kenapa? Karena keluarga sawi & selada punya harga jual berbeda dengan keluarga bayam & kangkung.

Ngomongin modal awal, jika ada tabungan atau sponsor maka soal modal nggak jadi masalah ya. Tapi kalau nggak ada gimana? Ngambil kredit multi guna dari lembaga keuangan yang kredibel bisa jadi pilihan. Jangan langsung nyerah dong, semua ada jalan keluarnya. Hehehe. Cobain deh intip website Adira Finance. Ada kredit dana multiguna yang bisa diajukan untuk usaha rumahan dengan proses mudah dan cepat. Kata kuncinya adalah pilih lembaga yang terpercaya yang sudah terdaftar di OJK. Nah, Adira sudah terdaftar dan diawasi oleh OJK. Udah punya nama besar, jadi nggak diragukan lagi kredibilitasnya. Soal modal ini nanti dibahas lebih detil ya. Sekarang kita lanjut bahas tips-nya yuk!

4. Tentukan mau bercocok tanam apa 

Poin nomer 4 ini berkaitan erat dengan poin nomer 3. Meskipun jenis tanaman yang ingin kita budidayakan dipengaruhi oleh target market tapi pertimbangkan juga apa yang menjadi minta kita. Saya sih suka bayam dan kaggkung karena masa tanam cepat dibanding Sawi atau Selada. Kangkung dan bayam tuh paling 14 hari udah panen dan demand sayuran ini cukup tinggi di kantor saya. Cuma, ada cumanya nih… Harganya memang sedikit lebih murah dibandingkan dengan sawi atau selada. Bisa hampir 2x lipat. Tapi perlu dicatat juga, kalo masa tanam sawi dan selada juga jauh lebih lama. Sawi dan selada itu biasanya bisa dipanen setelah 30-45 hari. Yah, pilih aja ya mau bertanam yang mana, disesuikan dengan kebutuhan pasar yang emang mau dituju dan juga karakter kita. Sabar nggak nunggu lama. Hehehe.

5. Siapin lahan

Seperti yang tadi saya sudah sampaikan di atas bahwa hidroponik tuh nggak butuh lahan luas. Lahan minimal 2×1 m  atau teras kecil saja udah cukup. Apalagi ada beberapa tipe hidroponik yang bisa dibangun bertingkat ke atas jadi makin bisa minim lahan.

Hanya saja, pastikan dekat dengan sumber air dan dekat dengan colokan listrik untuk memudahkan kegiatan bercocok tanam. Yang pasti lahan dengan sinar matahari yang cukup akan sangat memengaruhi hasil panen. Semakin sering lahan terkena matahari (asal tidak kepanasan banget) biasanya semakin subur dan besar-besar hasil panennya.

 

6. Bangun instalasi

Instalasi, biasanya terdiri dari pipa, mesin pompa air, netpot, flanel, rockwool, dan benih. Untuk pipa, bisa bangun sendiri dengan beli pipa pralon kemudian dipotong dan di-setting sendiri. Tentunya lebih murah tapi memang butuh keterampilan khusus untuk membangunnya. Kalau nggak mau repot, bisa beli ke toko tanaman dan minta mereka pasangkan. Biaya tentu lebih besar tapi kita tinggal tahu beres aja.

7. Bangun kerjasama untuk memperluas pasar pemasaran

Untuk memperluas pasar menampung hasil panen kita, maka membangun kerjasama dengan restoran, supermarket atau hotel bisa jadi pilihan. Tentu ada standar kualitas yang harus dipenuhi dan juga plus minusnya. Putaran modal ketika kita suplai restoran atau menjual sendiri tentu lebih cepat dibandingkan suplai ke hotel dan supermarket. Kalau memang masih belum berani terlalu besar, kita bisa titip jual ke teman atau kerabat lho. 

8. Manfaatkan sosial media secara maksimal

Nah, sapa nih yang hobi berselancar di dunia maya? Manfaatin, Cyiiin. Promoin usahanya di sosmed. Maksimalkan fitur-fitur promo yang ada di Facebook atau Instagram. Kita bisa pasang ads dan ada target usia pelanggan serta market radius tertentu yang bisa kita sasar. Saya biasanya pilih emak-emak usia 25-50 tahun dan deket rumah biar gampang kirimnya hehehe. Intinya, pelajari deh itu fitur jualannya di sosmed, useful banget!

Ohya nggak usah malu atau takut di-block teman. Kalo temannya baik ya paham bahwa kita lagi dagang bikin usaha kan. Malah akan support kita.

Panen Selada hidroponik. Ini laku banget dijual. Cepet ludesnya.

9.  Mulai, pokoknya mulai aja dulu dari skala kecil  gpp

Nah, ini tantangan terbesarnya. Udah ngobrol ngalor ngidul, belajar sana sini, kalau nggak dimulai ya percuma. Hehehe. Tetapkan niat dulu, Cyiiin. Bear in mind, ketika usaha berkembang, maka kita bisa tingkatkan juga instalasi kita biar bisa panen lebih banyak. Sebagai bayangan, saya memulai dengan instalasi sebanyak 130 lubang, lalu seiring waktu berkembang menjadi 265 lubang. Ini pun untuk hidroponik hitungannya masih skala kecil, tapi yang mau ditekankan di sini adalah… Yang penting mulai dulu. Setuju?

Anyway, as stated before, buat memulai semua bisnis ini kan tentunya butuh modal. Dan jika kesulitan maka kita bisa ajukan pinjaman dana ke #AdiraFinance lewat kredit dana multiguna  (MPL). Kepoin aja websitenya, bisa klik di sini: Adira Finance Kredit Multiguna . 

Kenapa Mengajukan Pinjaman Dana Tunai ke Adira? 

Ada banyak alasan sih, tapi kalau buat saya pribadi karena reputasinya bagus. Sudah 10 tahun lebih saya kenal Adira dan selama ini selalu memuaskan pelayanannya. Kemudian bunganya juga ringan; 0,65% per bulan dengan tenor hingga 48 bulan. Dan yang paling penting, cepat cair! Kalo persyaratan lengkap maka 1 hari pun bisa jadi! Yeay. Selain itu banyak pilihan pembayaran, bisa dari ATM juga. Simpel. 

Mudahnya Cara Pengajuan Kredit Multi Guna di Adira

Kemudian alasan berikutnya ya karena cara pengajuan kredit multiguna di Adira itu sangat mudah. Semudah memakai maskara. Hihihi. Cukup isi form, lalu submit dan tunggu aja nanti diproses kok. Form-nya seperti ini. Jangan lupa kalian bilang kalau tau dari blog-ku yaaa.

Persyaratannya juga gampang kok. Standar gitulah. KTP asli atau penjamin (kalo ada, kalo gak ada gpp), KK, Bukti penghasilan, tempat tinggal, NPWP (kalo >50 juta) dan dokumen kendaraan. Mudah dan sederhana aja. Nggak pakai ribet.

Bertabur Promo

Adira Finance juga bertabur promo, intip aja sosmednya. Sekalian follow @adirafinanceid deh biar selalu updateinfonya. Nanti soal ini dibahas di artikel terpisah ya. Pokoknya untuk kredit multiguna ya #AdirainAja . 😊

Nah, artikelnya komplit ya. Mulai dari jenis usaha, tips usaha sampai tips pembiayaan modalnya. Semoga bermanfaat dan buat teman-teman. Tetap semangat buat memulai usahanya. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.

Selamat hari Jumat, Sobat CE! Kamu ada ide bikin usaha apa?

4 respons untuk ‘Dari Hobi jadi Duit: Tips Membangun Usaha Hidroponik

Add yours

  1. Keren Eka hobi jadi bisnis 😉 . Bbrp thn lalu aku pernah coba nanam sayuran hidroponik, ku ga lanjut krn kesel alatnya lumutan, trus datang hama kutu hijau, lalu alat hidroponik nya simpan di gudang haha .. oh ya trus masa tanam di 4 musim pendek, klo di Indo bisa sepanjang tahun berkebunnya. Baca postinganmu jd pengen keluarin alat hidroponik ku lagi 😆 . Ala hidroponik yg masih kujalani khusus buat anggrek aja dan rawat indoor.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: