Percayakah kamu akan Mukjizat ?
Percayakah kamu bahwa Tuhan mengatur semua ?
Bahwa Ia memegang buku kehidupan kita ?
Bahwa Ia maha KUASA ?
Aku percaya.
Hari ini bapakku mempunyai jadwal meeting di Hotel Ritz Carlton Jakarta jam 8.00 WIB. Kudengar di radio, pukul 7.41 ada ledakan di JW Marriot yang disusul ledakan di Hotel Ritz Carlton beberapa saat kemudian. Hatiku tersentak, bapakku ada disitu ! Bapakku… ! Bapak yang kusayang, bapak yang sering main kuda – kudaan dulu, bapak yang sering mijitin aku kalau capek abis naik gunung, bapak yang memarahiku kalau bajuku sedikit seksi, bapak yang mengantarkan aku ke pelaminan dengan tatapan mata bangga sekaligus sedih karena berpisah dengan anak gadisnya. Iya. Bapak ! Bapakku !
Gemetar jemariku menekan speed dial no 2 di handphoneku. Nada sambung terhubung, tapi kenapa tidak diangkat ? Kenapa ?! Aku pun semakin gelisah. Segala macam pikiran buruk berkecamuk, apakah bapakku masih hidup ? Apakah bapakku terluka ? Bapakku ada dimana ? Airmata mulai menggenang. Oh Tuhan ! tolong angkat teleponnya ! Siapa saja, toloong angkat ! Aku mau tahu kabar bapakku….
Setelah kali kedua kedua aku mencoba menghubungi, tiba – tiba suara serak dengan nada tak menentu terdengar di seberang sana, “Halo.. tunggu sebentar ya Ka.” Lalu hanya bising yang menjadi sambungannya. Hatiku berdebar kian cepat, antara bahagia mendengar suara bapak – paling tidak aku tahu bahwa bapak masih hidup – namun juga mencemaskan apa yang terjadi dengannya. Apakah ia baik – baik saja? Apakah bapak terkena ledakannya? Apa yang luka ? Apakah bapak di rumah sakit ? Ah pertanyaan – pertanyaan itu begitu mengganggu hingga belum mendengar berita kelanjutannya saja tubuhku telah bergetar hebat karena menangis. Suamiku mencoba menenangkan namun tetap hatiku tak tentram.
Sesaat kemudian, bapak menerangkan bahwa dokumen untuk meetingnya tertinggal di kantor Pancoran. Jadi rencananya berubah dari langsung ke hotel Ritz Carlton untuk meeting, bapak menuju kantor terlebih dahulu. Ah, ajaib benar rancangan Allah. Jika dokumennya tidak tertinggal, jika bapak langsung kesana, entah apa yang terjadi sama bapak. Entah bagaimana nasib keluarga kami…. Ah entahlah… Saya tak mampu membayangkan… Batinku bersyukur penuh haru.
Tuhan….
Ya Allah terpujilah namaMU
Sungguh heran caraMU mengatur kehidupan, melindungi setiap kami
Kami yang KAU sebut biji mata kesayangan.
Dan mulutku pun tak lepas mengucap syukur
Tak mampu otakku yang cuma segede bakpau ini mengerti jalan pemikiranMU ya Allah
Tak mampu aku mencerna setiap rencanaMU
Yang ku rasakan dengan pasti Engkau memperhatikan dan menjaga hidupku lebih dari yang aku tahu.
Dan aku memuji kebesaranMU, ajaib Tuhan… ajaib Tuhan…
.
.
.
Turut berduka untuk semua korban ledakan JW Marrot & Ritz Carlton. Aku belum tahu bagaimana nasib rekan – rekan kerja bapak yang lain. Aku hanya mengirimkan doa keselamatan bagi semua.
#UPDATE : 18.07.09
Semua rekan bapak selamat
Karena jam 8.00 jadwalnya adalah breakfast bersama sedangkan meetingnya sendiri dimulai jam 9.00. Heeem jam karet bangsa Indonesia sangat bermanfaat sekali dalam hal ini. Mereka semua datang terlambat ! bahkan untuk brekafastnya. Puji Tuhan
ungkapan kebahagiaan, kami wujudkan dalam kebaktian ucapan syukur.




wah, mbak eka…itu beneran??? nyaris banget ya!!!
puji Tuhan bapak dan rekan2nya selamat
#EKA
Ya beneran lah macan
yep Tangan Tuhan tak pernah kurang panjang untuk menolong
kan buku kehidupannya Allah yang pegang
Maaf Ka baru sempat mampir. Puji syukur untuk keselamatan ayah kamu. Tuhan selalu punya cara kok buat yang masih diberi kesempatan oleh-Nya.
#EKA
thank u ya mbak Leta
caraNya memang ajaib
setuju
#EKA
thank u mas…
Tuhan bekerja dengan caraNya sendiri.
Kejadian itu jangan dijadikan justifikasi untuk jam karet dong.
#EKA
hoho tdk justifikasi pak..
cuma bergumam, ah ternyata Tuhan pake cara yang tak terduga
Subhanallah… Laa haulaa wa laa quwwata illaa billah…. *ikut gemetar*
#EKA
Yang terpenting selamat
Rancangan Tuhan memang bukan rancangan kita ya Ka…
Coba tanya Bapak Ka, siapa itu yang arrange rapat tempatnya kok bisa di Ritz Carlton…??? Bukan Hilton aja. Hehe…
#EKA
tau tuh sapa yg ngerancang…
Hilton udh gak ada Mar… udh ganti nama jadi the Sultan
syukurlah sekarang pelaku dan otaknya udah tertembak…
semoga tidak terjadi lagi dikemudian hari…
kasihan negeri ini, sebagian energinya habis untuk memberantas teroris, kapan mo membangunnya???
.-= Berry Devanda´s last blog ..Penerapan Sistem Kredit Semester (SKS) Di Sekolah =-.
judulnya membuat gue tar[ancing untuk komentar di sini ..
… keren ..
Ya, TUHAN itu Maha Kuasa dengan segala cara-Nya.
TUHAN itu ada apa ada-Nya.