Tante – tante

Membawa beberapa lembar poster untuk suatu acara yang diselenggarakan oleh kantor, saya meluncur ke bilangan Jakarta Selatan. Acara dengan audiens para murid berseragam putih abu-abu itu mengharuskan saya berkelililing ke sekolah – sekolah menghantarkan surat undangan untuk guru dan pamflet warna – warni agar ditempel di mading sekolah.

Setelah selesai berurusan dengan sekolah yang hanya menerima siswa putra saja dan membolehkan muridnya berambut gondrong maka sekarang saya menuju ke sekolah khusus cewek yang sangat terkenal dengan rok kotak – kotak merahnya. Gedung sekolah ini sudah agak tua, namun terasa hidup dengan canda tawa riang murid – murid itu. Dan karena saya sedikit kesulitan menemukan ruang gurunya, maka saya bertanya ke seorang siswi yang kebetulan berpapasan.

“Dek, ruang gurunya dimana ya?” tanya saya sopan.

“Oh, ada di lantai dua tante, tangganya diujung sana. Nanti tante tinggal belok kiri saja, ruang gurunya persis disebelah tangga,” jawabnya polos sementara mulut saya menganga lebar mendengar penjelasannya. Dan kalau mulut ini tidak ditahan oleh dagu oval nan cantik dapat dipastikan mulut saya ini jatuh ke tanah saking terkejutnya. Bukan, bukan karena saya nggak mengerti arahannya tapi….

“Maaf barusan bilang apa?” tanya saya lagi memastikan apa yang telah saya dengar.

“Ruang gurunya ada di lantai dua tante,” katanya lagi seraya tersenyum manis dan telunjuknya mengara ke ujung sana dimana kumpulan anak tangga berada.

Oke, masalah ruang guru itu gampang dicari. But did you hear that ?? Did you hear that she called me tante ???!!!

Oh My GOD !!

Bukannya menuju ke ruang guru, cepat saya malah menuju ke toilet dulu. Mau liat di kaca, apakah saya sudah sedemikian tuanya ?! Sampe saya gak pantes lagi dipanggil “mbak” atau “kak”. Padahal sepertinya beda usia kita tak lebih dari 10 tahun lho dek… ! Oke, supaya fair, kawan – kawan semua yang menjadi jurinya. Apa dengan tampang begini saya pantes dipanggil tante ?

tanpa make up

tanpa make up

Bagaimana dengan yang ini ?

polos tidak tersaput kosmetik

polos

tidak tersaput kosmetik

Atau ini ? Layakkah sebutan tante itu dialamatkan pada saya ?!

Eka between the stars
Eka

between the stars

Masih belum puas ? Oke saya kasih senjata pamungkas

gaya begini, dipamggil tante ??

gaya begini, dipamggil tante ??

Apa gaya begini, adalah gaya tante – tante ???


Bolak – balik saya memandangi diri saya di kaca kamar mandi sekolahan ini, dan kesimpulan saya adalah :

kacamata murid tadi PERLU dibenerin, kayaknya minusnya nambah :)

Perempuan seperti saya koq dipanggil tante… :)

hehehe

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
This entry was posted in Daily and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

103 Responses to Tante – tante

  1. shalimow says:

    apa kabar?
    hahahahah, kak tante harusnya
    sancay aja non

  2. hahahaha..baru baca ini dan sukses ngakak..
    adduh..jadi batal deh manggil tante
    #eh

  3. anazkia says:

    Walahhhhhhhhhh
    Banyak banget yang komeng :D
    Mundur, ah

    Kalah telak ikutan lomba pertamaxxx :D

  4. hahahhaa…..kalau dilihat lebih lanjut, lebih cocok di panggil namboru…

  5. nouzzie says:

    hmmm, si murid itu bener kok…

  6. nouzzie says:

    eh, si murid bener loh adanya
    tante yang seksi, gitu

  7. ase says:

    bagus2.
    keren cerita nya,qeqeqe

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s