
pic courtesy of CP
Dari kecil, saya suka baca. Kala ditanya koq bisa suka baca kenapa, mungkin karenaaa… er… karena dulu sering ditinggal di toko buku! Heh? Maksudnya gimana? Jadi…. Waktu kecil dulu, saya tinggal di Jogja, mamak dan bapak tuh kuliah sambil kerja, sambil punya anak (#dikeplak! Bahasa saya gak sopan hahaha). Jadi, kalo lagi ndak ada “mbak” yang jaga, dan pas mamak dan bapak jadwalnya bentrok, kadang saya dan adik saya dibawa ke toko buku Gramedia yang ada di perempatan deket bangjo, gak jauh dari RS. Bethesda (embuh nama jalannya lupa
). Ditinggal disitu, lalu nanti selesai kuliah dijemput.. Lho, koq gak nangis? Lhaaa gimana mau nangis, di depan mata terhampar berbagai macam buku dengan gambar warna warni yang indah, moso nangis. Di otak mungil saya waktu itu saya ada di taman bacaan :p hihihi. Serius! Ini kisah nyata
Oh boy, I have to thank that book store
si toko buku adalah baby sitter saya
eh tapi tindakan ini tidak untuk dicontoh yaaa
Namun, sebelum itu sebenarnya kesukaan saya pada membaca dimulai oleh kebiasaan mamak yang sering membacakan buku atau majalah sebelum saya dan adik lelaki saya berangkat tidur. Yaaah mirip-mirip mbak EM kalo bacain cerita buat dua jagoannya itulah.
Nah setelah saya udah bisa baca sendiri… Mamak gak lagi ngebacain buku buat saya. Dan saya pun bebas memilih buku yang saya suka. Walhasil hari-hari saya akrab dengan begitu banyak buku. Mulai dari Detektif STOP, Pipi Long Stongking karangan Astrid Lindgren, serial Lupus, majalah Bobo yang terbit setiap hari Kamis. Heeey kayaknya hampir semua kita tumbuh bersama dengan Bobo deh, ya gak sih? Sukaaa banget sama Bona dan Rongrong, sebel ama Paman Kikuk yang rada dodol, Bibi Teliti, Deni Manusia Ikan dan Nirmala dengan tongkat ajaibnya. Wooops gak lupa juga Oki yang jail (eh jujur ya, sampe sekarang saya tetep gak tau tuh Oki ini lelaki atau perempuan ya?
hahaha, ada yang bisa bantu?)

Nostalgia. pic courtesy of CP
Tapi hey, kerinduan saya akan buku-buku masa kecil itu terobati ketika di akhir bulan Mei lalu saya join Klubuku #4 yang diprakarsai oleh curipandang.com. Jadi, si CP ini, sebulan sekali ngadain event untuk ngebahas buku-buku gitu deh, semacam bedah buku yang dinamakan Klubuku. Dan bulan Mei lalu tuh topiknya adalah buku nostagia a.ka. buku masa kecil.
Acaranya seruuuu banget! Waktu saya hadir di Klubuku ini, rasanya mau nangis! Seneeeeng deh, nemu orang-orang dengan minat yang sama, yaitu: buku! Bukan cuma seneng baca buku aja, tapiiiiii…. juga seneng ngediskusiinnya. Tambah kaya wawasan, karena kita diskusi soal genre buku, lalu fakta bahwa dulu tuh bacaan masa kecil kita jarang banget penulisnya yang asli Indonesia, palingan Arswendo Atmowiloto yang nulis ACI –Aku Cinta Indonesia-. Pokoknya acara Klubuku itu seruuu banget deh! Diskusi manteps, semua boleh keluarin pendapat dengan suasana santai yang ngakak-ngikik, gak lupa sambil cemal-cemil snack karena kita pada potluck. Wuuooo seru kan?

Yang dateng di Klubuku #4. Ki-ka searah jarum jam. @ceritaeka, @TitiwAkmar, @_dita, @omemdisini, @tamacrea, @sofiakartika, @bieb_kudo, @pinkparis @katarara, @neofreko. pic courtesy of CP
Nah, buat kamu yang pengen join Klubuku, kebetulan hari Minggu 27 Juni 2010 nanti Klubuku mau bahas karya sobat saya Deedee Chaniago judulnya ‘Flaspacking To Australia, Travelling Gaya Koper Otak Ransel’ di markas Curipandang AD 39, Gandaria, Jakarta Selatan jam dua siang. Keterangan lengkap boleh liat disini deh.
OK, kembali ke buku kenangan masa kecil. Dari semua buku atau majalah yang saya baca, yang paling membekas di memori adalah petualangan Julian, Dick, Anne, George dan tentu saja Timmy! Hayoo… siapakah mereka itu? Yep! Petualangan Lima Sekawan karangan Enid Blyton
Heeiii jangan bilang gak tau yaaa… Itu buku KEREN banget! Duuuh saya tergila-gila sama ceritanya yang bikin penasaran, deskripsi tempatnya yang jelas yang bisa membawa imajinasi saya yang masih kecil itu mengembara, pergi ke dunia antah berantah! Masih kecil dulu kan gak ngerti luar negeri itu kayak apa, jadi yang terbersit ya hasil mengimajinasikan deskripsi yang ada hihihi #BiarinNorak
Heeem.. jadi penasaran deh apa sih buku kenangan masa kecil temen-temen? And kenapa itu berkesan? Satu komentar paling menarik sekaligus nyambung dengan isi artikel bakal ngedapetin sebuah buku pengobat rindu masa kecil; Petualangan Lima Sekawan, no.8 Nyaris Terjebak serta sebuah novel keren berjudul Iluminasi, lengkap dengan tanda tangan sang peladang kata yang cantik, mbak Lisa Febriyanti

Ini dia hadiah bukunya
Komentar ditunggu hingga Senin, 28 Juni 2010 pukul 23.59 dan berlaku untuk semua yang memiliki alamat pos di Indonesia saja yah.
Have a beautiful Wednesday dear




Eka, kl aku paling suka baca Bobo & donald bebek
#1. Gramedia dekat bangjo: di jl. Jend. sudirman
#2. Buku kenangan masa kecil? banyak! Lima Sekawan, Trio Detektif, serial Malory Towers, wah, uakih banget lah Ka…
#3. Aku suka banget sama Pippy si kaus kaki panjang. asli kocak abis…
Pingback: Are you the Lucky Winner? | Cerita EKA
buku masa kecil yang masih terkenang2? banyak! sebutlah karangan enyd blyton, semua aku suka. karya2 astrid lindgren aku juga suka. trus serial STOP, Trio Detektif, Tintin, Smurf, Lucky Luck, komik2 Nina, dll… dsb. tapi buku2 itu dulu seringnya pinjem teman atau perpus sekolah. sekarang jadi pengen koleksi lagi buku2 lama itu.
kalau majalah, dulu aku langganan BOBO dan Ananda. Ganti2an. Kalau bosan dengan BOBO, ganti Ananda, dan sebaliknya. sekarang majalah2 itu entah ke mana. hiks… lagi2 pengen koleksi majalah anak yang lama2. tapi mahal juga ya sekarang harganya.
Pingback: 1000 Buku untuk Mereka | Cerita EKA
Pingback: 1000 Buku untuk Mereka | Lisa Sugeha
Pingback: 1000 Buku untuk Mereka « luthfyrizqi