Arsip Tag: Cerpen

First Thing First

This gallery contains 3 photos.

Jakarta di pagi hari riuh dengan kesibukannya sendiri. Motor yang saling sikut. Metromini yang ngetem tak tahu diri hingga mobil pribadi yang menyerobot jalan busway. Sesungguhnya hingga kini aku tak setuju mobil pribadi dikatakan menyerobot, bukankah justru busway itu yang … Continue reading

More Galleries | | 90 Komentar

Sahabat dan Sepatu Cokelat

This gallery contains 2 photos.

Kemarin malam kita membuat janji temu. Di sebuah kedai yang wangi dengan aroma kopi dan roti keju. Disini tempat kita bicara dari hati ke hati. Di areal bioskop yang tenar dengan arsitektur tahun 60an. Dekat-dekat gedung Proklamasi yang konon katanya … Continue reading

More Galleries | | 54 Komentar

7 Huruf Bernama Cemburu

Wanita dengan kulit gelap duduk manis di pojok sofa yang cozy dengan sejuk AC dan sweet jazz yang terdengar mengalun. Di hadapan Wanita terhidang beberapa potong kue Opera lezat yang layer-layer lapisnya dipastikan dapat membuat jarum timbangan bergeser ke kanan. … Continue reading

Posted in Cinta - Love | Tagged , , , , | 66 Komentar

Pelangi Rasa

Jemariku gemetar membaca barisan aksara yang muncul di ponselmu. SMS mesra pada jam 3 dini hari! Kutenangkan jiwaku, kudinginkan kepala yang mulai panas dengan amarah. Tak ada nama, hanya barisan angka, berarti nomor ini tak tersimpan dalam memori ponselmu. Perasaan … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen | Tagged , , , , , , | 48 Komentar

BERHENTI

LANGIT KELAM tanpa rembulan ataupun bintang, gigiku bergemeletuk. Dingin angin yang menusuk tulang memaksaku merapatkan jaket tua yang telah hilang warnanya.  Pelan kubuka pagar depan, terdengar decit besi dari putaran engsel yang lama tak bermandikan pelumas. Aku pulang. Tepat ketika … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen | Tagged , , | 61 Komentar

Vanya Bertanya (1)

Serebrum otakku masih merekam dengan baik kejadian 5 tahun lalu di sofa ruang depan. Maya duduk menunduk sementara Tante Febri ibunda Maya terlihat tegang. Dalam dekapan Maya tidur bayi merah yang usianya tak lebih dari seminggu. Aku dan suamiku diam … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen | Tagged , , , , | 51 Komentar

Terpenjara Waktu

Sedikit malas aku melirik gadget yang diberikan perusahaan mulai tiga bulan lalu. Gadget yang 24 / 7 terkoneksi internet, yang diberikan dengan alasan kebonafidan. Namun aku tahu pasti udang dibalik batu atas pemberian cuma-cuma gadget canggih itu. Memaksa semua karyawan … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen, Cermin Diri - Reflection | Tagged , , , , , , , , , , , , | 22 Komentar