Sekayuh Untukmu
by cerita EKA on Oct.28, 2009, under Anthology - Cerpen
“Kamu sekolah yang tinggi nak,” begitu kata bapak padaku setiap hari, setiap pagi, setiap Ia selesai sarapan. Dan setelah berkata begitu, selalu Ia tersenyum sembari menepuk pundakku kemudian menghampiri sepeda tuanya. Meninggalkan rumah hingga sore menyapa.
Setelah itu aku sendiri mesti bergegas ke sekolah, jika tidak, tentu aku akan mendapat tatapan mata tajam yang sungguh tak mengenakkan dari Ibu Guru. Sekolah adalah tempat kesukaanku, tempat aku bebas bertanya dan bisa mendapat jawaban. Sebab jika aku bertanya pada Bapak, seringkali jawabnya hanya senyum simpul. Jika aku bertanya pada Ibu, omelan panjang yang terdengar. Katanya debu diatas dipan menebal, tumpukan cucian tetangga menggunung dan itu lebih penting untuk dikerjakan daripada meladeni cuapku. Jadi aku menikmati setiap detik yang kuhabiskan di kelas berlantai teraso dengan atap berlubang yang membuat kita berlarian menjauhi sumber tetes air manakala hujan tiba. Aku menyukai suara kapur putih yang beradu dengan papan tulis, menyukai bau debu buku teks sekolah yang telah tua, menyukai senyum kesabaran Ibu Guru setiap menjawab keingintahuan kami. Pula aku menyukai gaduh canda ketika istirahat tiba.
Enam tahun di Sekolah Dasar dan aku lulus dengan nilai cemerlang, tertinggi dari 100 siswa. Bapak begitu gembira ketika di acara perpisahan melihatku maju ke panggung untuk menerima penghargaan. Dengan kemeja coklat terbaiknya kulihat tanpa malu atau rendah diri, bapak duduk diantara semua undangan yang berpakaian rapi. Senyumnya terkembang. Aku senang melihat bapak. Dalam hati bertekad akan berusaha membuat senyum itu tersungging sesering mungkin. Wajahnya begitu sumringah, begitu bahagia, tersenyum antara haru juga bangga. Namun sayang, senyum sumringah itu tak nampak ketika kusodorkan kertas berisi uang pangkal masuk Sekolah Menengah Pertama. Ia tak berkata apa-apa, hanya meletakkan kertas tersebut dan pergi mengayuh sepedanya. Aku menangis dalam hati sambil memandangi punggung bapak berlalu. Saat itu siaran Dunia Dalam Berita baru saja mulai di TVRI, dan derai hujan deras menghantam bumi.
Senyum yang sama yang kulihat tiga tahun lalu itu, kembali terurai diwajah bapak kala perpisahan SMP. Aku menepati janji diatas peluh bapak mengayuh sepedanya 14 jam sehari, tujuh hari seminggu. Pernah kutawarkan untuk membantunya sepulang sekolah, namun selalu ditolak. “Tugasmu belajar, tugas bapak cari uang agar kamu bisa belajar tenang,” katanya tanpa dapat ditawar. Bapak begitu sayang padaku, pada masa depanku. Tekad ini makin membaja, harus kulihat lagi senyum bangga itu. Senyum lebar yang seolah mengabarkan pesan bahwa jerihnya tak sia-sia.
Dan kini, di aula sekolah tempat aku mengenal cinta monyet, bapak dan ibu hadir dengan air di pelupuk mata dan senyum terukir. Masih, bapak datang dengan kemeja coklatnya, karena itu adalah kemeja terbaik yang ia punya. Walau tegas warna meninggalkan kemeja-telah pudar jika tak dapat dikatakan usang- tapi bapak tetap percaya diri. Sama seperti dulu. Yang berbeda gurat keriput terlihat jelas menggelanyuti muka. Wajah itu tak lagi sesegar dulu. Usia telah menggerogoti tubuh.
“Anakku, jangan kamu kuatir. Setelah ini kamu akan kuliah.” Bapak membuka percakapan sore itu selepas aku mengambil ijazah.
“Pak uang semesteran kuliah itu mahal sekali. Aku kerja dulu saja pak” jawabku takut-takut. Aku tahu betapa bapak ingin aku mengenyam pendidikan setinggi mungkin agar bisa lebih baik darinya. Tapi biaya belajar selepas SMA itu tidak murah! Kuliah adalah mimpi yang tak tergapai, kecuali jika ada donatur yang mensponsori.
“Jangan kamu pikirkan itu. Bapak akan membiayaimu kuliah, akan bapak keluarkan semua tenaga yang bapak punya. Walau bapak harus mengayuh sepeda 24 jam sehari, walau setiap tetes keringat dan darah harus diperas hingga habis tak bersisa, kamu harus kuliah. Kamu kebanggaanku.”
“Tapi pak, bapak sudah tua… izinkan aku…. “
“Kamu dengar kata bapak, KAMU HARUS KULIAH.” tukas bapak cepat seraya menatapku tajam. Ah aku tak suka tatapan mata itu. Tatapan yang tak pernah bisa aku lawan kharismanya.
“Bahkan jika raga ini tak mampu lagi melawan tua hingga pedal sepeda hanya sekayuh saja yang mampu terengkuh… Bapak jamin hasil kayuh sepeda itu untuk kuliahmu.
Mata ini panas. Aku memeluk bapak tanpa ada kata dapat terucap. Bisu. Seperti domba dalam pengirikan yang dicukur bulunya. Berapa banyak yang bisa didapat dari hasil mengojeg sepeda? Biaya kuliah di negeri ini tidak murah, bahkan di Perguruan Tinggi berembel-embel Negeri sekalipun.
***
Luv,
Eka Situmorang-Sir
Popularity: 3%
No related posts.







October 29th, 2009 on 8:47 AM
Dengan sekayuh sudah bisa sekolah, gimana kalo dua kayuh atau lebih.
Wempi´s last blog ..Kubang Jalanan Kota Medan
November 30th, 2009 on 11:40 PM
Wakakaka komennya wempi lucu…
Gandi Wibowo´s last blog ..Korupsi Sejak Dini
October 29th, 2009 on 8:47 AM
kisah yang bagus Ka…
aku sukka,,,,
penuh emosi dan luapan perasaan yang sangat manusiawi..
nyata trasa…
elmoudy´s last blog ..di Sebuah Pesta Blogger
October 29th, 2009 on 10:52 PM
bener banget… eka emang jagonya bikin cerita!
arman´s last blog ..Saw VI
October 29th, 2009 on 1:22 PM
gw ak bosen baca postingan yg ini mbak…
ekonomi memang faktor yg paling tidak berhasabat kalau sudah urusan sekolah!!! hiks…
kapan pemerintah mo bener2 ngasih sekolah gratis untuk rakyatnya ya mbak? SD gratis SMP gratis SMU gratis dan Kuliah juga gratis….tentunya selain itu mereka juga harus menambah fasilitas buku2 yg ada di perpustakaan…huh! buku2nya masih minim banget…nambahin koleksi buku biar orang2 yg gak mampu gak harus beli buku untuk menunjang sekolah mereka. dan satu lagi sekolah juga harus menyediakan fasilitas internet kan jaman sekarang ebook itu banyak beredar, lebih banyak juga referensi yang bisa didapat di internet. Kalau buatku sih internet itu semacam perpustakaan online….heehehe…
haduhhh kok aku malah misuh2nya disini ya…hehehehe…*semoga ada metri atau sekaligus presiden yg baca comment gw*
October 29th, 2009 on 1:30 PM
mengharukan, mbak.
orangtua saya juga menyuruh untuk sekolah setinggi-tingginya.
October 29th, 2009 on 2:01 PM
jadi inget seorang murid yang punya semangat luar biasa walaupun kurang mampu.
berangkat dengan jalan kaki sebelum matahari muncul, paling pagi diantara teman-temannya. dan pulang paling akhir karena harus menunggu truk yang bersedia ngasih tumpangan gratis….
Irfan´s last blog ..Regedit
October 31st, 2009 on 10:26 PM
itu ironisnya ya…
ada sebagian yang semangat belajarnya begitu tinggi sampe rela harus berjuang demi ke sekolah…
sementara sebagian orang yang punya banyak fasilitas malah sekolahnya males2an…
October 31st, 2009 on 11:21 PM
cerita diatas mengingatkan kita akan tokoh lintang dalam novel laskar pelangi…
salah satu contoh kecil dinegeri yang besar ini dmana pendidikan menjadi barang yang mahal bagi sebagian besar penduduknya…
Berry Devanda´s last blog ..MENGOLOK MALAIKAT MAUT
October 29th, 2009 on 2:55 PM
just cerpen kan kak?
aq suka !!!
October 29th, 2009 on 3:24 PM
Bapak cukup bermodalkan “PERCAYA”
Bukankah TUHAN memelihara?
Jika dihitung dengan matematika manusia mungkin tidak akan bisa kuliah, tapi matematika TUHAN beda….
(pengalaman pribadi, untuk kuliah Bapak pernah utang bank 1jt untuk biaya kost, agunannya sertifikat tanah. Bayangkan…..)
yustha tt´s last blog ..Menguatkan & Dikuatkan
October 29th, 2009 on 3:35 PM
Pokoknya mbak’E gak kalah sama andrea hirata..
October 29th, 2009 on 3:55 PM
modalnya cuma PERCAYA.
Kalau secara matematika manusia mungkin tidak mungkin, tapi secara matematika TUHAN, tidak adayang tidak mungkin. Soale aku ngalamin mb….
yustha tt´s last blog ..Menguatkan & Dikuatkan
October 29th, 2009 on 6:12 PM
Anak-anak dengan pengalaman seperti diceritamu ini umumnya dimasa datang lebih ‘jadi’ dibanding anak-anak yang sedari kecil tumbuh dalam kemewahan dan kesenangan. Mereka akan lebih bisa menghargai sesuatu yang dimilikinya…
Well written, sis..
anderson´s last blog ..Substance Over Form
October 31st, 2009 on 11:30 PM
anak2 yang di didik dengan nilai kehidupan semenjak dini pasti berhasil. karena seperti kata AW, jika anda lunak terhadap hidup,maka kehidupan akan keras terhadap anda, jika anda keras terhadap hidup, maka kehidupan akan lunak terhadap anda.
Berry Devanda´s last blog ..MENGOLOK MALAIKAT MAUT
October 29th, 2009 on 6:52 PM
Cerita diatas aku banget Mbak, dan ludah ini tercekat sepanjang membaca, seperti flash back. Cuma tokoh bapak tersebut harus berganti dengan ibu. Dan sekarang saya tidak sebatas S1 tapi S2 dengan segala keajaibannya.
masnur´s last blog ..Secangkir Kopi Aceh
October 29th, 2009 on 8:20 PM
Ceritanya benar2 menyentuh buat aku.
Nggak jauh beda dengan perjuangan Bokap Nyokap yang rela banting tulang tuk mengkuliahkan aku dan adik-adikku
October 31st, 2009 on 1:34 PM
gw aja hampir mau nagis lagi hikzzzz
October 31st, 2009 on 10:24 PM
baru tau kalo orang sinting bisa nangis..
October 30th, 2009 on 12:10 AM
selelah apapun, jika manusia merasa sudah memiliki tanggung jawab sebagai orang tua, maka hujan, panas, badai sekalipun tak akan membendung semangat untuk kemajuan pendidikan buah hatinya…hanya biaya pendidikan saat ini memang MAHAL
NB : duhh…yang menang kontes blog
padahal kemaren di PB pengen banget gabung tapi ogut kejepit di tengah2 yang big-big mba hehehe…
UN:F [1.8.4_1055]
Rating: 0 (from 0 votes)
October 30th, 2009 on 12:24 AM
tapi sekarang juga udah banyak perguruan tinggi yang murah dengan kualitas ga kalah dengan negeri..bahkan yang di cicil pun sudah beredar
Hariez´s last blog ..Wujud Nyata Sebuah Kebersamaan
October 31st, 2009 on 1:33 PM
pengalaman pribadi serta promo mercusuar nih kayaknya he2
Zulhaq´s last blog ..Sinting Pre Pesta Blogger 2009
October 31st, 2009 on 11:35 PM
untuk mewujudkan perguruan tinggi yang berkualitas memang memerlukan dana yang tidak sedikit. negara ini harus punya perguruan tinggi yang berkualitas dunia dan biarkan ia mencari dana sendiri, yang terkadang dengan cara memungut dana besar dari mahasiswanya. disamping itu juga didirikan PT lain yang juga berkualitas namun biaya disubsidi negara. jadi tidak semua PT harus disubsidi negara. PT yang disubsidi ini diperuntukan bagi orang yang mampu secara intelektual tapi kurang dari segi finansial, tapi tentu dengan tetap menjaga kualitas…
salam mbak…
October 30th, 2009 on 7:01 AM
I heart this Ka
Eru´s last blog ..The Cat’s Journey II
October 30th, 2009 on 8:21 AM
Ka, aku meleleh membacanya…
Itu bukan sekedar cerita, tapi kenyataan. Betapa banyak anak yang ingin meraih bintang, betapa banyak orangtua yang bekerja banting tulang-peras keringat demi bintang itu, hanya karena ‘MAHAL’-nya sebuah pendidikan di negeri ini. sungguh, sebuah ironi di balik kemewahan yang dinikmati para penguasa negeri ini…
Namun, di sisi lain, aku juga kerap geram dengan ulah para pelajar yang berlagak borju, sok kaya, sok anak pejabat, dan meremehkan pendidikan. Nilai dibeli dengan segepok uang rupiah. sekolah atau kampus hanya menjadi ajang pamer kekayaan… duh, emosi kerap tersulut setiap kali melihat fenomena ini. namun, apa dayaku… aku hanya mampu meracau, tanpa mampu melakukan apapun untuk merubahnya…
October 31st, 2009 on 1:32 PM
@om vizon
saya juga dl sering menemui teman2 yang sok borju, tiap hari harus menerima celaan dari mereka hikzzzz
November 2nd, 2009 on 6:27 PM
sabar..
sabaaaar…
October 31st, 2009 on 11:27 PM
PEndidikan itu memang mahal…
seharusnya pendidikan itu memang menjadi tanggungan masing2 pribadi, dalam hal ini orang tua, karena jika dibebankan kepada negara semuanya maka cenderung “disia2kan”,
tapi melihat kondisi bangsa seperti ini, tidak memungkin jika negera lepas tangan, kecuali jika dinegara maju dimana ekonomi penduduknya sudah maju.
oleh karena itu lah kiranya UUD 45 mengamanatkan 20 persen anggaran negara harus tercurah untuk pendidikan.pun demikian, itupun belum cukup untuk pemerataan pendidikan di negara yang luas ini.
October 30th, 2009 on 8:39 AM
iya..
ibuku juga cuma seorang guru, dan dia sering bilang..
“kalo dihitung secara matematis, gaji papa sama mama ga mungkin cukup buat biayain kamu sama adek…tapi, buktinya sekarang kamu udah lulus, udah sarjana.”
yang penting punya semanget, percaya, dan selalu ingin membahagiakan orang tua..
*hiks,,inget mama*
dela´s last blog ..ah..
October 30th, 2009 on 9:03 AM
Eka… aku berkaca-kaca baca tulisan ini, inget Bapak.
Ia rela banting tulang 7 hr seminggu, dan “mau menunggui” sampai aku mentas..
Rest in peace Dad, I love U…
Bro Neo´s last blog ..Apa yang Kamu Pelajari?
October 30th, 2009 on 12:44 PM
Mataku sembab baca tulisan ini mbak, jadi ingat bapak ibu di rumah, jadi ingat semua perjuangan mereka selama ini,,, aku percaya Tuhan punya rencana dibalik semua dan DIA selalu bekerja dengan cara yang tak terduga..
Salam kenal..
:: Sash
October 31st, 2009 on 9:40 AM
hmmmmmm emosi nya ngena tapat sasaran

pengen belajar menulis indah keik mb eka ni, dohh.!!! gmna yak caranya
queen´s last blog ..Kau dan Dia
October 31st, 2009 on 1:30 PM
belajar ma gw mau?
ntar gw ajarin jadi orang sinting ha ha ha
October 31st, 2009 on 10:07 AM
ah, gw jadi sedih lagi!!!
teringat lagi masa dulu, masa sekolah hingga kuliah
gak ada yang peduli, gak ada yang mau tau!!!
tapi, yah syukurlah bisa jadi seperti ini
Zulhaq´s last blog ..Sinting Pre Pesta Blogger 2009
October 31st, 2009 on 10:23 PM
maksudnya sekarang udah jadi orang sinting gitu? huehehehe… becanda lhooo….
iya gua salut lah ama lu, walaupun sinting tapi hatinya baik…. hehe
arman´s last blog ..Saw VI
October 31st, 2009 on 4:22 PM
Nice story, Ka….
aku yakin setiap perjuangan keras orangtua untuk anak-anaknya akan membekas jelas dalam ingatan anak-anaknya.
Aku sangsi, anak-anak yang dengan mudahnya mendapat fasilitas dan kemewahan dari orangtuanya, akan punya kenangan indah seperti mereka yang benar-benar berpeluh untuk mendapatkannya.
nanaharmanto´s last blog ..Cerita Tentang Pemadaman Listrik
October 31st, 2009 on 11:18 PM
Pendidikan adalah hal mutlak untuk maju…
beruntung sang anak punya orang tua yang punya kemauan besar dan pantang menyerah dalam mewujudkan pendidikan tinggi bagi anaknya, disaat banyak orang tuan yang gampang menyerah dengan keadaan…
siapa yang bersungguh pasti akan mendapat…
Berry Devanda´s last blog ..MENGOLOK MALAIKAT MAUT
November 2nd, 2009 on 6:17 PM
*ambil tisu*
Tuh kaaaan..
I’ve told you before, Mbak
You’re great at writing
Sari Ajah´s last blog ..Pamiiiiit
November 3rd, 2009 on 9:46 AM
unidede like this. *facebook mode on
*
Ade´s last blog ..Pindahan