Arsip Tag: pemilu
Nalar & Kalbu
alar mengatakan bahwa tak ada yang pantas untuk dipilih. Mereka semua telah tercemar. Bau bangkainya saja sudah tercium padahal bungkusnya belum terbuka, begitu argumennya. Namun Kalbu dengan suara kesejukannya mengingatkan bahwa kita harus ikut menentukan nasib bangsa. Harus ikut bertanggung … Continue reading
Situ Gintung – dalam Nestapa
Aku tersadar oleh lolongan sendu seorang ibu. Jasad kaku ada dipangkuannya. Keras ia menggoncang-goncangkan tubuh anak lelakinya namun tetap ia tak bergerak – karena nafas pergi meninggalkan raga. Dan histerislah sang ibu. Jeritannya pilu, sepilu nyawa yang melayang sebelum genap … Continue reading
Mana Visimu, Mana Misimu, Kuberi Suaraku
Menjelang pemilu, jalan – jalan ibu kota penuh sesak dengan atribut dan spanduk para anggota calon legislatif (caleg) yang menjual profil diri agar masyarakat mencontrengnya (saya tidak tahu apa kata dasar contreng ini sudah masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia atau … Continue reading




