Jika pertanyaan diatas dilemparkan kepada saya, maka dengan lantang saya berkata :
YA, saya perlu kartu kredit. Heh?! Bukannya lu kemarin terlilit hutang Ka? Bukannya lu udah di telponin debt collector? Bukannya kemaren dengan lantang bilang NO Credit Cards? Koq masih berani bilang perlu? Emang gak kapok apa?
Sabaaaar, tenaaaang. Semua ada alasannya. Kemaren itu bilang NO Credit Card karena masih dalam masa penyembuhan. Tapiiii kalau sudah sehat, selama pandai menggunakaannya maka kartu kredit itu punya banyak manfaat lho. Ingat, it’s the man behind the gun who kill. Bukan pistol yang bersalah membunuh manusia, tapi orang yang menarik pelatuknya itu yang bertanggung jawab. Buat saya pribadi, kartu kredit itu penting karena :
# Kartu kredit memudahkan pembayaran. Coba bayangkan, mau beli barang – barang yang agak mahal macam komputer atau perabot yang harganya jut – jut, repot kan bawa – bawa uang cashnya. Kalau pake kartu kan dompet gak perlu rusak. Cuma selembar cin. Selain itu, berguna sekali pada saat darurat.

emergency
Misalnya nih, tengah malam mesti ke UGD dan gak bawa uang cash, kartu kredit bisa dijadikan alat pembayaran. Juga bisa digunakan untuk membayar tagihan rutin bulanan macam listrik, telepon dan air. Gak perlu repot – repot lagi deh pergi ke kantor pos untuk bayar listrik atau kantor Telkom untuk bayar telpon. Semua bisa ditagihkan ke kartu kredit. Ini membantu sekali untuk pekerja kantoran. Menghemat waktu juga tenaga buat ngantri.
# Program – program diskon dari beberapa penerbit kartu kredit tentu sangat menguntungkan. Nonton yang biasanya bayar 50 ribu/orang kalau wiken, jadi cuma bayar setengahnya. Atau beli makanan bisa discount 30%, apa gak mak nyus tuh? Oh ya, ketika jak jazz Maret kemarin dengan melakukan transaksi sebuah kartu kredit bisa dapat 2 tiket hanya bayar satu lhooo ! Lumayan banget kan !!

Sepatu Merah
# Poin yang didapatkan dari belanja. Beberapa kartu kredit memberikan poin setiap kali kita belanja. Misalnya belanja 100.000 = 1 poin. Dimana poin tersebut jika mencapai akumulasi tertentu bisa ditukarkan dengan barang lain atau malah dikompensasikan dengan sejumlah uang ketika berbelanja. Pernah, saya dapat sepatu gratis dari poin rewards tersebut lho. (sepatu lagi? Ya..ya.. perempan cin… gak lepas dari sepatu hehehe)

0 %
# Program cicilan 0% tentu sangat membantu kita. Membeli suatu barang namun dapat dicicil antara 3 – 6 bulan tanpa bunga. Sekali lagi, program cicilan yang saya ambil hanya yang 0%. Ini akan memudahkan cash flow rumah tangga. Memang beberapa kartu kredit memberikan bunga cicilan pembelian barang yang kecil, tapi tetap saya tidak mau. Saya tidak ingin memanjakan keinginan pribadi, karena sebenarnya kalau beli barang nyicil itu artinya gak kuat beli tapi memaksakan diri. Jadi tidak boleh dibiasakan membeli barang dengan nyicil. Cicilan 0% itu hanya untuk memudahkan saja.
Dengan banyaknya kemudahan kartu kredit, tegas saya akan bilang juga bahwa saya punya beberapa aturan dalam menggunakan kartu kredit. Setiap kali gesek, saya tahu bahwa saya hanya memundurkan pembayaran, bukan ngutang. Jadi, saya sudah punya uang tunai untuk bayar nanti di tanggal jatuh tempo. Kartu kredit itu untuk segi kepraktisan dan poin – poinnya saja. Karena terbiasa mencatat pengeluaran setiap hari, maka saya tahu berapa alokasi dana untuk bulan depan.
Aturan main kedua saya usahakan untuk membayar tagihan jauh – jauh hari sebelum jatuh tempo. Hal ini untuk menghindari hal – hal tak terduga yang bisa saja muncul jika membayar di hari terakhir. Misalnya, sakit di hari jatuh tempo. Mengapa ini penting? Karena saya tidak mau membayar bunga untuk tagihan kartu kreditnya. Emang bunganya besar ? Besar tidak besar, tetap itu bunga. Dan saya merasa rugi harus membayarnya. Mending uang yang sedianya untuk membayar bunga itu dibeliin peyek atau risol hehe.

Credit Cards
Aturan ketiga, memilah jenis kartu kredit yang boleh nangkring di dompet. Setiap kartu kredit ada iuran tahunan yang harus dibayarkan. Besarnya tergantung jenis kartu. Yang silver biasanya antara 150 – 200 ribu sedangkan yang gold berkisar 200 – 300 ribu. Kalau platinum terus terang saya gak tahu karena gak punya hehehe. Dengan besaran biaya tahunan tersebut hanya dua jenis kartu yang lolos fit and proper tes ala EKA karena fungsinya dalam membantu pembayaran pengeluaran rutin bulanan. Tapi saya punya beberapa kartu kredit. Lho koq mau? Gak rugi apa bayar iuran tahunannya? Well, karena dikasih gratis iuran tahunannya maka saya mau. Koq bisa dapat free iuran tahunan? Ada kartu kredit yang memancing pelanggan baru dengan free iuran tahunan di tahun pertama tapi sesudah itu bayar. Nah kalau tiba waktunya sudah mau bayar, biasanya kartu tersebut saya tutup. Tapi, biasanya pula pihak bank akan menawarkan free iuran lagi setelah melihat track record pembayaran tagihan yang rapi dan tidak pernah telat. Kalau sudah begitu, ya nagkring lagi deh tu kartu di dompet. Hehehe
Kesimpulannya,
kartu kredit itu berguna jika kita bisa mengendalikan diri.
Jadi, gunakanlah kartu kredit dengan bijaksana !
Seri ke-3 dari 3 postingan mengenai kartu kredit




Yang kali ini saya ngabsen saja deh.
*pengguna uang tunai sejati*
#EKA
Yak… kehadirannya diperhitungkan;)
hehehe
.-= jensen99´s last blog ..My Slow Rock File [5] True Love? =-.
Wempi masih bertahan pake debit card dan say no to credit card. udah kapok
ngemeng-ngemeng ni blog emang gak bisa di feeder ke google reader ya…
#EKA
Maksudnya gimana?
Kayaknya yg lain pada bisa lho feed google reader tapi ya cuma dpt sepotong doan…
.-= Wempi´s last blog ..GlashFish =-.
Kalau aku, CC itu perlu banget, soalnya yang bayar suami, jadi di luar budget bulanan … hihihi … Tapi kalau lihat bunga yang harus dibayar setiap bulan, yang bisa mencapai ratusan ribu (pernah bunganya aja sampai 600-an ribu), kadang-kadang sayang juga …
#EKA
Waaaks bungannya aja 600 ribu.?
Bunda belanja apaaan?
Pasti berlian nih ya bun
hehehe
Pengin sih tp dari masih bujang kantoran sampai anak dua aplikasi nggak pernah di setujui. Kayaknya nggak tampang kaya kali…. Padahal kan kalo sekali dapet gampang tuh dapat kartu lainnya. Sekarang malah mulai turun minat.
#EKA
Tapi selama ini, gak pake CC gpp kan mas?
Jadi ya gak perlu2 amat dunk pake CC hehehe
setuju banget mbak!!!
kebayang gak jalan2 kemarin klo gak ada kartu kredit booking hotel dan pesawat…duhhh masak iya harus ke travel agent?
use it wisely biar gak bocor… *walau pernah juga ngalamin kebocoran karena suka banget belanja sepatu….wakakakaka*
#EKA
Yg penting udh bisa ambil pelajaran dari situ Ri
.-= Ria´s last blog ..Perjalananku Day 5 – Day 7 =-.
Tuh kan, keren banget analisisnya… jadi temen deh, biar banyak dapat ilmu dari tulisan2 mbak Eka…
Terus terang aja, saya parno dengan yang namanya kartu kredit, belum tahu seluk beluk kartu kredit, asal ada yang nawarin, langsung tolak. Dan selama ini sih, pandangan saya terhadap kartu kredit tuh negatif..belum tahu positifnya sih…
#EKA
Tapi skr udh tahu kan kegunaan kartu kredit
cuma kalau emang gak bisa ngontrol diri ya jangan tbikin
repot ntar nyelesain utsngnya.
.-= dinoyudha´s last blog ..Keberkahan Ramadhan =-.
megang aja belum pernah…
lagian, kalo orang macam awak nih lebih sreg kalo kantong celana keganjel ama duit yg tebel daripada kartu yg cuma selembar
#EKA
huahahhaha biar pantatnya keliatan seksi yaa
.-= Imam S.´s last undefined ..If you register your site for free at =-.
saya menganut paham ‘Kartu Debit’…
saya bekerja di luar negeri. selama ini pake cc dari bank luar negeri, lumayan gede jika dibawa ke indonesia
dg limit $5000. liburan ke Indo tiap tahun..
pengalaman saya, susah banget apply kartu kredit Indonesia..alasannya karena kerja di luar..ada yg punya tips dan saran gimana cara apply kartu kredit indo bagi pekerja di luar negeri?
#EKA#
nanti kalau ada… saya emailin kamu yah
Hmm.. bukannya kartu kredit cenderung membuat kita membayar lebih mahal?
.-= AdityaFajar.com´s last blog ..5 Hal Yang Membuat Cowok Jomblo Semangat =-.