Tag: sahabat
Metamorfosa
by cerita EKA on Nov.25, 2009, under Cermin Diri - Reflection, Daily
Februari 1998
Kelas itu penuh dengan senda gurau khas remaja. Ada gelak tawa, ada sekumpulan siswi bergosip di sudut ruangan sementara disisi lain beberapa siswa terkekeh-kekeh mengamati sesuatu di kolong meja. Gambar sensual wanita dengan pakaian minim dari majalah dewasa mungkin. Sementara disini, dimeja paling depan yang tak lewat tiga meter jaraknya dari papan tulis, duduk bergerombol empat anak manusia berseragam putih abu-abu membentuk arisan sendiri. Ngobrol ngalor-ngidul tentang apa saja sembari menunggu dengan harapan sang wali kelas yang kebetulan Bu Hesti-guru Bahasa Inggris- itu tidak usah datang saja. Biar puas ngerumpinya, biar puas ngegosipnya.
“Ntar mau kuliah dimana?” tanya siswi dengan rambut keriting halus berparas ambon manise membuka percakapan.
“Gue?” tanyaku memastikan. Ia mengangguk. (continue reading…)
Popularity: 3%
Aneh Tapi Nyata
by cerita EKA on Nov.16, 2009, under Sayembara Komen
Beberapa hari saya dalam 3 minggu terakhir ini dipenuhi dengan tawa dan ceria. Apa pasal? Tak lain dan tak bukan karena manusia Sinting yang bernama Zia Ulhaq a.k.a Zulhaq itu lagi di Jakarta. Mau ngabisin dollar-dollar yang udah susah payah dia tabung di hutan sana katanya. Masa nabungnya ama monyet-monyet trus ngabisinnya sama penghuni rimba juga? Ya harus sama manusia donk, begitu tekadnya.
Alhasil bertepatan dengan gelaran akbar Pesta Blogger #2009 dan membawa misi pribadi untuk berjumpa dengan seorang gadis (yang pasti bukan saya, wong saya sudah tidak gadis lagi
) Zulhaq datang ke ibu kota. (continue reading…)
Popularity: 4%
Balonku ada 5
by cerita EKA on Oct.07, 2009, under Daily
Kenapa ya kalau lagi sedih semua kelihatan kelabu? Kamu bisa aja bilang kalau itu cuma sugesti tapi bener lho, kalo saya lagi sedih semua yang saya liat warnanya berubah jadi grey! Langit yang biru terang aja jadi mendung kelabu gitu, semua orang sepertinya pakai baju abu-abu bahkan bola mata ini juga berubah warnanya dari coklat muda ke abu-abu!! Eiit tenang, saya gak buta warna koq. Tapi beneeeer! Kalau lagi sedih aja sepertinya dunia ini tak mempunyai warna selain grey seperti kulitnya gajah itu. (continue reading…)
Popularity: 3%
pertemuan PERTAMA
by Eka Situmorang-Sir on Jun.17, 2009, under Pertama
Jarum jam menunjukkan waktu 6.45. Heem sudah terlambat 15 menit dari waktu yang ditentukan, aku bergegas menuju tempat yang disepakati untuk bertemu. Ku lihat dari kejauhan, gadis manis berkulit bersih duduk manis sambil memainkan ponselnya. Ah pastilah ini dia orangnya, karena hanya ia yang duduk sendirian. “are you *** ? Tanyaku ceria dengan senyum akrab. Bukan, begitu jawabnya singkat dengan tatapan nanar merasa tak nyaman dengan keramahanku. Deg ! Gue salah orang nek. Sontak mukaku merah, tapi bukan EKA kalau tak pintar mengelak
(continue reading…)
Popularity: 2%
Aku Berbagi untuk Sahabat
by Eka Situmorang-Sir on May.23, 2009, under Daily
Pagi saya diwarnai dengan hentakan musik indah dari Audy. Berikut petikan reffrainnya:
Aku bernyanyi untuk sahabat, aku berbagi untuk sahabat, kita bisa jika bersama
kita berbagi untuk sahabat, kita bernyanyi untuk sahabat, kita bisa jika bersama
tiba waktunya, kita untuk berbagi, untuk saling memberi
Popularity: 1%
EKA dan Optimisme
by Eka Situmorang-Sir on May.19, 2009, under Cermin Diri - Reflection, Daily
Saya mendapatkan respon yang positif dari curhat yang gak jelas kemaren
hahahha lumayan membuat beberapa orang merasa bersalah (keluar tanduknya :p) Anyway saya diberi berbagai ragam alasan dari kealpaan mereka menanyakan keadaan saya. Banyak alasan namun mempunyai benang merah yang sama. Mereka bilang bahwa status – status saya di YM, FB, MSN, dst atau suara maupun air muka menunjukkan keadaan bahwa saya baik – baik saja.
Popularity: 1%
namaku BENING
by cerita EKA on Apr.07, 2009, under Anthology - Cerpen, Cerita Sex

Bening
Namaku Bening. Sebening bulir kristal yang menggantung di sudut mata tatkala pria atletis itu memintaku untuk berhenti bekerja. Gajinya cukup untuk memenuhi kebutuhan kami berdua katanya. Tidakkah ia tahu, bekerja bukan soal gaji belaka. Ada aktualisasi diri disana, ada rekan kerja yang lebih tepat disebut sahabat, ada proses berpikir sistematis, juga keputusan tegas yang tersaput selubung diplomasi.
Namaku Bening. Sebening bulir kristal yang menggantung di sudut mata tatkala pria yang ku panggil mas itu selalu mengecek posisiku. Memastikan aku berada di rumah setiap saat. Tak ada tempat bagiku, tidak juga bersama sobat kuliah dulu. Konsentrasi mengurus biduk pernikahan pintanya. Namun, berlayarkah sebuah biduk dengan satu orang saja yang mendayung? Ku rasa dua lebih cepat. Yang berarti memaksanya untuk lekas pulang kerumah dan bukannya terpaku di pojok caffe dengan dalih bertemu mitra bisnis (tentu saja ditemani perempuan dengan rok mini yang kau beri jabatan sekretaris). Jangan kira aku bodoh. Kepastian posisiku mengamankan kencanmu bersama para pelacur berpendidikan tinggi itu. Engkau memastikan bahwa aku tak menangkap basah aibmu. (continue reading…)
Popularity: 100%





