Dalam perjalanan menuju Yogyakarta melalui pantai Utara Jawa kemarin, saya mengamati jalanan yang telah saya lalui dengan mobil kecil kami si Atoz biru a.k.a Lafly Blue. Setelah dimanjakan dengan pemandangan indah, kerusakan jalan, juga kemacetan (heran, kenapa ya si Komo ngikutin saya terus. Mo… Komo.. mbok ya kamu di Jakarta aja.. ngapain sih ngikutin sampai ke pantura segala
), saya dihadiahi kelokan, turunan dan tanjakan yang lumayan agak curam di alas roban. Alas roban adalah jalur dua arah memotong bukit antara Batang dan Kendal. Mengamati medan Alas Roban, saya sedikit tergelitik. Saya perhatikan ada masa jalanannya menurun sehingga kami dapat melaju dengan kencang dan mudah, namun terkadang jalanannya sedikit menanjak sehingga si Lafly Blue mesti berjuang untuk melewatinya, ada juga masa jalannannya tenang lurus-lurus aja, menyenangkan deh!

Saya terdiam cukup lama. Bukankah hidup saya ini juga sebuah perjalanan? Perjalanan singkat menuju rumah keabadian bersama Bapa kita di surga? Dan dalam perjalanan menuju kesana kadang Tuhan memberi saya jalanan yang menanjak curam, yang membuat langkah kaki terseok-seok, bahkan berdarah terantuk bebatuan di sepanjang jalan curam tersebut. Itu dilakukanNya demi mengeluarkan karakter terbaik saya yang mungkin tersembunyi jauh di dalam dan tidak akan pernah keluar bila tidak menghadapi masalah. Ya namanya manusia, kalo gak kepepet gak lari bukan?
Namun ada masa Tuhan memberikan jalan yang lurus-lurus sehingga saya dapat tertawa lepas (ah jalanan curam pun saya juga tertawa karena saya tahu Tuhan menjaga saya), dan merasakan nikmat kebahagiaan sebagai umat ciptaanNya.
Jalan Tuhan bukan jalanku
Jangan bimbang ataupun ragu
Nantikan Tuhan jadikan semua
Indah pada waktunya
Hari esok tiada kutahu
Namun tetap langkahku maju
Kuyakin Tuhan jadikan semua
Indah pada waktunya
Pada Tuhan masa depanku
Pada Tuhan ku s’rahkan hidupku
Nantikan Tuhan berkarya
Indah pada waktunya
Sepotong bait lagu itu saya lantunkan dalam doa saya pagi ini. Sungguh saya merasa bahwa pujian ini begitu pas dengan kehidupan yang saya lalui sekarang. Pertengahan tahun ini Tuhan mengizinkan saya berada di dalam lembah kelam, rasanya gelap dan tak menentu. Tapi sungguh tidak ada rasa kuatir sedikitpun, ada rasa percaya yang demikian besar bahwa Tuhan menjaga jalan hidup saya. Bahwa saya aman dalam tangan pengasihanNya (sungguh rasanya damai sekali ketika berada di stage ini). Dan benar, saya aman dalam jalan-jalan yang telah ditentukanNya. Ketika saya diam dan tak menuntut balas malah Tuhan memberikan saya berkat berlimpah. Jalan Tuhan bukan jalan saya, karena sebaik-baik saya merencanakan sesuatu, tetapi keputusan Tuhanlah yang terencana. Perjalanan hidup saya begitu berliku dengan naik turun yang tak pasti diselipi canda, tawa, cinta, terkadang juga air mata. Namun satu yang pasti, Tuhan selalu membuat segala sesuatu indah pada waktunya. Dan ini menyadarkan saya bahwa seberapapun tinggi pencapaian kita di dunia; merupakan anugerah dan terjadi atas seizin Tuhan. Demikian juga hari ini. Sujud syukurku padaMu ya Abba.




jadi iri banget dah, lama gak ke sekitaran solo jogja
yah, semua memang harus ada perenungan. hidup ini juga perjalanan, perjalanan yang berujung. kalo gak hati2, kita akan terjerumus dan celaka
hati-hati di jalan ya… itu jalan beneran bukan jalan di game
salam kenal
.-= lowongan kerja IT´s last blog ..Lowongan kerja Production Supervisor di PT Indoyoke =-.
keep berbagi!
Perjalanan spiritual setiap insan Tuhan memang berbeda-beda ya Ka. But saat kita sudah dapat pengalaman itu, rasanya memang berbeda…. Jadi lebih dekat dengan Dia.
.-= zee´s last blog ..Setan – Jin – Dedemit =-.
met jalan jalan y sahabat
semoga sellaui sehat dan baik baik saja
salam hangat selalu
.-= dobleh yang malang´s last blog ..Lelah! =-.
Semua yang diberikanNya selalu yang terbaik, meski itu (menurut kita) penderitaan.
.-= Singal´s last blog ..Suka-suka =-.
Pertengahan tahun ini Tuhan mengizinkan saya berada di dalam lembah kelam, rasanya gelap dan tak menentu. Tapi sungguh tidak ada rasa kuatir sedikitpun, ada rasa percaya yang demikian besar bahwa Tuhan menjaga jalan hidup saya. Bahwa saya aman dalam tangan pengasihanNya (sungguh rasanya damai sekali ketika berada di stage ini).
=> Aahh.. gua sukaa bangets ama bagian ini, Kaa.. semoga2 soon gua juga bisa sampai pada tahap ini dalam hidup gua
Happy weekend ^o^
.-= Indah´s last blog ..When I’m Mad.. =-.
cukup berbaik sangka pada-Nya. jalan Tuhan jalan yang terbaik dan terencana…
.-= Irfan´s last blog ..Negara Hukum =-.
Renungan yang menyentuh kalbu Mbak. Jalan Tuhan, rencana Tuhan memang tak akan pernah sama dengan rencana kita meskipun tiap menit sudah kita detailkan rencana tersebut.
.-= masnur´s last blog ..Lupa Mencinta =-.
Perumpamaan jalan yang berkelok dan berliku-liku pas banget dengan kehidupan kita yang juga berkelok dan berliku-liku. Pas BGT!!!
Refleksi diri yang sangat menyentuh, perjalanan diri yang bisa jadi cermin bagi banyak orang.
wah, lagu itu memang sangat bagus. sampai juga pada perenungan eksistensial ya inang.
salam kangen. ha.
Shallom.
Moga JC dan RK selalu menemani kita
nul benul tul betul
jangan kelewat bawel sama jalan yang udah dipaten Tuhan, ikut aja. jaminan indah pada waktunya
.-= queen´s last blog ..Baru Ngomongin Bu Prita Telat Gak Ya =-.
Ping-balik: Tentang Memilih - Cerita EKA