Category Archives: Anthology – Cerpen

Sahabat dan Sepatu Cokelat

This gallery contains 2 photos.

Kemarin malam kita membuat janji temu. Di sebuah kedai yang wangi dengan aroma kopi dan roti keju. Disini tempat kita bicara dari hati ke hati. Di areal bioskop yang tenar dengan arsitektur tahun 60an. Dekat-dekat gedung Proklamasi yang konon katanya … Continue reading

More Galleries | | 54 Komentar

Surga

Sore itu rumahku ramai. Gaduh oleh suara gadis kecil dengan rambut kuncir dua. Wajahnya bulat, hidungnya tidak mancung namun juga tidak pesek tapi yang jelas kulitnya coklat terbakar matahari hasil banyak bermain bola, gadis ini tomboy soalnya. Bibir mungilnya sibuk … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen, Cermin Diri - Reflection | Tagged , , , , | 56 Komentar

Tak Ada Judul

Disclaimer: Cerpen ini adalah salah satu bagian dari rangkaian cerpen yang telah di publish sejak awal Januari lalu. Cerita kali ini durasinya lumayan panjang. Butuh waktu untuk mencerna dan membacanya . Walaupun bisa dibaca terpisah tanpa membaca cerpen sebelumnya, namun … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen | Tagged , , , , , , | 58 Komentar

Pelangi Rasa

Jemariku gemetar membaca barisan aksara yang muncul di ponselmu. SMS mesra pada jam 3 dini hari! Kutenangkan jiwaku, kudinginkan kepala yang mulai panas dengan amarah. Tak ada nama, hanya barisan angka, berarti nomor ini tak tersimpan dalam memori ponselmu. Perasaan … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen | Tagged , , , , , , | 48 Komentar

BERHENTI

LANGIT KELAM tanpa rembulan ataupun bintang, gigiku bergemeletuk. Dingin angin yang menusuk tulang memaksaku merapatkan jaket tua yang telah hilang warnanya.  Pelan kubuka pagar depan, terdengar decit besi dari putaran engsel yang lama tak bermandikan pelumas. Aku pulang. Tepat ketika … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen | Tagged , , | 61 Komentar

Kamu dan Pertanyaanmu

TITIK PELUH menghias pias wajahmu. Disini, di pangkuanku, engkau terlelap tidur. Nyenyak seolah tanpa beban, padahal baru seminggu sebelumnya badai menghantam hidupmu, eh hidupku juga. Wajah ovalmu polos tanpa tersaput make-up, kamu nampak cantik, gadisku.  Sangat cantik. Aku lebih suka … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen | Tagged , | 81 Komentar

Kau. Aku. Di Ujung Senja Merah Itu.

Tanganmu dingin meremas jemari ini. Sedingin salju yang menutupi pohon plum yang berbunga di awal Januari. Sedingin hawa kematian yang berhembus leluasa di kamar jenazah. Sedingin, ah sedingin jiwa kita. Tanpa perlu kata-kata, kita berdua tahu untuk apa kita bersua. … Continue reading

Posted in Anthology - Cerpen | Tagged , | 76 Komentar