Wisata-Travel
Penggoda Iman di Sore Hari
by cerita EKA on Nov.06, 2009, under Kuliner, Writing Contest
Ku lirik jam meja yang duduk manis dengan jarum pendek di angka empat dan jarum panjang terpatri di angka duabelas. Ah Sedikit malas aku menyeret diri ini ke kamar mandi, rasanya masih ingin leyeh-leyeh dikamar saja deh. Namun matahari telah beranjak senja, dan kulit tubuh ini sudah berteriak-teriak minta dimanjakan oleh busa lembut sabun cair. Jadi aku memang harus bersegera melakukan ritual sore itu.
Kusambar handuk dan 30 menit kemudian raga ini puas bercengkerama bersama air dan sabun. Wuuuuiiih segar deh rasanya!
Wangi sabun beraroma citrus benar-benar memompa semangat baru hingga bibir ini pun bersiul-siul riang. Namun siulanku terpaksa berhenti sesaat setelah aku keluar dari kamar mandi. Disana, diujung dapur aku lihat sosok yang sungguh tak ingin ku temui. (continue reading…)
Popularity: 4%
Mari Kita Tamasya!
by cerita EKA on Oct.11, 2009, under Voyage
Pernah lihat ikan berwarna hijau metalik? Atau koneng terang? Well, beruntungnya saya, dua minggu lalu berkesempatan untuk menikmati ikan-ikan ciptaan Tuhan yang maha indah itu berenang bebas di depan mata lengkap dengan karang dan koral yang ciamik
Sabtu 26 September 2009
Berangkat pagi-pagi buta dari rumah saya yang diujung berung menuju Pelabuhan Muara Angke. Jangan bayangkan kapal mewah macam speedboat, yang menyeberangkan adalah kapal perahu bow! Perahu kayu. Sesak dan penuh. Rada ngeri siy, tapi melihat semua teman pada enjoy aja, ya sudah saya telan bulat-bulat ketakutan itu. Hamba serahkan nyawa hamba ditanganMu ya Tuhan (lebay.com mariiii silahkan ditimpuk, tapi pake duit yee
) Lama perjalanan antara 2-3 jam jika berangkat dari Muara Angke, harga tiketnya IDR 30.000. Tapi kalau mau cepat ya bisa berangkat dari Ancol, cuma 1 jam juga sampai namun tiketnya 4-5x lipat mahalnya.
Tenang kapal yang dari Muara Angke bukan seperti ini koq, walaupun mirip-mirip (cuma lebih gede aja). Ini kapal yang menghubungkan antara pulau satu dengan lainnya. Meski namanya Pulau Seribu, ketika saya coba menghitung buka webnya Pemerintah Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, ternyata hanya tinggal sekitar 110 pulau saja yang ada. Itupun tidak semua bisa ditinggali. Kami menginap di Pulau Pramuka, pusat pemerintahan kabupaten Kepulauan Seribu. For your information, listrik dan air tawar sulit disini. Ya namanya juga dipulau gitu lhoo. Listrik hanya nyala di malam hari saja, mulai jam 4 sore hingga jam 7 pagi. Jadi kalau mau kesini, siapin deh baterai handphone atau kamera. Khusus buat hape, walaupun baterai sudah penuh, itu bukanlah jaminan bisa tetap kontak dengan dunia luar. Karena…. Sinyal susah!
Provider A**S, and E**A tewas seketika, yang kuat bertahan cuma yang dibintangin si Luna Maya doank.
Setelah leyeh-leyeh plus makan siang sebentar langsung siap-siap deh mau snorkling. Tujuan pertama adalah Pulau Semak Daun.
Akhirnya setelah 20 tahun lebih saya tinggal di Jakarta, dan sepanjang hidup itu belum sekalipun menginjakkan kaki di salah satu kabupaten yang dulunya merupakan bagian dari kotamadya Jakarta Utara, tempo hari bisa juga setor muka ke pulau-pulau
. Asli saya baru tahu bahwa (continue reading…)
Popularity: 3%
Menjelajah Jalan Darat Sumatera
by cerita EKA on Sep.25, 2009, under Daily, Fresh-Travelwan, Voyage
Apa sih yang ada di benak ketika mendengar kata menjelajahi daratan Sumatera? Apakah yang terbayang di pelupuk mata adalah tikungan tajam berkelok, hamparan hijau hutan perawan plus jalanan rusak yang ajrut-ajrutan alias medan yang hancur? Jangan kira senyum kecut atau nyali ciut yang ada diwajah saya, justru yang seperti itu yang memacu adrenalin dan membuat darah ini bergejolak. Saya dan ayah saya (yang sama gilanya) sukses meyakinkan seluruh keluarga untuk mudik ke Tebing Tinggi, Sumut , dengan mobil dari Jakarta. Tanpa supir namun tentu berbekal peta
. Sebuah keputusan yang akhirnya bisa dilakukan setelah berdebat panjang dengan mama yang ngotot pulang dengan jalur udara saja. Hei, ini bukan soal pengiritan uang, ini petualangan! Dan aroma petualangan itu tercium kental di udara. (continue reading…)
Popularity: 3%
Kesempatan dalam Kesempitan
by cerita EKA on Sep.16, 2009, under Fresh-Travelwan, Voyage
Setelah membaca judul diatas, lantas mengira saya akan mengulas salah satu film lawas yang dibintangi komedian Dono, Kasino, Indro, maka sepertinya harapan itu boleh dikandaskan
. Tidak, saya tidak akan membahas film legendaris yang terus mengocok perut itu walau jaman telah tergerus waktu. Saya hendak menyoroti hal lain dengan sudut pandang yang kurang lebih sama. Para penggemar warkop DKI, silahkan kecewa:D
Tempo hari ketika saya berkunjung ke Bali, ketika sedang asyik melihat bule ganteng pakai celana pendek dan berdada bidang suami berselancar, saya ditawari seorang ibu – ibu untuk (continue reading…)
Popularity: 2%
Wisata Ekologi Pulau Komodo
by cerita EKA on Sep.14, 2009, under Fresh-Travelwan, Voyage
“Lu jangan pergi ke Pulau Komodo Ka,” larang Dika begitu saya mengutarakan maksud mengunjungi salah satu turunan binatang purba itu.
“Heh?! Kenapa emangnya?” Saya balik bertanya.
“Pokoknya lu jangan pergi ke sana kalau gak siap kalah eksotis sama Komodonya !” tandas Dika dengan cengiran nakal di wajah konyolnya itu.
“Whaaaat???!!!” pekik saya keras hingga hampir semua kepala di restoran jepang itu menoleh. Tanpa rasa malu, saya kembangkan senyum pada semua mata yang memandang. Terbiasa menjadi pusat perhatian karena lengkingan 3 oktaf ketika terkejut, membuat saya terlatih menghadapi situasi seperti ini. Cukup berikan senyum polos tanpa dosa, nanti juga reda sendiri. OK, kembali ke laptop. Huh! Gak terima rasanya saya dibilang kalah eksotis sama komodo. Enak saja! Selepas acara buka bersama, saya langsung googling tentang pulau di Nusa Tenggara Timur itu. (continue reading…)
Popularity: 2%
Menyusuri Pasir Putih di Pulau Timah
by cerita EKA on Sep.12, 2009, under Fresh-Travelwan, Voyage
Kemana biasanya kamu berlibur mencari pantai?
Ke Bali? Dengan pantai Kuta yang ramai manusia itu?
Atau ke Lombok? Dengan pantai Senggigi yang bikin takjub hati?
Well, ada satu tambahan untuk pencinta pantai sebagai tujuan wisata Indonesia : Babel. Tenaang ini bukan nama kota yang melegenda karena wahyu Tuhan yang mengacaukan bahasa turun di kota itu. Bukan, ini bukan Babel yang sering disebut – sebut di hampir kitab suci agama Samawi. Berat di ongkos cin, kalau sampai harus ke Timur tengah sana untuk pantai saja
. Babel yang ini adalah singkatan dari Bangka – Belitung, propinsi ke-31 dari Republik Indonesia. Suatu propinsi yang terdiri dari dua buah pulau besar: Pulau Bangka dan pulau Belitung juga deretan pulau – pulau kecil nan cantik. Justru karena topografinya yang berbentuk kepulauan inilah, Babel menawarkan lusinan pantai indah yang tidak kalah menariknya dengan Bali maupun Lombok. Isn’t it cool? ^_^ Dapat deh satu spot lagi untuk foto – foto narsis wisata pantai :p

Pantai Parai. Pantai dengan pasir putih dan gugusan bebatuan yang apik. (continue reading…)
Popularity: 2%
Sejumput Rinduku di Pulau Samosir – Danau Toba
by cerita EKA on Sep.10, 2009, under Daily, Fresh-Travelwan, Voyage
Pulau Samosir do…
Haroroakku Samosir do
Ido asal hu
Saitongingottoku
Na na na…
Memori saya melayang jauuuuuh, jauh tinggi sekali ketika mendendangkan lagu dari kerabat satu marga, bapak tua Nahum Situmorang di MP3 player komputer. Iramanya riang dengan tiupan seruling dan gondang batak yang khas, sepertinya artikel ini cocok sekali dibaca dengan lagu itu. Silahkan diputar dulu.
Negara kita merupakan gugusan kepulauan yang indah dan teringatlah saya kepada pulau Samosir. Pulau unik karena terletak di dalam pulau juga ; Pulau Sumatera. Hmmm, adakah di dunia ini, pulau di tengah pulau juga? Pulau cantik yang berada di tengah – tengah danau Toba tempat ompung, ompung buyut dan para tetua lainnya dilahirkan.
Tahukah kamu bahwa Pulau Samosir adalah pulau vulkanik ? (continue reading…)
Popularity: 3%







