Silly Call

lady-phone_jub1It was almost 5 and I prepared my self to go home, however the phone rang. I picked it up and as usual I always asked who was on the line. The voice on the phone, rather said her name she mentioned that she was DPR member. She complained about something.

I don’t want to talk about the complain, what I want to highlight is the way she answered the phone. The way she introduced herself by mentioning her position first rather than her name. Is position more valuable than WHO YOU ARE? Than your own personality?! Perhaps this DPR member forget that if we meet the angels when we died they will not ask our position or our money. The angels will value WHO WE TRULY ARE.

Moreover, I am not impressed with the way she said about her position. Just because she is DPR member than will I give her 1st priority? NO WAY. ANd the worst was whenever our conversation came to a dead end, she kept on repeating the word, ” I am DPR member..” Oh My ! So irritating!! Does it make you become superior from others? Gimme a break !!

I never value someone from the position nor the wealth. What inside a person is more important than those all. I VALUE the heart, the personality. The inner is more important.

OK, Who’s with me, raise ur hand :D

Pic is taken from here

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
This entry was posted in Cermin Diri - Reflection, Daily and tagged , , . Bookmark the permalink.

58 Responses to Silly Call

  1. p u a k™ says:

    Hihihi… so what gitu loch.. kalau anggota DPR??

    #EKA
    Anehnya bangga bener punya itu jabatan sa,pe disalahgunakan ya mbak Puak ;)

  2. dayu says:

    kalee nama dia ga bagus jadi ga pede :-) makanya dia punya impian jadi “something” so bisa menyebut dengan pede.

    rasional kaaan???


    #EKA
    Betuuul sekali ! :)

  3. marshmallow says:

    gak berani angkat tangan tinggi-tinggi, soalnya belum mandi. :mrgreen:

    cerita soal anggota dewan yang super duper terhormat bukan berita baru lagi, ka. memang tidak semuanya, karena yang santun dan rendah hati juga banyak. tapi ya itu tadi, yang maruk cenderung terlalu mengekspos kedudukannya sebagai anggota dewan, seolah-olah itu adalah sebatang magic wand atau mantra yang membuat empunya begitu sakti bila mengucapkannya.


    #EKA
    Masalahnya yang terekspos ya yang begitulah mbak :)

    padahal, tau sendirilah…

  4. Lala says:

    Bener, Ka.. Gue samaan kayak Mas Nug.
    Gue juga nungguin sis Imel angkat roknya… hihihi..

    *udah, jangan sebel2… siapa tahu dia emang amnesia beneran… atau kayak pencipta lagu-lagu jaman dulu yang noname itu lho… –> sumpah, dulu gue ngirain noname itu nama orang! hihihihi*


    #EKA
    kocak lu La… masa disangka nama beneran hahaha, sampe umur brp tuch berpikir begitu ?

  5. titiw says:

    YEA!! Setujuh banget mbak Eka!! Sedelapan malah kalo bisa!!! Ngocol juga tuh bocah.. lagian dia minta apa sih mbak ampe nyinyir gitu..? HUH!


    #EKA
    eeh ini ibu2 lgo… koq dipanggil bocah hahaha
    ya biasalah berkaitan dgn urusan kantor

  6. Eru says:

    * angkat tangan *

    Some people think they’re judged by their position (sadly that how most of the world’s think), tapi gpp kita jadi outlier yang beda aja ya mbak..

    BTW, banyak anggota DPR aneh arround you lately, are you cursed for these kind of thing? :D

    #EKA
    Pertanyaan yang menohok sekaliiiii ! :( huhuhu

  7. togarsilaban says:

    Itu belum seberapa, masih banyak kelakuan lain yang lebih menyebalkan….

    Itulah kualitas yang “terpilih”, sayang ya….

    #EKA
    moga pilihan saya pemilu ini gak begitu (amiin)

  8. Eru says:

    He? iya ya menohok..

    becanda kok mbak .. sueer
    ga maksud :(

    #EKA
    oalaaah maksudmu komen yang ini hahahhaha
    belom sempat balas ajaah !
    keknya gue emang dikutuk mesti deket2 sma DPR terus hihihihi
    entah apa yg menarik dari diri gue buat mereka :D

  9. hawe69 says:

    eh, gw pernah juga tuh angkat telpon seperti gituh..
    tapi bukan anggota DPR, tapi dari anggota Kapolda..
    yah, kita tau diri aja deh, jadi rakyat jelata yang udah bayar pajak demi gaji mereka.. :D


    #EKA
    nasiiib kita ini mbaak duuch :)

  10. deeedeee says:

    raising my hand! I’m with you, Mba :)

    #EKA
    udh pake deodoran belum ? hahaha

  11. gadisayu18 says:

    untuk bisa bangga menjadi seorang anggota dewan perwakilan rakyat, jika memang dedikasinya jujur untuk rakyat, bukan karena gajinya bisa mencapai 1 milyar dalam stahun dan tidak bisa merealisasikan quote ‘dari rakyat untuk rakyat’. Shame on her..(saya nulis ini sambil tunjuk tangan dan ga lupa shaving plus pake bedak bayi)

    #EKA
    hahahaha wangi koq :)
    soal dari rakyat untuk rakyat… heeem…
    tau sendiri kan gimna implementasi dr jargon itu ;)

  12. keitara says:

    aku prnh mbak,wkt krj di rs.psien mash bnyk ngantri tb2 ada anggt dpr yng mw berobat.disuruh ngntri malh marh2 smbl banting kartu nmnya.dia mnt diduluin pdhl pasien2 lain lbh parh pnyktnya.qt cm ngelus dada aj.

    ditmptku ad jg mntn anggota dewan yng skrng sakit2an.mngkn wkt menjabat tdk amanah.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s