Wisata Ekologi Pulau Komodo
by cerita EKA on Sep.14, 2009, under Fresh-Travelwan, Voyage
“Lu jangan pergi ke Pulau Komodo Ka,” larang Dika begitu saya mengutarakan maksud mengunjungi salah satu turunan binatang purba itu.
“Heh?! Kenapa emangnya?” Saya balik bertanya.
“Pokoknya lu jangan pergi ke sana kalau gak siap kalah eksotis sama Komodonya !” tandas Dika dengan cengiran nakal di wajah konyolnya itu.
“Whaaaat???!!!” pekik saya keras hingga hampir semua kepala di restoran jepang itu menoleh. Tanpa rasa malu, saya kembangkan senyum pada semua mata yang memandang. Terbiasa menjadi pusat perhatian karena lengkingan 3 oktaf ketika terkejut, membuat saya terlatih menghadapi situasi seperti ini. Cukup berikan senyum polos tanpa dosa, nanti juga reda sendiri. OK, kembali ke laptop. Huh! Gak terima rasanya saya dibilang kalah eksotis sama komodo. Enak saja! Selepas acara buka bersama, saya langsung googling tentang pulau di Nusa Tenggara Timur itu.
Hasil googling saya menemukan fakta : Pulau Komodo saat ini merupakan salah satu wilayah konservasi yang menjadi tujuan wisata ekologi alias Ecotourism. Saya pun menggaruk – garuk kepala yang tidak berketombe karena menemukan istilah baru. Apa sih Ecotourism itu?
Oom Hector Ceballos-Lascurain dalam bahasa londo bilang gini :
“Nature or ecotourism can be defined as tourism that consist in travelling to relatively undisturbed or uncontaminated natural areas with the specific objectives of studying, admiring, and enjoying the scenery and its wild plantas and animals, as well as any existing cultural manifestations (both past and present) found in the areas.” Nah, bahasa Indonesianya : “Wisata alam atau pariwisata ekologis adalah perjalanan ketempat-tempat alami yang relatif masih belum terganggu atau terkontaminasi (tercemari) dengan tujuan untuk mempelajari, mengagumi dan menikmati pemandangan, tumbuh-tumbuhan dan satwa liar, serta bentuk-bentuk manifestasi budaya masyarakat yang ada, baik dari masa lampau maupun masa kini.”
Yuhuuuuuu !! Wisata ekologi ke Komodo? Alias berpetualang untuk melihat dan mempelajari bagaimana kadal terbesar di dunia ini melahap kambing, ayam atau babi dengan lidahnya yang panjang terjulur mirip lidah naga itu di pulau yang masih perawan, langsung ngiler deh ! Saya membayangkan naik Jip besar mengelilingi Pulau Komodo, melihat mahluk dengan nama latin Varanus komodoensis yang dipercaya sebagai sisa binatang purba dinosaurus. Gila eksotis nian!! Di kepala saya terlintas petualangan Alan Grant, Ellie Satler, dan Ian Malcolm di film Jurassic Park. Minus kecelakaan lepasnya Komodo tentu saja. Gak kebayang deh kalau binatang dengan panjang 3 meter dan berat 140kg itu menyerbu saya dan mengeluarkan racun melalui lidah panjangnya itu, mana kambing satu ekor bisa ludes dilahap kurang dari 3 menit. Oh NO ! Tapi tentu saja tidak, karena konservasi Pulau Komodo ini dijaga oleh petugas – petugas berpengalaman yang menomorsatukan keamanan.
Mahluk purba yang katanya campuran antara Kadal, Naga, dan Ular memang unik dan eksotis. Tak heran jika Pulau Komodo dinominasikan sebagai salah satu 7 keajaiban dunia. Ajaib kan bow? Turunan Dinosaurus yang katanya sudah punah itu ternyata masih terpelihara baik di suatu pulau? Hebatnya lagi, itu di Indonesia ! Oh how I love this country so much.
Wisata ekologi a.k.a ecotourism tidak hanya menawarkan panorama alam untuk dinikmati, namun juga pengetahuan akan budaya masyarakat setempat. Dengan begitu, secara tidak langsung ecotourism juga membantu melestarikan kearifan budaya lokal. Indonesia menyimpan potensi wisata ekologi dengan keaslian dan keragaman budaya serta kekayaan alamnya yang melimpah. Selain Pulau Komodo, terdapat lebih dari 10 lokasi wisata ekologi lainnya, beberapa diantaranya adalah Way Kambas, Krakatau, Ujung Kulon, Rinjani dan Bunaken. Yuk, mari kita dukung pelestarian alam Indonesia, salah satunya ya dengan berekowisata. Bahasa gaulnya, mari melancong!
traveling cin! Tapi kalau belum bisa, lakukan dengan satu langkah kecil : join cause di Facebook dan dukung Taman Nasional Komodo menjadi salah satu keajaiban dunia. Silahkan klik disini. Lima menit waktumu membuat Pulau Komodo sebagai warisan dunia
.
Kembali ke soal eksotisme, masa iya sih komodo lebih eksotis dibanding saya? Coba lihat baik – baik…. Mana yang lebih eksotis? Jelas saya kan?!
Have a great Monday fellas !
Don’t forget to vote for Komodo ya.
Sebagian gambar diambil dari sini, dan sini.
Popularity: 2%
Related posts:
70 Comments for this entry
1 Trackback or Pingback for this entry
-
Mari Kita Tamasya! » ceritaeka.com
October 11th, 2009 on 1:15 AM[...] tempo hari saya pernah menulis mengenai ekowisata dan saya sedih tidak dapat mempraktekkannya dengan benar padahal ada kesempatan di depan mata. The [...]











October 16th, 2009 on 3:20 AM
udah vote buat komodo.. eh tapi klo soal eksotis, komodo yang jelas kalah dong.. hehehe..
Ade´s last blog ..…