suami PERTAMA
by Eka Situmorang-Sir on May.06, 2009, under Cinta - Love, Daily, Pertama
Sayup kudengar denting piano dialunkan, tanda untukku memasuki gedung gereja. Melodi indah mengiringi langkah kaki ini. Sampai di pintu gereja, dapat kulihat semua mata memandangku, semua mengarahkan perhatiannya kepadaku. Binar bahagia terlihat jelas di mata semua kerabat dan jemaat yang ada. Akhirnya mereka dapat bernafas lega; berkurang satu jumlah perawan tua di silsilah keluarga ! Ah aku tak peduli, yang pasti sukacita terpancar jelas di mata mereka. Dan aku pun membalas rona bahagia itu dengan memberikan senyum teranggun yang bisa kuberikan. Rasanya seperti bintang, rasanya seperti melayang ! Oh indah tak terkira !
Diapit bapak aku melangkah pelan menuju altar. Disana, diujung lorong itu pujaan hati menungguku. Senyum lebar terulas di wajahnya, senyum bahagia atau pangling melihat kehadiranku, aku tak tahu. Aku hanya berharap ia masih mengenaliku dibalik kebaya dan riasan wajah ini. Dan perasaan bahagia kian bergelora kala ia mengambil tanganku dari apitan tangan bapak yang menghantar. Kami bertukar senyum, seolah berkata bahwa inilah hari penantian dari cerita cinta yang telah kami rajut selama lebih dari tiga tahun.
Setelah lagu pujian dikumandangkan dan pesan dari bapak pendeta disampaikan, kami berdiri berhadapan. Dengan penuh kelembutan dipandanginya wajahku. digenggamnya jemariku. Dan aku pun terseret dalam suasana sakral ucap janji. Ditatapnya dua bola mata ini seraya berjanji mengambilku sebagai istri satu – satunya. Dengan penuh keyakinan ia berikrar untuk memimpin, melindungi dan mengasihiku senantiasa. Airmataku meleleh mendengar larik demi larik janjinya itu. Kata – katanya tegas dibalut dengan kelembutan cinta. Dan tepat ketika ia berkata bahwa hanya malaikat maut yang mampu memisahkan kami berdua, mata ini beradu lama. Sorot matanya lembut; menembus tepat ke hatiku. Janjinya merobohkan benteng pertahanan dan aku pun menangis tersedu. Air mata haru menetes di pipiku.
Tiba giliranku, namun tenggorokan ini tercekat. Aku diam dalam selimut kesyahduan, butuh waktu yang tidak sebentar bagiku untuk mulai bicara. Ku hela nafas panjang sebelum pita suara ini mulai bergetar :
“Oleh anugerah dan kasih sayang Bapa Surgawi pada hari ini
saya Eka Ria Situmorang
di hadapan Allah, keluarga dan jemaat
menerima Adrian Sir sebagai suami saya satu – satunya.”
Sejenak aku berhenti untuk mengatur nafas yang tersengal diganggu ingus – ingus tak berguna. Dan ku lihat matanya basah oleh air mata. Ku genggam jemarinya lebih erat, dengan segenap hati, oh sungguh dengan segenap hatiku, aku berkata:
“Saya berjanji untuk bertanggung jawab menjadi Istri yang
tunduk, hormat, melayani dan mendukung Adrian,
juga menjadi Ibu yang bijaksana untuk
anak – anak yang Tuhan percayakan
dan mendidik dalam jalan Tuhan
baik dalam suka maupun duka
kaya maupun miskin
kaya sehat maupun sakit
dan dalam keadaan apapun juga
sampai kematian memisahkan kita berdua”

jemari mengikat janji
Itulah janji pernikahan yang saya ucapkan di depan altar. Walaupun terdengar sederhana, namun butuh sepuluh menit bagi saya untuk melafalkan ke-14 baris kalimat tadi. Di depan 200 orang yang menghadiri pemberkatan nikah kami, saya yang biasanya ceplas – ceplos, mendadak kehilangan vokal. Suara yang keluar terpatah – patah, diselingi linangan airmata dalam kekhusyukan mengikat covenant sehidup semati. Ya Tuhan, S-E-H-I-D-U-P S-E-M-A-T-I dan itu bukan janji sembarangan.
Ketika itu tidak peduli bagaimana orang lain melihat kami, tidak menyangka bahwa banyak yang ikut meneteskan airmata, sesungguhnya pada saat itu saya dan pujaan hati berurusan langsung dengan Sang Pencipta. DihadapanMu ya Allah janji itu dilafalkan, sejatinya sungguh sakral pernikahan itu.
Engkaulah suami pertamaku dan juga yang terakhir
Hanya ajal saja yang mampu memisahkan
Hingga maut menjemput kita kekasih
Aku mengasihimu
Popularity: 5%
Related posts:
135 Comments for this entry
2 Trackbacks / Pingbacks for this entry
-
(BUKAN) AWARD YANG PERTAMA « Frozen’s Thought
May 8th, 2009 on 10:56 AM[...] walaupun postingan lagi seret, masih saja ada yang mau menitipkan awardnya (lagi) di kulkas ini. Dialah, si perempuan yang sedang tergila-gila dengan segala yang berbau “pertama”. Hampir tiap hari google reader saya memunculkan tulisan-tulisan baru dia, buah keliaran khayalan [...]
-
God Knew « EKA’s little story
May 9th, 2009 on 5:29 PM[...] ← suami PERTAMA Laila, Gadis Kecil Berkuncir Dua [...]





October 31st, 2009 on 11:00 PM
Tak ada kata terlambat untuk mengucapkan sesuatu yg baik.selamat yah atas bersatunya cinta yang abadi itu
May 6th, 2009 on 6:00 PM
Hebat pertamax lagi
Enggak mbak EM.. Ultahnya masih lama…
Kmrn ada kerabat yg dulu gak sempat dtg ke pernikahan mampir ke rumah, jadi liat2 video.
Terinspirasi dech.
Ma kasih nasihatnya ya mbak EM.
You are like a big sister that I never had
May 6th, 2009 on 6:05 PM
kenapa tante manggilnyaaaa????
iya amiin, pertama dan terakhir
May 6th, 2009 on 6:05 PM
gue gitu loh yes.. :p
May 6th, 2009 on 6:10 PM
sengaja
abis gak tau mau dikasih judul apa
May 6th, 2009 on 6:13 PM
Sering2 mengingat masa indah itu, akan semakin, gimana gituh, thdp pangan kita.
Pengingatan bisa melalui dokumentasi atau menghadiri (menyaksikan) upacara yg sama, baik itu sahabat, kerabat atau siapa pun.
Mantap mbak gaya penceritaannya, serasa ada di sana, saat itu.
May 6th, 2009 on 6:15 PM
hihihi…. besok ceritanya tentang MALAM PERTAMA ya…..
EM
May 6th, 2009 on 6:14 PM
Boong pake acara terharu segala…. hiihihihi…
(Eh tapi mungkin aja dia lagi hafalin untuk bisa lancar sebutin janji depan penghulu
)
EM
May 6th, 2009 on 6:18 PM
Tapi, judul seperti itu merupakan magnet bagi Saya untuk membaca tulisan ini sampai tuntas.
Dan saya kira bagi orang lain juga.
May 7th, 2009 on 5:10 PM
Trus kadonya mana pak ?
hehehe
May 7th, 2009 on 5:11 PM
Waaah ketahuan yaaa mas Afdal..
jangan lupa undang2
May 7th, 2009 on 5:11 PM
ditunggu aja mbak
May 7th, 2009 on 5:12 PM
Opooo ini, nyampah di blog orang
hehehe
May 7th, 2009 on 5:13 PM
Hehehehhe…
Yakin masih mau tetep married?
Kan daftar penderitaan akhir pekannya ada juga lho…
May 7th, 2009 on 5:14 PM
Lho koq bisa begitu ?
Memang di berkatinya 3 kali juga ?
May 7th, 2009 on 5:21 PM
jadi pengen ngucapin janji gituh ?
May 7th, 2009 on 5:22 PM
Thank You yah
May 7th, 2009 on 5:23 PM
Ini kan kisah nyata dela
my own story…
May 7th, 2009 on 5:24 PM
Thank you
May 7th, 2009 on 5:24 PM
Thank you pak
ya, sejatinya pernikahan itu adalah ibadah
May 7th, 2009 on 5:26 PM
ntar dibilang narsis gila lagi
May 7th, 2009 on 5:28 PM
Nah soal itu Muzda…
penting banget pilih bridal yang OK punya.
so… udh diantisipasi
pake yg waterproff hehehe
Btw jadi pengen married ga skr ?
May 7th, 2009 on 5:29 PM
Amiiin
Thank u untuk doanya mbak
May 7th, 2009 on 5:34 PM
Amiin
Thank you mbak
May 7th, 2009 on 5:36 PM
Iya.. makanya jadi sesegukan pas inget lagi
</strong>
May 7th, 2009 on 5:39 PM
kebaya dan songket
biasanya perempuan batak pake itu pas wedding
May 7th, 2009 on 5:41 PM
Makanya nikah
biar rasain manis juga asemnya hahhaha
ya menikah macem2 rasanya
btw ma kasih untu doanya
May 7th, 2009 on 5:42 PM
Tunggu saja
May 7th, 2009 on 5:43 PM
Hahhaha, tadi malam saya memeluk guling.
tapi udh kebal jadi ya
ya sudahlaaah
May 7th, 2009 on 5:46 PM
Amiiin ! thx easy
May 7th, 2009 on 5:49 PM
Doanya saja sudah lebih dari cukup
(ini khusus buat Joko)
yang laen mah tetep harus ksh angpau hehehe
May 7th, 2009 on 5:54 PM
amin, thank u ya non
May 7th, 2009 on 5:58 PM
Amin
Btw sampe kakek nenek kali maksudnya
May 7th, 2009 on 6:01 PM
Semua berawal dari imajinasi La !
Pasti sang arjuna bentar lagi ketemu… kan wedding pledge nya udh ada
ntar gue ditimpukin sendal lagi kalo pasang poto lagi hehehe
May 7th, 2009 on 6:06 PM
hahahha.
lu kalo komen emang bikin ketawa
May 7th, 2009 on 6:11 PM
suozon koq dipiara mas
ini bener murni teringat waktu itu
May 7th, 2009 on 6:13 PM
semoga cepat menyusul
May 7th, 2009 on 6:13 PM
thank u udh mampir mbak
May 7th, 2009 on 6:15 PM
Terima kasih
May 7th, 2009 on 6:17 PM
ditunggu aja kelanjutannya
May 7th, 2009 on 6:19 PM
koq nanya…?
rasain sendiri ajah hehehe
May 7th, 2009 on 6:22 PM
salah duga
May 7th, 2009 on 6:27 PM
Amiin !
May 7th, 2009 on 6:28 PM
tetep bas yg diinget pak
May 7th, 2009 on 6:28 PM
meluncuuur !
pasti dukung kamu d sista
May 7th, 2009 on 6:29 PM
thank u
May 7th, 2009 on 6:29 PM
oce
May 7th, 2009 on 6:31 PM
amiin
May 7th, 2009 on 9:43 PM
Belom tau …
hhaahaa
May 8th, 2009 on 2:57 PM
Waah, good idea tuch
nanti kapan2 kalo ada mood
moga jadi satu postingan
May 8th, 2009 on 2:58 PM
demi mas DM…nich saya tulis :
Bang.. engkau adalah suamiku satu – satunya
May 8th, 2009 on 3:05 PM
Mbak Kris… bangun…
jangan pensan disini..
coba baca cara nge.lesnya kayla disini
May 8th, 2009 on 3:14 PM
beberapa bulan lalu di tahun 2008 hehehe
ya mana bisa ngundang… wong kenal aja belum
lha blog ini juga belum ada hehhe
May 8th, 2009 on 3:30 PM
Mungkin dirimu mas
May 8th, 2009 on 3:45 PM
baru tahu bisa mikir hehehe
moga dapat dech tuch jodoh yang dicari
May 9th, 2009 on 6:28 AM
Wadoooh serem dech postingannya..
Semoga kesetian menjadi milik kami
May 9th, 2009 on 6:29 AM
Thank u untuk doanya ya pak
May 9th, 2009 on 6:35 AM
waduuuh agak ngeri sharing nya…
May 9th, 2009 on 6:43 AM
Huahahhaha PD banget malam pertama