antara EKA & anggota DPR yang terhormat (2)

Sekelumit cerita sebelumnya :

Karena terlambat bangun EKA terpaksa bergegas menuju bandara guna mengejar pesawat ke Surabaya. Untunglah pesawat yang hendak ditumpangi EKA ditunda keberangkatannya selama 45 menit. Mengisi kekosongan EKA mampir di kedai roti untuk sarapan dan disitulah petaka dimulai. Ketika kasir tak bisa memberikan kembalian, seorang bapak yang baik hati menawarkan untuk membayari. Awalnya EKA menolak namun karena keadaan, tawaran bapak itu akhirnya diterima. Si bapak yang ternyata anggota DPR mengajak EKA naik ke pelaminan padahal baru juga bicara 15 menit lamanya. Dengan berkelit EKA bisa lolos dari cengkeraman bapak tadi, namun tampaknya penderitaan EKA belum usai…… Apakah EKA telah benar-benar lolos dari jeratan bapak tadi?

————————

Saya bengong terlolong – lolong !!! Cuma dari ngobrol 15 menit saja ia bisa memastikan bahwa saya cocok jadi istrinya ?! Dunia memang sudah gila ! Dan tolong dicatat ia cerita panjang lebar begitu sambil tetap memegang tangan saya yang tadi bertukar kartu nama…!! Ooooh !! Maafkan aku tanganku, maafkan diriku ya… punggungmu dielus-elus pria setengah baya. Sebel gak sich, terlebih lagi ketika saya terkaget – kaget dengan manuver si Bapak anggota DPR itu saya sempat melihat senyum dari ajudannya. Senyum licik seolah berkata sudaaah terima saja, kapan lagi ada anggota DPR mau sama kamu. Sempruuul !!!

Otak saya berpikir cepat, bisa – bisa saya terjerat lebih lama dan tangan saya makin menderita dipegang – pegang bapak itu. Nyari abu untuk gosok tangan ini 7 kali kan susah, ini bandara bung ! Jadi ketika ada suara panggilan untuk boarding langsung saya bilang bahwa itu pesawat saya.. padahal itu pesawat ke Jayapura sedangkan saya mau ke Surabaya… tapi peduli amat… tangan saya jauh lebih berharga ! Akhirnya si Bapak melepaskan saya dan saya ngaciiir ngumpet ke toilet !! Tapi ternyata penderitaan saya belum berakhir, penderitaan itu masih belum usai mengintil…

Di dalam toilet, saya mengatur nafas yang tak beraturan karena berusaha lari secepat – cepatnya. Sengaja toilet yang dipilih, dengan pertimbangan gak mungkin kan si Bapak yang berjenis kelamin pria itu bakalan nekat mengikutinya masuk ke toilet wanita. Kalo memang nekat, ya siap-siap aja disemprot sama semua wanita Jakarta yang ada di dalam toilet ini. Diantara nafas yang menderu dan barang – barang bawaan juga roti rasa kopi yang akhirnya hanya tergigit secuil, ponsel saya tiba – tiba berdering. Saya amati baris rapi angka – angka yang muncul, heeem dari nomor tak dikenal karena tak ada dalam phone book ponsel saya. Mungkin penyelenggara event di Surabaya begitu batin saya berkata.

“Hallo, disini Eka.” Jawab saya pendek. Gaya saya memang begitu. Judes – judes galak begitu.

“Hallo dik Eka…. sudah boarding?” Suara diseberang sana bertanya.

“Belum, ini siapa ya?” tanya saya datar.

“Ini bapak XX.” Ia menyebutkan namanya, Oh My ternyata si bapak anggota DPR tadi ! Saya sedikit bingung bagaimana juga ia bisa tahu nomor telepon ini. Dan saya pun menepok jidat dengan kerasnya, tentu saja ia bisa menelepon kan tadi sudah tukaran kartu nama. Nomor ponsel saya bahkan telepon dan alamat kantor juga tertulis lengkap disana ! Maaaak, semoga ini bukan pertanda buruk.

“Ada apa ya pak?” tanya saya (masih) agak sopan walopun sudah kesal.

“Oh belum boarding, kalo saya sudah di dalam pesawat, sebentar lagi take off. Rasanya koq gak tenang kalau belum telepon dik Eka.” Mulut saya mangap mendengar alasannya. Emangnya saya pacaran sama dia apa?! Ketemu juga baru beberapa menit moso naek pesawat saja harus lapor segala. Posesif bener. Tapi itu belum seberapa… saya hampir muntah mendengar kata-kata selanjutnya. Dan saya yakin anda juga.

“Dik Eka, jangan telat makan ya. Jangan sampai masuk angin, kalau telat makan itu sumber penyakit, bisa kena maag, bisa lemes, jaga kesehatan dik EKA supaya nanti setelah saya kembali kita bisa ketemu lagi ya.”

Haa..???! Hampir pingsan saya mendengar rayuan jadul itu. Sesudah itu hidup saya tidak tenang, setiap hari bapak tadi menelepon, tentu saja tidak saya angkat. Alhasil dalam satu hari daftar miskolnya sampe 20 kali ! SMS bertubi – tubi juga saya dapatkan, waah pokoknya geraaah ! Setelah tiga hari hidup di dalam teror saya memutar otak gimana caranya agar si Bapak berhenti mengejar – ngejar cewek seperti saya yang jelas – jelas gak mau sama bapak-tua-bangka-yang-terlihat-arif-awalnya-tapi-ternyata-buaya-juga ! Ganti nomor jelas gak mungkin, ini nomor kantor. Akhirnya setelah otak ini digunakan sesuai dengan kapasitasnya untuk berpikir (duuch otakku akhirnya dipake buat mikir yang bener bukan cuma mikir yang aneh-aneh aja ;) ) saya menemukan ide brilian. Ketika ponsel saya berdering lagi…

“Hallo, bapak XX ya..?” kata saya dengan suara ramah terdengar bahagia (kalau anda dengar suara saya, pasti tergoda juga. Suara saya centil-centil gimana gitu). Termakan rayuan si Bapak menjawab mesra,

“Iya dik Eka sayang, apa kabar? Kapan kita bisa berjumpa?” tanyanya riang walaupun saya eneg setengah hidup mendengar ia memanggil saya sayang.

“Heem… gimana kalau besok pak?” saya menawarkan waktu bertemu. (tetap dengan suara dicentil-centilkan)

Terdengar gembira suara diseberang sana bertanya “Waah… besok..?! Boleh.. jam berapa, dan dimana sayang?

Hooek saya bener – bener sudah mau muntah ! Tapi saya kuat-kuatkan. Dengan menarik nafas panjang saya bilang,”Saya main ke kantor bapak saja, kebetulan saya mau ketemu Om YY.”

“Lho.. kamu kenal YY..? tanya si Bapak dengan suara keheranan yang tak bisa ditutup-tutupi.

“Ya kenal pak, dari pemilu 99 juga sudah kenal Om YY karena bla..bla..bla.. (Saya menjelaskan hub saya dengan om YY, lengkap dengan detail keluarga, karir politiknya dan juga menyisipkan beberapa nama lain di dunia politik yang saya kenal semasa saya bergabung di LSM dulu. Pokoknya komplit, runut dan penuh dengan detil meyakinkan supaya si Bapak ini tidak berprasangka bahwa saya hanya asal bicara), nah kebetulan besok saya mau ada diskusi dengan Om YY di MPR-DPR. Jadi gimana, besok mau bertemu pak?” Saya nyerocos menjelaskan. Tapi hanya sunyi yang menjadi jawaban pertanyaan saya…“Hallo.. hallo…” kata saya lagi

“Wah dik Eka saya baru diberitahu besok saya harus ke Bandung, kapan – kapan saja ya.” Jawab si Bapak pendek dan… Klik. Telepon diputus.

Yeaaa.. Yeeaaaa !! Senyum kemenangan ala smiley tersungging lebar di wajah saya. Baru tahu ya pak, anggota DPR yang saya kenal itu bukan cuma bapak ;) dan si Om YY adalah ketua komisi **, walaupun beda komisi tapi tetap aja posisinya lebih tinggi, bapak kan anggota dan Oom YY adalah ketua, senior pulak ! Hihihihi. Nyahoook dech ! Duuuch oom YY maaf ya saya nyatut – nyatut nama Oom. Dan akhirnya dunia saya kembali ceria ;) namun dalam keceriaan saya, terselip beberapa catatan :

  1. Semoga bapak tersebut hanyalah oknum, bukan gambaran sebagian besar anggota DPR yang berkantor di gedung hijau itu.
  2. Sampai sekarang saya masih terheran – heran, bagaimana mungkin saya yang belum mandi, belum gosok gigi, tanpa make up, tanpa minyak wangi dan berpakaian tertutup bisa menarik di mata Bapak itu. Nah kalau dandanan saya pagi itu seperti ini,
    make up tipis - tipis dan baju super ketat hahaha

    make up tipis - tipis dan baju super ketat hahaha

    maka tak heran kalau saya diperlakukan seperti itu. Karena itu berarti saya yang cari perhatian. Tapi tampang saya waktu itu seperti ini !

    giliiiing... nekat bener gue pasang poto jeulek begini hahaha

    giliiiing... nekat bener gue pasang poto bangun tidur begini hanya untuk membuktikan bahwa gue sama sekali gak aneh-aneh

    Kucel, jelek, mana mata cuma tinggal ½ watt. Plus sepertinya masih ada iler-iler kering juga disudut bibir. Ingat, waktu itu kan saya kan tidur di taksi. Maaak begitu juga, masih di sosor aja. Gak ada cakep – cakepnya !!

  3. Si Bapak menelepon saya saat di dalam pesawat yang mau lepas landas, padahal jelas – jelas itu mengganggu keselamatan. Lho koq bisa telepon…? Lho koq gak menghormati peraturan itu? Well.. well.. saya rasa anda tahu jawabnya. Sebel kalo ketemu yang begini.
  4. Rayuan jadul si Bapak benar – benar bikin muak. Hari gini ngingetin makan…? Jangan sampe masuk angin… ck..ck..ck… Apa gak ada rayuan yang lebih yahud pak ?! Butuh lebih dari itu untuk membuat bapak masuk dalam list pertimbangan saya. Itu aja masih list lho ! Belum pemenang hati saya.
  5. Dalam satu hari bisa nelponin saya hingga 20 kali plus SMS. Terus… kapan kerjanya kalo gitu pak? Atau itu sebenarnya adalah pekerjaan sehari – hari?
  6. Kalau saya tahu bahwa ia mau mbayari dan megang-megang tangan ini, harusnya saya ketemu bapak itu di toko berlian ! Bukan toko roti. Sueeek tangan gue cuma seharga sepotong roti dan secangkir kopi. Rugiiii… Rugiiiii Bandaaaaaaaaaarrrr !!!

Eka Situmorang – Sir

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
Catatan ini telah ditulis dalam abrakadabra dan di-tag dengan , , , , , , , , . Penunjuk permalink.

59 Respon untuk antara EKA & anggota DPR yang terhormat (2)

  1. mas stein berkata:

    mungkin bapak itu mengalami masa muda kurang bahagia mbak. *jadi kasian…

    #EKA
    mungkin mas..
    saya mah gak kasian sama dia,
    masih mangkeeeelll !! :D

  2. Kesepian berkata:

    Halah, bukan gitu maksud saya mbak eka.
    Saya gak bilang mbak eka beneran tutt (kena sensor) lho, tp kalo dibayangkan aja n gak pakai pajang foto juga logika saya mikirnya juga gitu. Cewekku yang cakep kek begono aja kalo bru bngn tidur, saya juga eneg ngeliatnya :D

    #EKA
    Iya dech, klarifikasi diterima ;)

  3. Irfan berkata:

    mau muntah baca rayuannya di postingan ini.
    apa gak mikir tuh si bapak, punya anak istri di rumah!? huhhh…dasar!

    semoga DPR yang baru gak kaya gini lagi…

    penasaran cerita apa lagi yg belum mba eka buka ttg anggota DPR.. ayo mba buka kedok oknum2 ini!hhhee…

    #EKA
    Buayaaaak bgt cerita2 aneh bin ajaib soal para Dewan yg terhormat itu ;)
    bis dibikin novel kali kalo gue posting semua hahahha
    kapan2 dech ya :) skr harus cukup puas dgn 3 cerita dulu yaaa

  4. erza berkata:

    tuwa_2 keladi yach… makin tua makin gaya…

    #EKA
    Makin gaya…?
    Makin gilaaa keknya :D

  5. Jamal eL Ahdi berkata:

    Makanya banyak kasus per”selingkuh”an yg melanda anggota hewan. ingat saja YZ trus MA dll, selingkuh di petik karena sebagian bukan selingkuh tapi pelecehan seksual.
    Saya takut anggota Hewan itu adalah manifestasi dari rakyatnya. semoga tidak

    #EKA
    emangnya Taman Safari…? anggota hewan hahaha

  6. yessymuchtar berkata:

    percaya lo tuh gak aneh aneh..percaya bangetttt..yangs ering aneh aneh tuh gue! :D hehehehe


    #EKA
    kalo elu aneh.. yaaah itu mah gue tauuu bgt neng ;)

  7. Heryan Tony berkata:

    wah, gitu ya lanjutannya….. Selamat deh dari buaya ;)

    Lanjutan malam pertamanya mana dong???

    #EKA
    gak janji dech… nunggu mood itu soalnya :)

  8. itempoeti berkata:

    Sedih banget kalau ternyata orang2 yang mewakili kita di lembaga terhormat yang namanya DPR ternyata kualitasnya seperti itu…

    Sungguh menyedihkan…

    #EKA
    semoga itu td hanya oknum pak… gak semua… semoga yaa

  9. arman berkata:

    hahaha untung lo kenal anggota DPR yang lebih tinggi posisinya… hehehe

    #EKA
    lumayan referensi dari jaman dahulu kala hahaha

  10. gdenarayana berkata:

    wah salut dengan mba eka yang bisa ngakalin tuh bpk2 :)

    oalahhh photonya lengkap :)

    #EKA
    iya dunk, hasrat nulis tersalurkan, bawan narsis juga harus terwakili hahaha

  11. puang cahaya dewa berkata:

    salam dari bandung

    PKS (pun) berbudi

    PKS partai yang jujur tidak suka korupsi, Partai dakwa (kata iklan kampanyenya di TV)

    PKS singkatan dari Partai keadilan sejahtera yang membuat petingginya takut beroposisi mungkin takut tidak sehjatera (maaf ini dugaan, semogah salah)

    Menolak paham neoliberalisme karena mendewa-dewakan mekanisme pasar sebagai pengatur perekonomian Negara.( dan tidak sesuai dengan ajaran islam)

    Ingin berkoalisi jika presiden dan wakilnya presentatif, nasionalis and agamis, ( itu kata presidenya, bukan kata saya)

    Mencalonkan 10 kadernya untuk di pilih sby menjadi wakilnya, alasannya logis pemenang ke -4, bhooo

    Tapi sayang seribu sayang “itu hanya mimpi” (maaf mengutip lagunya Projek Pop )

    Menurut pengamat politik dari UI, Pks terkesan menjual diri ( pelacur kali jual diri, tidak laku-laku akhirnya banting harga)

    Menurut tetangga saya yang sangat mengidolakan PKS dan relah antri di TPS demi mencontreng partai idolanya, menyarankan ………. Para petinggi pks banyak- banyak membaca ayat kursi, agar tidak ada kesan berjuang karena lapar mohon di kasih kursi menteri –puntak apalah kalau tidak dapat kursi wapres, dari pada tidak dapat apa-apa.

    Kata limbad, fakir magician “terima kasih” ( terima kasih telah di tipu dengan gertak sambalnya presiden pks yang katanya anti neoliberal)

    Dan sekarang para petinggi partainya tidak bisa tidur nyenyak, lagi berpikir bagaimana menenangkan massa akar rumputnya.

    Ini betul-betul zaman edan kata permadi sang mistikus politik

    https://esaifoto.wordpress.com

    #EKA
    kumplit bgt komennya :)
    thx dah mampir anw

  12. nh18 berkata:

    (After Look at the photo …)
    No Wonder
    Bapak itu bisa bertindak ajaib begitu Ka …

    Salam saya

    #EKA
    poto ileran gitu pak…?
    huahhahaha

  13. bapaknya pas kenalan ga pake contact lens kali tuh.. jadinya salah liat.. :D

    #EKA
    kali jugaaa :)

  14. quinie berkata:

    huahaha… gokilll… jangan2 emang kerjaan dia nge SMS in semua orang untuk cariin jodoh buat dia..xixixi :p & udah punya template SMS untuk mangsanya :p

    #EKA
    mungkiiiin banget hahaha

  15. kafein berkata:

    gitu2 juga kan dipilih rakyat hehe..
    tapi klo serese itu ko bisa jadi dewan yah hehe
    aneh aneh
    gw hrs manggut2 apa geleng2 nih huakaka..

    #EKA
    hati-hati ntar disangka lagi pake ecstacy hahaha

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s