Nalar & Kalbu

alar mengatakan bahwa tak ada yang pantas untuk dipilih. Mereka semua telah tercemar. Bau bangkainya saja sudah tercium padahal bungkusnya belum terbuka, begitu argumennya.

Namun Kalbu dengan suara kesejukannya mengingatkan bahwa kita harus ikut menentukan nasib bangsa. Harus ikut bertanggung jawab. Karena golput bukan pilihan (walaupun tidak memilih sebenarnya juga suatu pilihan waras ! ) karena sejatinya manusia lahir dengan segepok tanggung jawab. Mereka yang menolak bertanggung jawab sesungguhnya gentar apabila nanti pilihannya tidak seperti yang ia harapkan. Namun jauh panggang dari api adalah suatu resiko dari pilihan. Jadi tak perlu gentar. Dewasa dan bertanggungjawablah, begitu bujuknya.

Nalar bersikeras bahwa memilih tanpa tahu siapa yang dipilih adalah kesia-siaan. Untuk itu diam di rumah atau pergi ke mall adalah keputusan yang paling bijaksana. Apa yang mau dipilih, wong caleg.nya saja tak lulus fit and proper test paling cuma lulus tampang, jelasnya gamblang.

Tentang Ceritaeka

A wife. Known as a friendly cheerful person with a non-stop talking character. Choco addict. High-heels fans also a traveling lover. Simply give her friendship, love, freedom and FUN will be in the air.
This entry was posted in Cermin Diri - Reflection and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

33 Responses to Nalar & Kalbu

  1. Pingback: Sepotong Cerita di Casablanca « EKA’s little story

  2. Pingback: Sepotong Cerita di Casablanca - Cerita EKA

  3. kacierkusuma says:

    wah asik ni bisa tambah pengalaman antara perbedaan nalar dan kalbu..

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

Gravatar
WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s