Sejumput Rinduku di Pulau Samosir – Danau Toba
by cerita EKA on Sep.10, 2009, under Daily, Fresh-Travelwan, Voyage
Pulau Samosir do…
Haroroakku Samosir do
Ido asal hu
Saitongingottoku
Na na na…
Memori saya melayang jauuuuuh, jauh tinggi sekali ketika mendendangkan lagu dari kerabat satu marga, bapak tua Nahum Situmorang di MP3 player komputer. Iramanya riang dengan tiupan seruling dan gondang batak yang khas, sepertinya artikel ini cocok sekali dibaca dengan lagu itu. Silahkan diputar dulu.
Negara kita merupakan gugusan kepulauan yang indah dan teringatlah saya kepada pulau Samosir. Pulau unik karena terletak di dalam pulau juga ; Pulau Sumatera. Hmmm, adakah di dunia ini, pulau di tengah pulau juga? Pulau cantik yang berada di tengah – tengah danau Toba tempat ompung, ompung buyut dan para tetua lainnya dilahirkan.
Tahukah kamu bahwa Pulau Samosir adalah pulau vulkanik ? Menurut Wikipedia, Danau Toba sebenarnya merupakan kaldera yang terisi air sedangkan Pulau Samosir terbentuk karena tekanan magma yang belum keluar. Diperkirakan danau Toba dan Pulau Samosir ini terbentuk karena ledakan gunung berapi super (supervolcano) sekitar 73.000 – 75.000 tahun yang lalu. Woow ! Gak kebayang kan berada di atas gunung berapi namun terasa adem ?
Biasanya kan yang panas – panas itu, seperti hati yang panas, suasana panas, debat panas, haduuuuh bikin gerah dan pengen jauh – jauh dari sumber api panas
. Namun, lain Wikipedia, lain kata ompung saya. Bukan begitulah asal muasalnya bah ! Ada legenda yang ciamik kali kalau mau diceritakan (kali lain pastilah saya tulis legenda zaman dahulu kala itu) Saat ini, sungguh saya terbuai pesona Tano Batak.
Benar kata travelwan -sebuah majalah yang konsisten mempromosikan wisata Indonesia- betapa Indonesia menawarkan keelokan yang luar biasa. Coba tengok Danau Toba, harus diakui, Danau Toba menyimpan misteri keindahan sekaligus tradisi unik yang menggoda. Look at the beauty… Look at the exoticism… Indonesian Tourism has plenty to offer for your eyes satisfaction !
Lihatlah kawan, betapa indahnya karya sang Pencipta. Biru air danau dikelilingi hamparan hijau daun dan pepohonan, dengan pantulan sinar mentari berkilat – kilat di kejauhan sana. Sejuk udara dan cantik biru tosca itu menarik saya tenggelam dalam pusaran waktu. I wish I can stop the time. Freeze it for it’s so beautiful. Semilir angin memainkan helai – helai anak rambut, menari lembut ditelinga. Membekap panca indera dan melambungkan rasa. Saya merinding. Terbius keeksotisan alam, indah, megah dengan kemistisan yang menyelubunginya. Siapakah yang tidak terpana? Dan saya merasa kecil… kecil sekali…
Segar hawa, tenang suasana. Ramah penduduk dengan wajah kotak khasnya. Ulos, tor – tor, sigale – gale juga rumah adat. Terbaur kumparan alam dan budaya. Rasakan dengan rasa. Rasakan dengan jiwa. Satukan batin dengan keindahan ciptaan Ilahi. Ya Tuhan ! Saya rindu pulang !!
Sobat, kapan terakhir ke Danau Toba?
Atau mungkin belum pernah kesana?
Kunjungilah, dan mari kita berbagi rasa yang sama.
Salam,
Eka Situmorang – Sir
Gambar dipinjam dari sini
Popularity: 3%
Related posts:







September 30th, 2009 on 6:08 PM
ahhhaa..minggu depan ke medan
mudah2an dan HARUS meluangkan waktu ke Danau Toba dan Pulau Samosir
MEdannnn I’am Commiiingggggggg
#EKA
titip bolu Meranti yaaaaa
Afdhal´s last blog ..Lebaran pertama bersama blogger
October 25th, 2009 on 1:57 AM
fotonya sangat bagus, terimakasih..