Cerita EKA

selalu ada yang PERTAMA

by cerita EKA on Apr.30, 2009, under Cinta - Love, Pertama

Postingan ini sepertinya akan terasa lebih enak dibaca sembari mendengarkan alunan merdu duet James Ingram dan Anita

Baker When you LOVE someone.

“Dingin ya,”gumamku pelan.

“Namanya juga winter,” jawabmu seraya merapatkan tubuh besarmu kepadaku.

Belum pernah ada lelaki berada sedekat ini denganku. Karena engkau adalah pacar pertamaku. Dada ini berdegup kencang, saking kencangnya aku takut engkau akan mendengarnya. Ku biarkan kau meraih jemariku dan bermain dengan kuku-kuku lentiknya. Aku menikmati setiap moment ini. Ada getar – getar aneh di dada, getar yang sungguh ku tak bisa mendeskripsikannya itu apa. Getaran yang menelusup ke sumsum tulang, dan merambat melalui setiap pembuluh vena. Berusaha keluar, melesak meminta untuk dibebaskan.

Setelah tangan, kau pun merambah bagian lain diriku. Bermain dengan anak rambut didahi, mengusapnya lembut dan kemudian mencium wangi shampoo yang kukenakan tadi pagi. Pelan…. sungguh pelan sekali. Aku jatuh dalam buai cintamu dan perlahan engkau pun merengkuh aku dalam dekapmu. Ah rasa ini, campuran antara kelembutan cinta dan gejolak nafsu masa muda. Aku menggigit bibir bawahku. Bukan karena aku kedinginan, bukan itu alasannya. Tapi karena aku tak tahu harus berbuat apa di dalam dekap laki – laki sementara ruang ini dipenuhi udara dingin yang berkejaran dengan hangat perapian. Hening sekali, hanya suara detak jantung kami yang menandakan tempat ini mempunyai kehidupan. Dalam bisu malam jemarimu lembut menyentuh wajahku, menelusuri setiap lekuk yang ada. Awalnya kau menyentuh dua alis lebat ini, seolah berusaha meresap keindahan baris rapi rambut– rambut halus yang membingkai wajahku. Kemudian buku-buku jarimu beralih ke jendala jiwa yang sekarang metutup sukarela menikmati setiap sentuhan tanganmu. Lalu hidung ini. Kau membelainya pelan tanpa berkata apa – apa, dirimu tenggelam dalam bangir pesona. Dan aku pun diam. Terhanyut dalam romansa yang kau ciptakan. Sekarang telunjukmu telah sampai di bibirku dan berhenti disitu. Lama. Sangat lama dan ku buka mata ini. Ada geliat cinta disana. Sungguh aku tak tahu harus berbuat apa. Tapi belum lama aku diam dalam ketololan, jemarimu beraksi lagi: turun menyentuh daguku dan mengangkatnya sedikit ke atas. Kembali dua mata kita berpadu. Kali ini kulihat sinar kasih di kedua bola matamu. Dan aku pun tersenyum. Senyum lembut gadis polos yang dibalut kegugupan.

Photobucket

Dirimu mendekat dan dapat kucium wangi mint yang menggoda. Dalam sekejab bibir kita bertemu. Bibirku. Bibirmu. Bersatu seirama nafsu yang memburu. Ciuman pertamaku. Ciuman yang terkenang padahal telah lama berselang. Kala itu salju turun di awal bulan Januari dan kita duduk bersebelahan di depan perapian. Tak ada orang di ruangan itu, hanya kita berdua. Suatu kebetulan yang sampai sekarang masih ku anggap hasil rekayasa terhebatmu.


* Selamat buat yang pertama komentar ;)

VN:F [1.8.4_1055]
Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
VN:F [1.8.4_1055]
Rating: 0 (from 0 votes)

Popularity: 4%

Related posts:

  1. mungkinkah ini yang PERTAMA ?
  2. suami PERTAMA
  3. Kado : kartu nama PERTAMA

:, , , , , , , , , , ,

72 Comments for this entry

1 Trackback or Pingback for this entry

  • gaptekku « WeWarNa

    [...] satu persatu – one by one lagi-. Ini nih, ribeeeet, karena baru pertama kali yaaa. Kata ekaria27 sih, ‘yang pertama memang beda rasanya’, he eh ribeet euy hehehehe. Udah, gitu, [...]

Leave a Reply

CommentLuv Enabled

the Sponsors