Arsip Kategori: Cerpen

Sahabat dan Sepatu Cokelat

Galeri ini berisi 2 foto.


Kemarin malam kita membuat janji temu. Di sebuah kedai yang wangi dengan aroma kopi dan roti keju. Disini tempat kita bicara dari hati ke hati. Di areal bioskop yang tenar dengan arsitektur tahun 60an. Dekat-dekat gedung Proklamasi yang konon katanya … Lanjut membaca

About these ads
Galeri | Di-tag , , , , , | 54 Komentar

7 Huruf Bernama Cemburu


Wanita dengan kulit gelap duduk manis di pojok sofa yang cozy dengan sejuk AC dan sweet jazz yang terdengar mengalun. Di hadapan Wanita terhidang beberapa potong kue Opera lezat yang layer-layer lapisnya dipastikan dapat membuat jarum timbangan bergeser ke kanan. … Lanjut membaca

Ditulis pada abrakadabra, Cerpen | Di-tag , , , , , | 66 Komentar

Surga


Sore itu rumahku ramai. Gaduh oleh suara gadis kecil dengan rambut kuncir dua. Wajahnya bulat, hidungnya tidak mancung namun juga tidak pesek tapi yang jelas kulitnya coklat terbakar matahari hasil banyak bermain bola, gadis ini tomboy soalnya. Bibir mungilnya sibuk … Lanjut membaca

Ditulis pada Cerpen | Di-tag , , , , , | 56 Komentar

Surat Tanpa Perangko


Kepada Lelaki yang tak akan pernah kumiliki. Kamu tahu? Aku kangen kamu. Kangen derai tawa yang kita bagi setiap waktu. Kangen suara beratmu menyapa diujung telepon dengan kawalan jutaan rindu. Menanyakan kabar, menggoda dengan rayuan gombal yang selalu sukses membuatku … Lanjut membaca

Ditulis pada Cerpen | Di-tag , , , , , , | 75 Komentar

Sekayuh Untukmu


“Kamu sekolah yang tinggi nak,” begitu kata bapak padaku setiap hari, setiap pagi, setiap Ia selesai sarapan. Dan setelah berkata begitu, selalu Ia tersenyum sembari menepuk pundakku kemudian menghampiri sepeda tuanya. Meninggalkan rumah hingga sore menyapa. Setelah itu aku sendiri … Lanjut membaca

Ditulis pada Cerpen, Literature | Di-tag , , , , , , , | 70 Komentar

Bermain dengan Waktu


Suara – suara sumbang itu terus berdengung. Persis seperti dengungan nyamuk di telinga menjelang tidur. Menganggu dan menyebalkan! Mulai dari mengingatkan untuk makan, mandi, membaca hingga nonton TV. Mulai dari nada lembut, kesal, marah, hingga akhirnya datar tak bernada. Kenapa … Lanjut membaca

Ditulis pada Cerpen | Di-tag , , , , , | 77 Komentar

Vanya Bertanya (3) Tamat


Kilasan cerita lalu : Aku dan suamiku membesarkan Vanya, anak hasil hubungan diluar nikah Maya (sepupuku) dan pacarnya. Kami merawat Vanya dengan cinta kasih yang berlimpah, hingga ia tumbuh menjadi gadis kecil yang cerdas juga periang. Namun di ulang tahun … Lanjut membaca

Ditulis pada Cerpen | Di-tag , | 86 Komentar