Kamu dan Pertanyaanmu

TITIK PELUH menghias pias wajahmu. Disini, di pangkuanku, engkau terlelap tidur. Nyenyak seolah tanpa beban, padahal baru seminggu sebelumnya badai menghantam hidupmu, eh hidupku juga. Wajah ovalmu polos tanpa tersaput make-up, kamu nampak cantik, gadisku.  Sangat cantik. Aku lebih suka kamu disaat seperti ini, tak ada dempul yang katamu berkhasiat menyembunyikan kantong mata, tak ada saputan mubazir serbuk halus berwarna merah di pipi, lha wong pipimu selalu bersemu malu-malu tiap kali ku goda, pun tak ada pemulas bibir senada warna buah saga. Untuk apa sih pemulas itu? Kalau sudah bersamaku, warna itu tentu luntur tergerus lumatanku, jadi lain kali tinggalkan saja gincu itu. Aku suka berlama-lama memandangimu saat seperti ini. Sudahkah kukatakan bahwa kamu cantik ketika tidur? Ketika tak ada make-up sama sekali? Ah ya, sudah kukatakan itu di awal paragraph ini. Maaf, sepertinya aku mulai pikun.

Kamu itu menggemaskan gadisku, karena pertanyaan-pertanyaan polosmu itu kadang membuatku geli. Tadi sebelum tubuh kita menyatu, engkau bertanya apa definisi orang ketiga. Lucu. Kamu tidak tahu perbedaan orang pertama, kedua, dan orang ketiga dalam suatu hubungan, padahal demikian lancar kamu membeberkan fakta dan opini akan kasus Bank Century. Sulit aku menjawab pertanyaanmu tadi.

Orang ketiga? Mungkinkah aku adalah orang ketiga dalam pernikahanmu? Dibanding suamimu, aku lebih tahu makanan kesukaanmu: setangkup roti tanpa crust, dioles dengan mentega tawar bermerk bunga anggrek. Harus tawar, tidak boleh asin, tidak juga manis karena itu bisa merusak dietmu! Ditemani secangkir teh hijau tanpa gula maka jadilah sarapan pagimu. Kamu tidak suka nasi, lebih suka mie untuk menu siang hari, dan sebuah apel di malam hari.

Mungkinkah aku orang ketiga, manakala aku lebih tahu peta tubuhmu? Aku tahu persis lokasi tanda lahir yang berwarna coklat muda itu. Tersembunyi di tengkuk belakang, dibalik rambut ikal bergelombang dengan harum shampo yang menggoda. Aku ingat jumlah tahi lalat kecil didekat pucuk ranum buah dadamu yang ukurannya sering membuat banyak wanita iri dan para pria tidak bisa tidak berdecak kagum. Ada lima. Tiga di aerola kiri dan dua di aerola kanan. Belum lagi sebuah tahi lalat hitam legam yang kian hari kian membesar tepat di puncak bokong kirimu yang bulat itu. Ya. Aku tahu. Aku hafal lekuk semlohai tubuhmu karena aku mencumbui senti demi senti kulit mulusmu setiap minggu. Membaui wangi asli tubuhmu yang bercampur dengan parfum Victoria’s Secret; menghasilkan aroma sensual yang selalu membuaiku ke langit ketujuh dan melecut birahiku maju. Aku memujamu.

Suamimu, yang dalam situasi ini adalah orang kedua, tahukah ia bahwa istrinya, yaitu kamu –gadisku-, tidak bisa tidur tanpa tepukan halus dipunggung sebanyak sepuluh kali? Tidak bisa memejamkan mata jika belum mendengar alunan jazz kepingan cakram dari Fourplay? Tidak bisa terlelap tenang tanpa bakaran aroma therapy yang memancarkan harum cendana di sudut ruangan? Tahukah ia? Ah, manalah ia tahu kebiasaan-kebiasaanmu, tatkala pulang kantor saja selalu bertepatan dengan jam dinding sebelas kali bertalu. Manalah ia tahu luka batin dan kesepianmu selama ini, ia terlalu sibuk berkutat dengan pekerjaannya. Aku, aku yang tahu air matamu, yang menjadi teman pengusir sepimu, yang memuaskan hasratmu. Yang menenangkan resah jiwamu setiap saat, setiap waktu. Sementara suamimu itu hanya tahu untuk dilayani tanpa mengerti bagaimana menyenangkanmu. Lalu, dalam situasi ini,  siapakah yang menjadi orang ketiga?

Orang Ketiga

Orang Ketiga?

KUUSAP PELAN rambut-rambut halus di dahimu dan kau pun terbangun. Dengan senyum cantik membingkai wajahmu. Duh! Untung kita tidak sedang di pantai Selatan sayangku, jika ya, sepertinya Ratu Kidul bisa cemburu tersaingi oleh senyummu yang semanis madu.

“Maaf ya cantik, bukan maksudku membangunkanmu,” ujarku pelan, masih membelai ponimu. Namun hanya kerling manja yang kau berikan sementara halus jemarimu mengusap paha kananku bagian dalam. Aiiih dadaku berdesir, ingin kukecup lagi bibirmu sementara tanganku mengelus tengkuk dan punggungmu yang terbuka. Dan kitapun kan bercumbu hingga kau melenguh-lenguh, menggelinjang bahkan mencakarku. Tapi, sialan! Belum sempat kulancarkan aksiku, kau sudah beringsut duduk disebelahku. Menekuk lututmu mendekati dagu dan memeluk kaki jenjang itu dengan dua tanganmu. Kamu semakin menawan. Gelombang rambutmu menari ditiup sang bayu.

“Yank… Kamu belum jelaskan perbedaan orang pertama, kedua juga orang ketiga lho,” riang engkau bertanya. Aku diam. Terkesima dengan keceriaanmu. Ah hari demi hari, aku makin jatuh cinta padamu. Pada kepolosan yang dibalut kepandaian, pada keceriaanmu, pada gaya ngambekmu yang bikin aku tertantang menundukkanmu, ah tentu juga jatuh cinta pada tubuhmu. Untuk sekian menit pertanyaan itu menggantung di udara.

“Iiiiiih, sebel deh, ditanyain koq malah melamun!” Jeritmu manyun sambil mencubiti lenganku. Aku tersenyum. Apa tadi yang kamu tanyakan sayang? Heemm, kau belum menemukan jawab apa artinya orang ketiga ya? Sudahkah kukatakan bahwa sulit untuk aku menjelaskannya? Bahwa aku bingung menetapkan batas antara orang kedua dan ketiga? Ah ya pemikiran itu belum sempat kuutarakan padamu. Maaf ya sayang, sepertinya aku mulai pikun.

Eka Situmorang-Sir

Cerita Sebelumnya:

1. Kau. Aku. Di Ujung Senja Merah Itu.

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
This entry was posted in Anthology - Cerpen and tagged , . Bookmark the permalink.

81 Responses to Kamu dan Pertanyaanmu

  1. uni says:

    wah, ini cerbung ya sahabat? :)

    #EKA#
    Iya uni :)

  2. peri says:

    manteb mba semua tulisan diblog ini kaya ditulis sama orang yg udah berpengalaman semangat yah ;-)
    salam

    #EKA#
    Waaah pujianmu bikin gue kepentok plafon :P hehehe
    thank u udh mampir yah ;)

    .-= peri´s last blog ..apa dia tau =-.

  3. imoe says:

    Waduhhh orang ketiga ?????

    #EKA#
    Orang keempat juga boleh :P

  4. zulhaq says:

    hahahaha, ngelamun kok panjang amat
    gw komen sambil ngelmaun ah…

    oh ya, orang ketiga itu cakep gak sih???

    *teteup ngelamun*

    #EKA#
    kalo cakep emangnya lo mau? :P

  5. maya sitorus says:

    hayahhh,,,si ibu teteup postingannya bikin bulu kuduk bergidik..abis ada RATU PANTAI SELATAN gitu tadi di postingannya,,,heheheheh

    #EKA#
    Hahaha begidiknya gara2 Ratu Kidu; ya?
    Bukan gara2.. :p eh gak jadi deh hehehe

    .-= maya sitorus´s last blog ..Ayooo..sekolah!! =-.

  6. elmoudy says:

    orang pertama, kedua, ketiga…
    siapakah orang ketiga itu??
    jika hubungan segitiga terjalin dengan damai

    siapakah orang ketiga itu??
    mungkin… dia yang berjarak lebih lebar..
    lalu siapa dia? ckp sulit untuk diukur..

    karena hubungan segitiga di dalam hati..
    bukan tentang aku, kamu, dan dia
    tapi aku, kamu, dan kamu..

    ah entahlah knp kacau gini

    #EKA#
    ada dua “kamu”? Hey greedy juga kamu yah? ;)
    Btw bukannya biasanya memang selalu kacau? :P hehehe
    .-= elmoudy´s last blog ..Avatar =-.

  7. nh18 says:

    Just Dropped By …

    LIhat tanggalan sekarang … 25/1
    Lihat tanggalan posting ini … 14/1

    Apa Khabar Ka …
    Sibuk ya …
    Pasti lagi di Tatar nih jadi PNS …

    Eniwei …
    Semoga kamu sehat-sehat selalu ya …
    Jaga Kesehatan …

    Salam saya

    #EKA#
    ma kasih ya Oom perhatiannya :)
    Sibuk bgt ini memang…
    Semoga secepatnya saya bisa berkunjung balik ya Oom :)
    Btw avatarnya baru ya oom? :)

  8. venus says:

    orang ketiganya cewe ya? macarin si istri? haha…kereeeen…:D

    #EKA#
    Jiaaah simbok ngayalnya ketinggian :p hehehe

  9. anny says:

    Ceritanya bikin mendebarkan eda :grin:

    #EKA#
    Ma kasih ya eda ;)

    .-= anny´s last blog ..Kiat menyuburkan tanaman dan….cinta =-.

  10. blurme says:

    Great

    #EKA#
    Thank u

  11. Pingback: BERHENTI - Cerita EKA

  12. Pingback: Pelangi Rasa - Cerita EKA

  13. Pingback: Tak Ada Judul - Cerita EKA

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s