Kisah sebelumnya :
Karena pergaulannya yang terlewat bebas, sepupuku Maya yang masih SMA hamil diluar nikah. Tante Febri, ibunda Maya, yang notabene masih tanteku, tidak menghendaki Maya mengasuh bayinya karena itu berarti mecoreng nama keluarga besar. Memberi aib. Namun sebenarnya alasan utama adalah jika Maya mengasuh bayinya maka ia harus berhenti sekolah. Dan itu sama saja mengubur impian tante Febri untuk menjadikan Maya seorang dokter. Mana bisa kuliah kedokteran kalau SMA saja tidak lulus kan? Aku dan suamiku di pasrahi mengasuh Vanya, bayi Maya dan Ivan pacarnya. Bagaimana kehidupan Vanya dalam pengasuhanku? Bagaimana kisah hidup Maya?
————————–
“Aku akan menjaganya Maya, aku berjanji bahwa Vanya akan kujaga sebaik mungkin, akan kulimpahi cinta dan kudidik dengan kasih,” gumamku pelan. Entah Maya dapat mendengarnya atau tidak
“Mbak…. titip Vanya ya,” hanya itu kata-katanya dan ia pun bergegas pergi. Ku dengar tangis pilu Maya dari kejauhan. Seiring dengan kepergiannya, tangis Vanya terdengar kian keras. Aku berusaha menenangkan Vanya dengan menimang – nimang lembut. Oh Vanya, Vanya sayang… walaupun aku bukan ibu biologismu, namun kau akan akan kujaga bahkan dengan nyawaku sendiri, bisikku lirih.
.
Kehadiran Vanya merubah hidup rumah tanggaku yang sepi tanpa gurau balita. Keceriannya adalah obat lelahku setelah mengajar, rasa ingin tahunya menggugah semangatku untuk terus belajar dan menjawab pertanyan – pertanyaan tak terduganya. Senyum polosnya, tingkah lucunya, pertumbuhannya, melecut aku dan suamiku untuk bekerja lebih giat demi masa depan yang terjamin. Vanya tumbuh menjadi anak periang yang tidak manja. Dan aku bangga sekali. Ketika aku sibuk dengan koreksi ujian mahasiswa – mahasiswaku, Vanya akan ikut – ikutan duduk berkacamata plastik, mengambil kertas dan pura – pura serius dengan kertas kosong putih di depannya. Menggemaskan ! Ah, ia tengah meledekku rupanya; minta diajak main atau bercanda. Kalau sudah begitu, pasti kutinggalkan tumpukan kertas jawaban itu, langsung menggendong dan menggelitikinya. Tak apa nanti malam aku bergadang mengoreksi itu semua. Ah Vanya, kamu cantik juga cerdas. Engkau adalah cahaya di rumah ini, pembawa sukacita.
.

Birthday Cake
Ketika ulang tahun Vanya yang ketiga, Maya datang menjenguk untuk kali pertama. Ada rasa risau di dada, akankah Vanya berpaling dariku, akankah Maya mengambilnya. Sekarang Maya sudah bekerja. Selepas SMA ia menolak untuk kuliah, ingin cepat dapat uang katanya. Seluruh keluarga apalagi tante Febri berang oleh kekeraskepalaannya. Kandas sudah impian tante Febri mempunyai anak seorang dokter. Namun aku dapat memahami Maya, ia ingin cepat mandiri agar tidak bisa disetir lagi oleh tante Febri. Postur tubuh dan wajah manis Maya adalah modal utama ditambah lagi ia cerdas. Tanpa kesulitan ia diterima bekerja di perusahaan penerbangan sebagai pramugari. Dan sekarang ia datang. Aku kuatir kebahagiaanku akan terenggut. Seusai pesta, Maya menghampiriku.
” Mbak, Vanya cantik sekali. Mbak dan Mas merawatnya dengan baik. Tidak salah Maya mempercayakan Vanya kepada Mbak.”
“Aku menjaga janjiku padamu May,” ucapku pendek dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Semoga Maya tidak membaca kerisauan hatiku, doaku dalam hati.
“Mbak gak perlu kuatir, Maya gak akan mengambil Vanya dari mbak. Ia bahagia sekali disini, Maya tak mau membuatnya bingung. Maya sudah puas dengan melihatnya tumbuh baik. Di hati Vanya, mbak adalah bundanya. Mbak yang bangun tengah malam mengganti popoknya, yang mengajarinya berjalan. Sedangkan Maya cuma ibu yang melahirkan saja, tidak lebih. Ikatan antara mbak dan Vanya sudahlah sangat kuat. Maya bisa lihat dari binar mata Vanya ketika ia berlari mencari mbak tadi.”
Kata – kata Maya seperti embun sejuk yang mengguyur hati, tak ku sangka Maya sedemikian bijak. Ia memilih untuk diam agar kejiwaan Vanya tak terganggu. Dan kami pun berpelukan.
.
“Kamu boleh datang kapan saja kamu mau May,” hanya itu jawabku. Tentu basi – basi saja. Mana rela hati ini melihat Maya dekat – dekat dengan buah hatiku.
.
Namun apa lacur, semenjak itu Maya adalah pengunjung tetap kediamanku, tentu saja jika tidak ada jadwal terbang. Sesibuk – sibuknya, minimal sebulan sekali akan ia sempatkan menengok Vanya. Ia sering memberikan Vanya bermacam hadiah dan mengajaknya bercanda. Mereka sungguh akrab, dan itu membuatku resah. Walau aku yang membesarkan Vanya, namun tak dapat dipungkiri Maya adalah ibu kandungnya. Bukankah darah lebih kental daripada air? Maya memang pernah berjanji tak akan mengambil Vanya dariku namun kemungkinan itu tetap terbuka lebar. Bukankah dulu dia bilang titip Vanya. Titip. Menitipkan berarti suatu saat akan diambil. Aku takut.
————————–
Apakah Maya akan tetap memegang janjinya? Ataukah ia akan mengingkarinya? Dan, apakah yang menjadi pertanyaan Vanya sesungguhnya?
BERSAMBUNG




oh.. si maya ga jadi dokter ya? tau gitu dia ajah yang ngerawat anaknya :p
#EKA
kan waktu itu masih sma
msh tergantung duitnya sama mamanya
jadi ya begitu
gue bilang juga apa!!!
apakah maya akan bisa meraih cita2nya dibalik kegundahan??? tidak!!!!
tante febri terlalu kerasa kepala, gak mau mendengarkan kata2 orang cakep yang bernama zulhaq
sungguh maya yang tegar…tak pedulikan keinginan keluarga yang keras kepala, dia tetap merasa sebagai ibu yang bertanggung jawab. masa yang akan datang, biarlah tuhan yang menentukan. yang penting ada usaha dalam bentuk perjuangan yang gigih….
vanya…seadaninya kau dah dewasa, om zulhaq akan meminangmu. kalo nggak, bunda maya aja, mau kok. kan bunda maya itu luna maya kekekekekekekekekek….
mbak, gak usah kuatir, walaupun maya adalah ibu kandungnya, tapi dia gak tega merampas kebahagiaan itu…kita nantikan kelanjutannya *loh, yang punya cerita sapa niy jadinya* huahahahahhaaa…..yukzzz mareeeee…
#EKA
tidak mau mendengarkan kata Zulhaq? kapan lu masuk jadi karakter di cerpen gue ini yaaaaaa?
hahahhaa
ayo masukin..
masukin!!! hayoooo ha ha ha….
*ngancam pake kue yang gak jadi buat vanya*
ah, bahaya ini..
#EKA
makanya aku takut…
wempi sudah tau jawabannya
#EKA
hihihi is it that obvious ?
makin panass…
Masih pasrah menanti sambungannya.
Tapi, suatu saay vanya harus tau siapa bapaknya, biar kalo merit ada wali nikahnya….(berpikiran terlalu jauh ya…heheh). btw salam kenal ya mbak…
bagus dah. klo gitu..
makanya kita bergaul jg harus perlu waspada..!!!!!
yaaaaa, kasian ya Maya !
Karena pergaulannya yang terlewat bebas/batas, Maya yang masih SMA hamil diluar nikah
tapi ya, mu gimana lagi, toh itu juga kesalahan Maya .
hehehe ^^…..
Pasti Vanya punya feeling khusus terhadap ibu kandungnya….cepat atau lambat akan tahu juga