Arsip Tag: Kalbu
Nalar & Kalbu
alar mengatakan bahwa tak ada yang pantas untuk dipilih. Mereka semua telah tercemar. Bau bangkainya saja sudah tercium padahal bungkusnya belum terbuka, begitu argumennya. Namun Kalbu dengan suara kesejukannya mengingatkan bahwa kita harus ikut menentukan nasib bangsa. Harus ikut bertanggung … Continue reading
Posted in Cermin Diri - Reflection
Tagged Bertengkar, diary, Kalbu, kampanye, kemunafikan, Nalar, pemilu, politik, Sportif
33 Komentar




