Cerita EKA

Writing Contest

Penggoda Iman di Sore Hari

by cerita EKA on Nov.06, 2009, under Kuliner, Writing Contest

Ku lirik jam meja yang duduk manis dengan jarum pendek di angka empat dan jarum panjang terpatri di angka duabelas. Ah Sedikit malas aku menyeret diri ini ke kamar mandi, rasanya masih ingin leyeh-leyeh dikamar saja deh. Namun matahari telah beranjak senja, dan kulit tubuh ini sudah berteriak-teriak minta dimanjakan oleh busa lembut sabun cair. Jadi aku memang harus bersegera melakukan ritual sore itu.

Kusambar handuk dan 30 menit kemudian raga ini puas bercengkerama bersama air dan sabun. Wuuuuiiih segar deh rasanya! :) Wangi sabun beraroma citrus benar-benar memompa semangat baru hingga bibir ini pun bersiul-siul riang. Namun siulanku terpaksa berhenti sesaat setelah aku keluar dari kamar mandi. Disana, diujung dapur aku lihat sosok yang sungguh tak ingin ku temui. (continue reading…)

VN:F [1.8.4_1055]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.4_1055]
Rating: +3 (from 3 votes)

Popularity: 4%

69 Comments :, , , more...

Rumah Tetirah

by cerita EKA on Aug.07, 2009, under Writing Contest

Pagi itu bukan pagi biasa, karena putaran takdir membawaku melalui sebuah jalan asing yang tak terduga. Melewati salah satu daerah Menteng Jakarta Pusat, silau lampu pengatur lalu lintas berpendar merah dan memaksaku untuk berhenti sesaat. Kulemparkan pandang ke kiri dan hatiku berdegub lebih kencang dari biasanya. Bukan, bukan karena aku melihat mantan pacar atau suamiku bersama orang lain. Bukan. Aku terpana. Mata ini terbelalak melihat keanggunan sebuah rumah kuno model Belanda dengan pagar tempus pandang, halamannya luas memesona. Engkau tentu tahu, betapa aku selalu merindukan rumah dengan pekarangan luas menghadap ke timur. Bukankah pernah kutuliskan disini dulu?

. (continue reading…)

VN:F [1.8.4_1055]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.4_1055]
Rating: +1 (from 1 vote)

Popularity: 2%

118 Comments :, , , , more...

the Sponsors