Cerita EKA

Jalan Tuhan Bukan Jalanku

by cerita EKA on Nov.27, 2009, under Cermin Diri - Reflection, Religi-Spiritiual

Dalam perjalanan menuju Yogyakarta melalui pantai Utara Jawa kemarin, saya mengamati jalanan yang telah saya lalui dengan mobil kecil kami si Atoz biru a.k.a Lafly Blue. Setelah dimanjakan dengan pemandangan indah, kerusakan jalan, juga kemacetan (heran, kenapa ya si Komo ngikutin saya terus. Mo… Komo.. mbok ya kamu di Jakarta aja.. ngapain sih ngikutin sampai ke pantura segala :P ), saya dihadiahi kelokan, turunan dan tanjakan yang lumayan agak curam di alas roban. Alas roban adalah jalur dua arah memotong bukit antara Batang dan Kendal. Mengamati medan Alas Roban, saya sedikit tergelitik. Saya perhatikan ada masa jalanannya menurun sehingga kami dapat melaju dengan kencang dan mudah, namun terkadang jalanannya sedikit menanjak sehingga si Lafly Blue mesti berjuang untuk melewatinya, ada juga masa jalannannya tenang lurus-lurus aja, menyenangkan deh!

Jalan Berliku

Saya terdiam cukup lama. Bukankah hidup saya ini juga sebuah perjalanan? Perjalanan singkat menuju rumah keabadian bersama Bapa kita di surga? Dan dalam perjalanan menuju kesana kadang Tuhan memberi saya jalanan yang menanjak curam, yang membuat langkah kaki terseok-seok, bahkan berdarah terantuk bebatuan di sepanjang jalan curam tersebut. Itu dilakukanNya demi mengeluarkan karakter terbaik saya yang mungkin tersembunyi jauh di dalam dan tidak akan pernah keluar bila tidak menghadapi masalah. Ya namanya manusia, kalo gak kepepet gak lari bukan? :P

Namun ada masa Tuhan memberikan jalan yang lurus-lurus sehingga saya dapat tertawa lepas (ah jalanan curam pun saya juga tertawa karena saya tahu Tuhan menjaga saya), dan merasakan nikmat kebahagiaan sebagai umat ciptaanNya.

Jalan Tuhan bukan jalanku

Jangan bimbang ataupun ragu

Nantikan Tuhan jadikan semua

Indah pada waktunya

Hari esok tiada kutahu

Namun tetap langkahku maju

Kuyakin Tuhan jadikan semua

Indah pada waktunya

Pada Tuhan masa depanku

Pada Tuhan ku s’rahkan hidupku

Nantikan Tuhan berkarya

Indah pada waktunya

Sepotong bait lagu itu saya lantunkan dalam doa saya pagi ini. Sungguh saya merasa bahwa pujian ini begitu pas dengan kehidupan yang saya lalui sekarang. Pertengahan tahun ini Tuhan mengizinkan saya berada di dalam lembah kelam, rasanya gelap dan tak menentu. Tapi sungguh tidak ada rasa kuatir sedikitpun, ada rasa percaya yang demikian besar bahwa Tuhan menjaga jalan hidup saya. Bahwa saya aman dalam tangan pengasihanNya (sungguh rasanya damai sekali ketika berada di stage ini). Dan benar, saya aman dalam jalan-jalan yang telah ditentukanNya. Ketika saya diam dan tak menuntut balas malah Tuhan memberikan saya berkat berlimpah. Jalan Tuhan bukan jalan saya, karena sebaik-baik saya merencanakan sesuatu, tetapi keputusan Tuhanlah yang terencana. Perjalanan hidup saya begitu berliku dengan naik turun yang tak pasti diselipi canda, tawa, cinta, terkadang juga air mata. Namun satu yang pasti, Tuhan selalu membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Dan ini menyadarkan saya bahwa seberapapun tinggi pencapaian kita di dunia; merupakan anugerah dan terjadi atas seizin Tuhan. Demikian juga hari ini. Sujud syukurku padaMu ya Abba.

VN:F [1.8.4_1055]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.4_1055]
Rating: +1 (from 3 votes)

Popularity: 4%

Related posts:

  1. Menjelajah Jalan Darat Sumatera

:

63 Comments for this entry

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

the Sponsors