Pelangi Rasa
by cerita EKA on Feb.03, 2010, under Anthology - Cerpen
Jemariku gemetar membaca barisan aksara yang muncul di ponselmu. SMS mesra pada jam 3 dini hari! Kutenangkan jiwaku, kudinginkan kepala yang mulai panas dengan amarah. Tak ada nama, hanya barisan angka, berarti nomor ini tak tersimpan dalam memori ponselmu. Perasaan tenang merayapi hati, mungkin SMS mesra ini cuma nyasar saja.
Hati-hati ku letakkan ponsel istriku itu pada tempatnya. Memang, kami sudah menikah namun privacy masing-masing kan harus tetap ada dan dijaga. Ku pejamkan mata, mencoba untuk kembali tidur. Namun tak bisa. Aku gelisah. Tak bisa kupungkiri, aku (continue reading…)
Popularity: 3%
Protected: Hari Penguburan Temanku
by cerita EKA on Jan.28, 2010, under Cermin Diri - Reflection, Daily
Enter your password to view comments :Marah, Mati, Mengubur, sahabat, Teman more...BERHENTI
by cerita EKA on Jan.26, 2010, under Anthology - Cerpen
LANGIT KELAM tanpa rembulan ataupun bintang, gigiku bergemeletuk. Dingin angin yang menusuk tulang memaksaku merapatkan jaket tua yang telah hilang warnanya. Pelan kubuka pagar depan, terdengar decit besi dari putaran engsel yang lama tak bermandikan pelumas. Aku pulang. Tepat ketika tiang listrik bertalu sebelas kali dipukul oleh para petugas ronda malam. Ah, lelah, penat, segala rasa bercampur di pundakku, namun itu semua kan luntur begitu melihat senyum manis istriku.
Bergegas aku masuk, ingin ku bersegera menemuai belahan jiwa- alasan ku hidup. Mencium lembut keningnya, memeluk pinggang rampingnya seraya membenamkan kepalaku kedalam ikal rambut hitamnya yang selalu harum dengan wangi shampoo. Tapi (continue reading…)
Popularity: 5%
Kamu dan Pertanyaanmu
by cerita EKA on Jan.14, 2010, under Anthology - Cerpen
TITIK PELUH menghias pias wajahmu. Disini, di pangkuanku, engkau terlelap tidur. Nyenyak seolah tanpa beban, padahal baru seminggu sebelumnya badai menghantam hidupmu, eh hidupku juga. Wajah ovalmu polos tanpa tersaput make-up, kamu nampak cantik, gadisku. Sangat cantik. Aku lebih suka kamu disaat seperti ini, tak ada dempul yang katamu berkhasiat menyembunyikan kantong mata, tak ada saputan mubazir serbuk halus berwarna merah di pipi, lha wong pipimu selalu bersemu malu-malu tiap kali ku goda, pun tak ada pemulas bibir senada warna buah saga. Untuk apa sih pemulas itu? Kalau sudah bersamaku, warna itu tentu luntur tergerus lumatanku, jadi lain kali tinggalkan saja gincu itu. Aku suka berlama-lama memandangimu saat seperti ini. Sudahkah kukatakan bahwa kamu cantik ketika tidur? Ketika tak ada make-up sama sekali? Ah ya, sudah kukatakan itu di awal paragraph ini. Maaf, sepertinya aku mulai pikun. (continue reading…)
Popularity: 7%
Kau. Aku. Di Ujung Senja Merah Itu.
by cerita EKA on Jan.05, 2010, under Anthology - Cerpen
Tanganmu dingin meremas jemari ini. Sedingin salju yang menutupi pohon plum yang berbunga di awal Januari. Sedingin hawa kematian yang berhembus leluasa di kamar jenazah. Sedingin, ah sedingin jiwa kita. Tanpa perlu kata-kata, kita berdua tahu untuk apa kita bersua. Disini, dipinggir pantai dengan hamparan pasir putih engkau menggenggam ruas-ruas jariku kuat, seolah menyatakan keenganan untuk berpisah. Tak ada aksara. Apalagi belai manja. Hanya debur ombak bermain dengan camar saja. Ironis, di depan elok semburat jingga mentari, kita diam dalam pikiran dan luka yang menyayat rasa.
“Ia mulai curiga. Sering ia mengecek ponselku diam-diam,” kataku memecah sepi. Kamu bergeming, hanya merapatkan pelukmu di pinggulku. Tak ayal kusenderkan kepalaku di pundak, mencari kehangatan. Ah bukan, tepatnya berusaha mencari perlindungan dari rasa gentar juga gelisah yang makin meraja. (continue reading…)
Popularity: 8%
24 Desember 2009
by cerita EKA on Dec.28, 2009, under Daily
Sebenarnya saya sudah menyiapkan sebuah postingan berkaitan dengan Natal. Namun postingan itu urung saya publish setelah.. setelah saya mendapatkan sesuatu yang menyentuh hati hingga saya tak mampu berkata-kata. Malam itu seperti biasanya saya bersiap berkumpul bersama keluarga besar suami, sibuk merapikan meja makan dengan lilin dan mengatur bunga-bunga penyemarak suasana.
Sesekali saya mengecek ponsel, sekedar iseng melihat pesan yang masuk juga mengecek mungkin di malam Natal ini ada penggemar rahasia mengirimkan SMS yang bikin hati berbunga-bunga (kemplang… udah punya suami juga
). (continue reading…)
Popularity: 7%
Peduli. Hanya itu Yang Dibutuhkan
by cerita EKA on Dec.22, 2009, under Daily
Minggu, 20 Desember 2009 lalu merupakan hari yang tak terlupakan buat saya. Bukan karena tiba-tiba dapat hadiah cincin berlian 5 karat yang saya diam-idamkan itu, bukan juga karena tiba-tiba saya menang lotere 5Milyar, bukan… bener deh bukan itu! Walopun sumpah setengah hidup saya berharap banget dua hal tersebut kejadian hehehe ^_^ Hari minggu lalu saya ikut berpartisipasi dalam Bakti Sosial yang diprakarsai Blood For Life in collaboration with Garuda Food. Buat yang belum tau, saya kasih disclaimer dulu deh.
BloodForlife adalah sebuah wadah non profit yang menjembatani antara donor dan pendonor. Jadi gini, (continue reading…)
Popularity: 7%




