”Cari apa kak?” adikku bertanya setelah mendengarku mendesah kesal beberapa kali.
“Mpus,” jawabku singkat sambil tetap sibuk mengaduk – aduk lemari dan terpaksa kecewa karena tidak menemukan apa yang dicari. Belum putus asa ku longok kolong tempat tidur berharap menemukan gadget mungil multi fungsi berukuran 98 x 58mm dengan warna silver yang elegan itu. Namun asaku terpaksa minggir teratur karena tak jua ku lihat apa yang kuinginkan. Ooops Mpus itu bukan kucing ataupun nama hewan piaraan ya. Tapi nama kamera kesayanganku yang sudah menjadi saksi bisu betapa banci tampilnya aku ini. Hehehe. Dari kemarin si Mpus gak terlihat batang hidungnya, eh emang kamera punya hidung
maksudku si Mpus menghilang entah kemana. Padahal tanpa Mpus hidupku akan terasa kurang lengkap. Bagaimana nanti kalau ada momen indah yang tak akan pernah terulang dan harus diabadikan ? Bagaimana nanti kalau ada pelangi indah yang ingin kupotret? Jarang – jarang kan, ada pelangi di Jakarta. Jadi, kehadiran Mpus itu sangat penting !
“Ya udah pake kameraku aja,” kata adikku lagi mencoba menjadi pahlawan.
“Enggak ah, kakak cuma mau poto – poto pake si Mpus doang,” jawabku.
“Yaelaaaaah, apa sih bagusnya si Mpus itu? Kameraku lebih bagus tau kak.” Ku dengar kegusaran di nada suaranya. Kuhentikan sejenak aktivitasku dan menatap kedua matanya lekat – lekat. Ku tarik nafas panjang sebelum mulai menjelaskan betapa berartinya Mpus buatku.
“Dengar ya dek, kameramu itu dibandingkan si Mpus gak ada apa-apanya tau. Kameramu memang spek.nya bagus tapi desainnya, Ya ampuuun. Malu – maluin banget. Buat seorang fashionista seperti kakak, kamera bukan cuma buat jeprat – jepret doank tapi haruslah kombinasi antara desain yang elegan dan performa yang tinggi. Dan itu hanya ada di Olympus FE – 330 alias Mpus itu. Resolusinya yang 8 megapixel adalah jaminan kualitas gambar yang jelas, si Mpus juga bisa 5x zoom, kalau kamu mau keker cowok ganteng di mall kan gampang,” uraiku gamblang. Dan kami pun tertawa terkekeh – kekeh bersama. Ku rasa ia mentertawakan usul aneh kakaknya yang kekeh jumekeh mencari kamera sebagus Olympus hanya untuk melototin cowok – cowok di mall. Hihihi.
“Genit !” serunya.
“Lho saran yang tadi kan berlaku buat kamu yang masih jomblo. Kalau buat kakak si Mpus itu dewa penyelamat. Ringkas dibawa kemana – mana. Lha beratnya aja cuma 123 gram. Hasrat narsisme bisa tersalurkan kapan saja, dimana saja ! Nih lihat hasil jepretannya.”
Lagi belanja? Harus foto – foto dong.

Pura - pura gakliat kamera
Momen gila sama teman – teman dapat selalu dikenang, jarang – jarang bisa ngumpul bareng. Sekalinya kumpul?! Mesti kudu wajib foto !

Pose jelek - jelekan
Ketemu kijang genit di Istana Bogor, tak alpa diabadikan.
Foto juga dong nek

tak lufa foto dengan kijang
Apalagi di taman hijau gini, Potrat – potret dong ah :p

suamiku pun kuajari narsis hehehe
“Hahahaha Dasar narsis pangkat duaaaaaaaaaaaaaaa !!,” jeritnya penuh tawa sambil memeletkan lidah setelah aku menunjukkan deretan pigura foto di meja.
“Apa?” tanyaku sambil berkacak pinggang plus mata melotot galak. Ah, sudah biasalah aku ini dipanggil narsis, tapi gak ada yang bilang aku ini narsis pangkat dua alias narsis kuadrat. Huh ! Gemas rasanya ! Pengen kusentil saja kupingnya yang caplang itu.
“Weiiits, dilarang marah, aku nemuin si Mpus nih,” kata adikku dengan wajah kocak menahan tawa melihat kekesalanku. Seketika amarahku sirna berganti sukacita. Yeeeaaa !! Mpus ketemu, Mpus ketemuuuuu ! Ternyata selama ini engkau bersembunyi di balik pigura – pigura foto yang berjajar rapi seperti kereta api. Pantas saja aku tak melihatmu. Dan kuciumi dengan penuh sayang si Mpus malang.
Adikku hanya geleng – geleng kepala dan sambil lalu ia meminta brosur Mpus.
Seraya menyodorkan brosurnya ku nasehati ia, “Nih, baca brosur lengkapnya. Ingat kalau mau beli di toko “Alnect Komputer” ya. Gampang, cuma tinggal klak klik, kan dia bisa beli online.”
“Iya.. iya. Sekarang senyum ya kakakku yang narsiiiis,” katanya sambil lari setelah sebelumnya sukses menjawil pipiku.
“Gemblung dasar,” umpatku sebal setelah tanganku yang berniat menjewernya menerjang angin sia – sia. Kalah cepat dengan kakinya yang langsung ambil langkah seribu itu. Tapi dirinya tak kupedulikan lagi, karena cepat aku ambil posisi, tau dong mau apa setelah Mpus ada di tangan?
Foto dulu dong ! hihihi Mpusss, Oh Mpuuuuusss





aduh mbak ….ha..ha..masih suka narsis ya??ha..ha..kayak nak sma aja…..tapi ceritanya keren lo aku bangeeeeeeettttttttttttt………..
salam kenal aja, n q cuma mw tanya boleh tukeran link g?
Hohoho.. Sebagai blogger rookie, mbak Eka ini sangat berlari secara sprint ya.. Hehe.. Mangkin tenar, eh sekarang ikutan lomba blog. Gut2.. blogger2 bebas aktif seperti mbak eka ini yg kit abutuhkan di blogosphere. Satu kuncinya dalam ngeblog: Tekun. Loh, kenapa aku rada OOT..? Ngg.. moga2 menang ya jeungg…
#EKA
hehehe thank u doanya yah
Ah… aku juga punya Mpus yang jadi andalanku untuk foto2 saat riding. Teorinya Mpusku itu bisa pake foto2 dalam air sepanjang gak lebih dalam dari 5 meter. Dan, kemarin saat di Bali, untuk pertama kalinya aku coba deh, membawanya masuk kolam renang… Dan hasilnya… foto satu, dua, tiga kali… gak lama konslet. Tempat Baterai dan XD Cardnya kemasukan (penuh dengan) air. Duh… bener2 jadu maMPUS deh tuh camera gue… Gak tau deh, apa masih bisa ada garansinya atau diperbaiki lagi.. Hihihihi…hiks…..
#EKA
aku malah gak berani coba pak
takuuut
untung udh ada bpk yg cobain
berarti keputusanku bener