NO Credit Cards

<

Saya pernah berada dalam masa – masa tidak nyaman. Kerja, makan, tidur, gak enak karena dikejar – kejar penagih hutang dari bank yang mengeluarkan kartu kredit. Gak percaya? Boleh baca disini. Anw, gimana gak diteror, lha wong punya utang sepuluh juta lebih tapi gak mampu bayar. Ketika saya berada di titik itu, saya mengambil suatu keputusan bahwa saya harus bebas. ENOUGH ! Cukup sudah hidup tidak tenang seperti ini.

Nah, gimana saya bisa bebas dari kartu kredit? Sebenarnya intinya gampang : PENGENDALIAN DIRI !! Sounds cliche huh? Serius ! Ini bukan perkara mudah untuk dilakukan. Emangnya gampang menahan hasrat diri? Duuuh, saya jamin semua bilang tidak. Emangnya gak ngiler apa kalo departement yang berawalan dari M itu lagi sale? Kalau toko sepatu dari Singapur itu lagi clearance ? Beuuuh !! Kepala bisa mumet ngebayangin sepatu yang diincar dipake orang dengan harga murah tapi kita gak boleh (bukan gak bisa lho) beli karena itu melangar pengendalian diri ha?

Gak beli sepatu dulu

Gak beli sepatu dulu

Sumpriiiiiit !! Susah sekali tahu. Oke, jadi pengendalian diri yang saya maksudkan ini seperti apa? Saya beri langkah konkritnya, walaupun ini sukses berlaku buat saya, namun ada kemungkinan tidak buat yang lain. Kan tiap orang punya karakter masing – masing.

  1. Jujur. Saya akui kepada diri sendiri bahwa saya punya HUTANG. Hei, kalau nunggak pembayaran kartu kredit itu, gak beda dengan kreditur – kreditur kurang ajar yang bikin macet kredit bank itu lho ! Karena intinya sama – sama punya HUTANG. Gak beda sama mereka, sama orang yang saya caci maki bikin krismon di tahun 1998 lalu. Idiiih mau?
  2. Setelah jujur, sekarang miliki tekad untuk melunasinya. Punya aset atau tabungan? Silahkan dipakai untuk membayar tagihan. Tapi kalau tidak gimana?
  3. Lihat jumlah hutangnya. Lalu lihat jumlah pemasukan. Tentukan besaran cicilan yang bisa kita bayarkan tiap bulan. Harus rasional, jangan sampai gak makan, gak ngantor karena gak punya uang transport gara – gara bayar cicilan.
  4. Nah untuk pesakitan kartu kredit kelas berat macam saya, yang tidak punya aset, tidak punya tabungan, yang bahkan tidak bisa memprediksi berapa uang yang bisa saya bayarkan untuk cicilan karena saya tidak tahu berapa persisnya jumlah pengeluaran tiap bulan (duuuh sedih banget ya) maka ada treatment lain. Saya benar – benar keras pada diri saya kala itu. Saya beli buku jurnal keuangan yang banyak dijual di toko buku, lalu saya buat neraca keuangan secara sederhana. Keterangan, Debet, Kredit, lalu saldo. Baris pertama saya isi dengan jumlah gaji saya lalu setiap pengeluaran dicatat di kolom kredit. Kuncinya disiplin mencatat, dari situ saya bisa melihat jumlah pengeluaran saya, juga saldo uang yang saya miliki setiap hari !
    Buku dengan saya numpang mejeng hihihi

    Buku dengan tampang saya numpang mejeng hihihi

    Diakhir bulan saya kalkulasi pengeluarannya, dan lihat mana keperluan yang bisa dibuang. Nah uang tersebut bisa dialihkan untuk membayar cicilan. Sungguh saya sangat terbantu dengan pencatatan pengeluaran ini. Setelah 2 bulan, bisa terlihat koq, pengeluaran bulanan secara normal itu berapa. Saya ingat, di bulan September 2006, saya mengeluarkan uang dua juta untuk bensin dan tol selama sebulan. Dua jutaaa???!!! Kalau mobil saya pake mesin turbo dengan CC diatas 2000 biaya itu adalah normal, tapiiiii mobil saya itu Atoz, cc nya cuma 990. Itu mobil yang iriiitnya setengah modar, wong ke Malang tempo hari saja sekali jalan cuma minta bensin 200 ribu, lah ini kenapa bisa sampai dua juta? Ternyata oh ternyata, saya nyupir angkot sering jalan jauh – jauh, sering maen ke tempat – tempat maksiat gak penting. Setelah saya tahu, bulan berikutnya saya coba hati – hati, memilah – milah mana acara yang perlu di datangi atau cukup hadir melalui telepon saja Bulan berikutnya, pengeluaran untuk transportasi ternyata bisa dibawah satu juta. Well, kemajuan bukan ? Benar – benar deh, menulis pengeluaran itu RECOMMENDED sekali sebagai kontrol.

    NO credit cards

    NO credit cards

  5. Langkah berikutnya yang saya ambil selama masa penyembuhan (alias proses cicil pembayaran) DILARANG KERAS MENGGUNAKAN KARTU KREDIT. Tahu gak sih, kalau bunga kartu kredit itu mengerikan ! Walaupun banyak yang mengiming – imingi bunga kecil, coba cek, coba cermati, bunganya dihitung harian atau bulanan ? Keliatannya kecil, cuma 1%. Tapi kalau ternyata itu harian, berarti 30% cing sebulan ! Setahunnya berapa???? Dan lagi, selama semua tagihan belum terbayar lunas, maka bunga dihitung berdasarkan nominal pembelanjaan bukan sisa tagihan. Contoh mudahnya, tagihan bulan ini 10 juta, lalu saya bayar minimumnya saja : satu juta. Berati hutangnya tinggal 9 juta dunk. Misalkan bunganya 3% berarti bulan depan tinggal bayar 9.270.000 begitu? 270rb nya bunga. Ho ho ho, tidak seperti itu. Bunganya dihitung dari transaksi yang belum lunas. 3% dari dari 10 juta berarti 300ribu berarti bulan depan bayarnya 9.300.000. Duuuh bunganya aja 300 ribu, itu duit 300ribu sebulan bisa bayar uang sekolah anak SD 3 orang lho ! Lihat, betapa ruginya kita karena bunga.
    Stress karena bayarin bunga yang selangit !

    Stress karena bayarin bunga yang selangit !

    Nah coba bayangkan jika selama proses penyembuhan, kartu kredit masih juga digunakan. Waaah…. berapa bunga yang harus dibayarkan? Jadiiii, sembunyikan kartunya. Biasakan bayar tunai. Kalau gak ada tunai, artinya gak ada uang buat beli alias GAK MAMPU belanja. Hayooo, hidup apa adanya.

  6. Saya, lakukan ke lima hal diatas, dan Puji Tuhan lilitan kartu kredit dengan bunganya yang mencekik itu bisa saja kalahkan :D (tersenyum bangga) Ini memang tak lepas dari support pacar saya waktu itu yang sekarang jadi suami. Honestly, Adrian – suami saya- galak abis kalau sudah soal uang. Setiap bulan pengeluaran saya di cek. Sepertinya itu pelanggaran privasi bukan? Karena dia mengecek pengeluaran pribadi saya padahal kala itu saya belum jadi istrinya, bahkan pengeluaran tersebut adalah pengeluaran dari uang gaji saya sendiri lho, dia tidak ada hak ! Namun, saya sadar, saya butuh bantuan. Saya butuh pagar yang dapat mengontrol dan mengingatkan saya untuk go back to the track. Jadi tak apa. Bukan tanpa alasan dia galak, dia seorang akuntan ! Jadi gemas banget liat yang beginian. Wong dia ngatur – ngatur keuangan orang, nah ini pacar sendiri kebobolan kartu hehehe. Intinya, selain jujur pada diri sendiri, perlu ada dukungan orang terdekat untuk mendukung proses penyembuhan ini.

Stress FREE ;) Yihaaa !!

Stress FREE ;) Yihaaa !!

Selamat hari selasa sobat, semoga tidak ada yang bayar minimum untuk kartu kreditnya ya, :D Bayar lunas !

Seri ke-2 dari 3 postingan mengenai kartu kredit.

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
This entry was posted in Tak terkategori and tagged , , , . Bookmark the permalink.

73 Responses to NO Credit Cards

  1. setuju mbak
    no credit cards!

    aku udah pernah liat mamah di dicariin penagih utang kredit card waktu dulu. setelah lunas,si mamah kapok, nggak mau lagi make kredit card. dari situ aku jg belajar…

    klo si pacar mau bikin kredit card, alisku langsung mengkerut XDDDDD

    #EKA
    Suruh baca blog gue Lea…
    Biar tahu ngerinya hehehe :p

    .-= macangadungan´s last blog ..yang penting lulus aja dulu deh =-.

  2. gdenarayana says:

    untung deh saya kenal CC cumak dari iklan ama brosur doang, ndak tertarik sama sekali.. xixixi

    duh bunganya aja segitu.. mencekik dompet :mrgreen:

    #EKA
    Menjerat leher tepatnya ;)

  3. quinie says:

    btw, utang pake CC is a big no. tapi kalo mo beli apa2 yang diluar jangkauan, sayah biasanya tanya ama bokap duyu, minjem ama beliau kemudian dicicil tiap bulan :D . tanpa bunga and negotiable :p

    #EKA
    hihihi that’s one of the good idea ;)

    .-= quinie´s last blog ..buka puasa bareng dadakan =-.

  4. Shanty says:

    Kalo beli tiket pesawat atau beli buku tetep kudu pake CC lokh.. Jadi, CCnya disimpen aja kak.. sapa tau mau ke KL kapan2.. hihihi

    #EKA
    Gue gak anti kartu kredit koq San.. ;)
    Liatpostingan berikutnya deh

    .-= Shanty´s last blog ..Commenista =-.

    • quinie says:

      nanti kalo mo ke KL, gua nitip beli ama lu ajah san, sampe sanah gua ganti cash :D

      #EKA
      Jiiiaaaaah ada yg mo ke KL nih…
      lu mau nyamperin tu org yg plesetin lagu Indonesia raya gituh ? ;)

      .-= quinie´s last blog ..pr dari buwel =-.

  5. Hmm, pengalaman yang banyak dijumpai dimana-mana. Dulu ada anak buah yang gajinya tinggal 3500 thok, karena banyak potongan ini-itu. Bagaimana orang bisa kerja tenang jika gaji tinggal sak-ciprit.

    Benar, intinya pengendalian diri.Awalnya sulit tetapi bukan tidak bisa dilakukan. Harus ada niat dan tekad yang kuaaaaaaaaaaaaat.

    Jika Eka sukses maka yang lain seharusnya juga bisa donk.
    Memang punya hutang itu menjadikan kita bisa travelling kemana-mana, solanya kalau dirumah saja takut didatangi debt collector..ha…ha..ha
    Horas
    Salam hangat dari Surabaya

    #EKA
    Selamat Datang pakde ;)
    thank u sudah mampir ya.
    Huahahahaha pakde kocak deh… mesti travelling mengihndari debt collector hihihi

    .-= Palkde Cholik´s last blog ..Tip ringan : 2 cara menghindari kegemukan saat berpuasa. =-.

  6. Hajier says:

    -Pengedalian diri-
    Mudah dikatakan, susah tuk dilaksanakan…

    Selamat buat orang-orang yang sukses melakukan pengendalian diri
    .-= Hajier´s last blog ..Aku rindu… =-.

  7. Cak Win says:

    Wah jadi gak pengen punya kartu kredit. Suka ijo soale kalo liat barang2 bening :D

  8. Indah says:

    Ahahaha.. duluu gua juga nyatat2 pengeluaran dengan lumayan detail tuh, Kaa, tapii *eheemm* kaga pernah dievaluasi juga di akhir bulan, hihihi, kayanya masih belon siap kalo harus meng-cut ini ituu :p

    Sekarang sih udah ngga nyatet2 lagi, males :D
    .-= Indah´s last blog ..When It’s Yours.. =-.

  9. Ade says:

    Sama Ka..
    aku pernah terjerat hutang sama cc, ga cuman satu tapi banyak :-(
    Gara2 salah perhitungan dan uang yang diharapkan buat bayar ternyata ga dateng2 *eh malah curcol*

    #EKA
    tapi skr udh enggak kan mbak ;)
    .-= Ade´s last blog ..So Far So Good =-.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s