Arsip Tag: Puisi
Sederhana Saja
Cintaku sederhana, Sesederhana kecup pagi selepas dibuai mimpi Tanda aku membutuhkanmu. . Cintaku sederhana Sesederhana bekal siang yang kusiapkan untukmu. Tentu, telah kumantrai sayang juga ribuan jampi agar kamu sehat selalu. . Cintaku sederhana Sesederhana manis teh yang kusiapkan Menghangatkan … Lanjut membaca
Legam Terbakar Mentari
Jamal berlari kecil mengejar mentari Dipundaknya tergantung karung dengan dua tali Tak hirau jalanan panas berdebu disusuri Mengais – ngais demi sesuap nasi . . Jamal berlari kecil mengejar mentari Rasa aneh menyelinap di relung hati Melihat sebaya berseragam merah … Lanjut membaca
RUMAHKU !
Rumahku dari unggun-unggun sajak Kaca jernih dari segala nampak Kulari dari gedung lebar halaman Aku tersesat tak dapat jalan Kemah kudirikan ketika senjakala Dipagi terbang entah kemana
Titik Kosong
Laila, Gadis Kecil Berkuncir Dua
Laila gadis kecil berkuncir dua, pergi ke sekolah selalu diantar ibunda. Duduk di kelas tiga, Laila bersekolah dengan rajinnya. Laila gadis kecil berkuncir dua, hari ini diantar paman ke sekolah karena bunda harus bekerja. Dalam dunianya hanya ada tawa, Laila … Lanjut membaca
mungkinkah ini yang PERTAMA ?
Entah mengapa akhir – akhir ini saya tergila – gila dengan kata pertama. Sepertinya kata itu mempunyai keeksotisan tersendiri. Buat saya pribadi segala sesuatu yang pertama itu awalnya selalu menarik hati walaupun endingnya belum tentu menyenangkan. Tapi saya selalu merasa … Lanjut membaca
perselingkuhan PERTAMA
Maafkan aku nurani Ijinkan ku mengecap manis dunia Dan berkubang dalam nikmatnya nista. Kumparan dosa indah yang pernah tercipta. Walau di laut sana Kekasih mencari nafkah bertaruh nyawa. Diamlah nurani Aku ingin berkelana.



