Arsip Kategori: Literature
Sanctuary
Rumahku adalah kumpulan cinta Siapapun boleh singgah disana . Wangi terbuai, mayang terurai Diberanda, sayang pun bersemai
Surat Tanpa Perangko
Kepada Lelaki yang tak akan pernah kumiliki. Kamu tahu? Aku kangen kamu. Kangen derai tawa yang kita bagi setiap waktu. Kangen suara beratmu menyapa diujung telepon dengan kawalan jutaan rindu. Menanyakan kabar, menggoda dengan rayuan gombal yang selalu sukses membuatku … Lanjut membaca
Tentang Rasa
Jika saja aku bisa bersamamu malam ini. Aku akan memberimu ketenangan batin Rebahkanlah kepalamu di pangkuanku, benamkanlah wajahmu dalam pelukku Biar… Biar hangat seluruh jiwamu itu!
Bermain dengan Waktu
Suara – suara sumbang itu terus berdengung. Persis seperti dengungan nyamuk di telinga menjelang tidur. Menganggu dan menyebalkan! Mulai dari mengingatkan untuk makan, mandi, membaca hingga nonton TV. Mulai dari nada lembut, kesal, marah, hingga akhirnya datar tak bernada. Kenapa … Lanjut membaca
Rumah Tetirah
Pagi itu bukan pagi biasa, karena putaran takdir membawaku melalui sebuah jalan asing yang tak terduga. Melewati salah satu daerah Menteng Jakarta Pusat, silau lampu pengatur lalu lintas berpendar merah dan memaksaku untuk berhenti sesaat. Kulemparkan pandang ke kiri dan … Lanjut membaca
Vanya Bertanya (3) Tamat
Kilasan cerita lalu : Aku dan suamiku membesarkan Vanya, anak hasil hubungan diluar nikah Maya (sepupuku) dan pacarnya. Kami merawat Vanya dengan cinta kasih yang berlimpah, hingga ia tumbuh menjadi gadis kecil yang cerdas juga periang. Namun di ulang tahun … Lanjut membaca



